Efektivitas Senyawa Fitokimia Benalu dari Berbagai Tanaman Inang Sebagai Agen Antidiabetes : Suatu Systematic Review
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54152Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi dan risiko komplikasi serius, sehingga diperlukan terapi alternatif yang aman dan efektif. Tanaman benalu (Loranthaceae) mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai agen antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas antidiabetes benalu dari berbagai tanaman inang melalui systematic review. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan pada 2013–2023. Studi in vivo dan in vitro yang melaporkan aktivitas antidiabetes benalu dengan identifikasi inang yang jelas diinklusi, sedangkan artikel tanpa data kuantitatif dikecualikan. Sebanyak 12 studi dianalisis, meliputi benalu pada inang kersen (4 studi), duku (3), kelor (1), rambutan (1), kayu jawa (1), mangga (1), dan Sebastiania bonplandiana (1). Aktivitas antidiabetes ditunjukkan melalui penurunan kadar glukosa darah 23–56,52%, inhibisi enzim α-glukosidase dan α-amilase (IC₅₀ 57,29–92 ppm), serta penurunan marker stres oksidatif dan inflamasi. Disimpulkan bahwa aktivitas antidiabetes benalu bersifat inang spesifik, dengan benalu dari inang duku, kersen, dan S. bonplandiana menunjukkan efektivitas paling konsisten dan berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka.Downloads
Published
2026-01-26
How to Cite
Melani, N. K., Wahyuni, N. P. D. S., Dewi, M. D. P., Ayunda, A. N. T., & Soedjono, R. (2026). Efektivitas Senyawa Fitokimia Benalu dari Berbagai Tanaman Inang Sebagai Agen Antidiabetes : Suatu Systematic Review. Jurnal Ners, 10(1), 2078–2085. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54152
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






