Pengaruh Ketidakpatuhan Berobat terhadap Kejadian Multidrug-Resistant Tuberkulosis Paru di Poli Paru RSUD Gambiran Kediri
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54558Abstract
Ketidakpatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah utama dan berkontribusi signifikan terhadap munculnya tuberkulosis resisten multidrug (MDR-TB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakpatuhan pengobatan pada pasien TB paru terhadap terjadinya resistensi multidrug (MDR) di Klinik Paru RSUD Gambiran Kediri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel terdiri dari 37 pasien TB paru yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk menilai kepatuhan pengobatan dan checklist untuk mengidentifikasi kasus MDR yang dicurigai. Variabel independen adalah ketidakpatuhan pengobatan, sedangkan variabel dependen adalah terjadinya MDR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh terhadap pengobatan TB (31 responden; 84%), dan hampir semua responden diklasifikasikan sebagai kasus MDR yang dicurigai (36 responden; 97%). Analisis regresi logistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara ketidakpatuhan pengobatan dan terjadinya MDR (p = 0,000; α < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap pengobatan TB secara signifikan meningkatkan risiko resistensi multidrug. Oleh karena itu, meningkatkan kepatuhan pasien melalui edukasi berkelanjutan, supervisi, dan dukungan dari penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk mencegah TB MDR dan meningkatkan hasil pengobatan.Downloads
Published
2026-01-20
How to Cite
Firdaus, R. A. O., Hidayah, A. N., Muslim, A., & Indrawati, U. (2026). Pengaruh Ketidakpatuhan Berobat terhadap Kejadian Multidrug-Resistant Tuberkulosis Paru di Poli Paru RSUD Gambiran Kediri. Jurnal Ners, 10(1), 1704–1707. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54558
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






