Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Mual Muntah pada Orang dengan HIV-AIDS yang Mengkonsumsi Obat Antiretroviral
Abstract
Mual dan muntah merupakan efek samping yang sering dialami orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) pengguna antiretroviral (ARV) dan dapat menurunkan kepatuhan pengobatan. Terapi komplementer yang aman dan non-invasif diperlukan sebagai upaya pendukung penatalaksanaan efek samping tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap mual muntah pada ODHIV pengguna ARV. Metode penelitian menggunakan desain quasy-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Penelitian dilakukan pada 3 wilayah kerja puskesmas di Kota Jambi selama 3 hari berturut-turut dengan 42 sampel yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur selama 3 hari dengan pengukuran mual muntah 4 kali, sedangkan kelompok kontrol hanya dilakukan pengukuran mual muntah 4 kali tanpa terapi. Instrumen menggunakan kuesioner Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (INVR). Analisis data menggunakan SPSS versi 25 dengan General Linear Model Repeated Measures. Hasil menunjukkan penurunan signifikan (p-value <0.05) skor mual muntah pada kelompok intervensi di Post-Test 1 (11.57), Post-Test 2 (10.29) dan Post-Test 3 (8.33) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa terapi akupresur efektif sebagai intervensi nonfarmakologi untuk mengurangi mual muntah dan dapat dipertimbangkan dalam praktik keperawatan.Downloads
Published
2026-02-16
How to Cite
Mahesa, A., Huriani, E., & Rahman, D. (2026). Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Mual Muntah pada Orang dengan HIV-AIDS yang Mengkonsumsi Obat Antiretroviral . Jurnal Ners, 10(2), 2874–2885. Retrieved from https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/55542
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






