Kinerja Implementasi Early Warning System di Unit Rawat Inap: Peran Unpleasant Symtoms Model dan Kolaborasi Interprofesional

Authors

  • Sukarti Sukarti Universitas Karya Husada
  • Sabina Gero Universitas Karya Husada
  • Muhammad Jamaluddin Universitas Karya Husada

DOI:

https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.55122

Abstract

Penelitian ini dilakuan karena pada kisaran tahun 2024 terdapat 149 aktivasi kode biru di fasilitas rawat inap, namun 32 pasien mengalami keterlambatan pengobatan oleh tim medis, sehingga berdampak pada insiden keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris pengaruh aspek TOUS dan kolaborasi antarprofesional terhadap kinerja perawat dalam pelaksanaan EWS di fasilitas rawat inap. Desain penelitian menggunakan studi cross sectional, dengan teknik sampel menggunakan simple random sampling, dan penentuan perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga ditemukan jumlah sampel 99 perawat fasilitas rawat inap. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara bersamaan dan sebagian model TOUS dan kolaborasi antarprofesional memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja perawat dalam pelaksanaan EWS. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit harus fokus pada dukungan karir dengan memberikan pelatihan terstruktur dan memberikan kesempatan bagi perawat untuk memperoleh pendidikan profesi keperawatan, selain menetapkan standar khusus dalam implementasi dan juga menerapkan program pendampingan akan membimbing perawat yang disiplin dalam pelaksanaan EWS.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Sukarti, S., Gero, S., & Jamaluddin, M. (2026). Kinerja Implementasi Early Warning System di Unit Rawat Inap: Peran Unpleasant Symtoms Model dan Kolaborasi Interprofesional . Jurnal Ners, 10(2), 3386–3393. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.55122

Issue

Section

Articles