Praktik Budaya Dalam Menyusui: Tinjauan Literatur Naratif Berbasis Prisma

Authors

  • Sri Adriani Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Machmudah Machmudah Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Sri Rejeki Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Vivi Yosafianti Pohan Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Rahayu Astuti Universitas Muhammadiyah Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.55451

Abstract

Praktik menyusui dipengaruhi oleh berbagai faktor budaya, sosial, dan keluarga, yang dapat memengaruhi keberlanjutan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Pemahaman terhadap praktik budaya menyusui penting untuk mendukung intervensi yang efektif dalam promosi ASI. Tujuan untuk menyajikan gambaran komprehensif dan sintesis konseptual terkait praktik budaya dalam menyusui berdasarkan literatur ilmiah terkini periode 2021–2025. Metode desain Literature Review naratif dengan pendekatan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan strategi kombinasi kata kunci yang mencakup “breastfeeding” OR “exclusive breastfeeding” AND “cultural practices” OR “sociocultural factors”. Proses seleksi studi mengikuti pendekatan PRISMA versi naratif. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed, tahun publikasi 2021–2025, teks lengkap, bahasa Inggris atau Indonesia, serta fokus pada praktik menyusui dan pengaruh budaya. Dari 1.410 artikel awal, 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Mayoritas studi menggunakan pendekatan kualitatif dan mixed-method, dengan konteks penelitian di Indonesia (Sumba, Sumatera, Riau, Jawa, NTT, Nias) dan negara lain seperti Ghana. Kualitas metodologi dan risiko bias dinilai menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP), sedangkan data dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil sintesis tematik mengidentifikasi tiga kelompok tema utama: (1) praktik perawatan payudara dan penggunaan herbal tradisional, termasuk pijat payudara, konsumsi jamu, serta pantangan makanan; (2) norma dan kepercayaan sosial-budaya, seperti pemberian makanan prelakteal, persepsi tentang kolostrum, dan konstruksi sosial mengenai kesehatan bayi; serta (3) peran keluarga dan komunitas, khususnya pengaruh nenek, ibu mertua, tokoh agama, serta tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan menyusui. Faktor norma dan nilai budaya terbukti menjadi determinan penting praktik ASI eksklusif, baik sebagai pendukung maupun penghambat. Kesimpulan praktik budaya memainkan peran penting dalam keberlanjutan ASI eksklusif. Promosi ASI yang efektif perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya, keyakinan, dan dukungan sosial di komunitas.

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

Adriani, S., Machmudah, M., Rejeki, S., Pohan, V. Y., & Astuti, R. (2026). Praktik Budaya Dalam Menyusui: Tinjauan Literatur Naratif Berbasis Prisma. Jurnal Ners, 10(2), 3020–3030. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.55451

Issue

Section

Articles