Analisis Hubungan Tingkat Stres Dan Kelelahan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54662Abstract
Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa secara rutin menghadapi berbagai perubahan fisiologis dan psikologis. Proses hemodialisa yang dilakukan seumur hidup seringkali menimbulkan stres dan kelelahan. Tingginya tingkat stres dapat memperburuk kondisi kelelahan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini menggunakan deskripitf korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kelelahan menggunakan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F 40. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukan pasien mengalami tingkat stres ringan sebanyak 18 responden (56%) dan stres berat sebanyak 14 responden (44%), sedangkan tingkat kelelahan ringan sebanyak 14 responden (44%) dan kelelahan berat sebanyak 18 responden (44%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (p value = 0,009). Kedua variabel ini menunjukan mempunyai hubungan yang bermakna dengan pasien mengalami stres yang dapat menyebabkan kelelahan yang dirasakan pasien selama perawatan menjalani hemodialisa. Intervensi yang menargetkan pengurangan stres diharapkan dapat membantu menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa secara rutin menghadapi berbagai perubahan fisiologis dan psikologis. Proses hemodialisa yang dilakukan seumur hidup seringkali menimbulkan stres dan kelelahan. Tingginya tingkat stres dapat memperburuk kondisi kelelahan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian ini menggunakan deskripitf korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kelelahan menggunakan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F 40. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukan pasien mengalami tingkat stres ringan sebanyak 18 responden (56%) dan stres berat sebanyak 14 responden (44%), sedangkan tingkat kelelahan ringan sebanyak 14 responden (44%) dan kelelahan berat sebanyak 18 responden (44%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (p value = 0,009). Kedua variabel ini menunjukan mempunyai hubungan yang bermakna dengan pasien mengalami stres yang dapat menyebabkan kelelahan yang dirasakan pasien selama perawatan menjalani hemodialisa. Intervensi yang menargetkan pengurangan stres diharapkan dapat membantu menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.Downloads
Published
2026-02-23
How to Cite
Irawan, A. G., & Saputra, E. (2026). Analisis Hubungan Tingkat Stres Dan Kelelahan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Ners, 10(2), 3068–3075. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54662
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






