HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DI DESA WAISARISA KECAMATAN KAIRATU BARAT
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54141Abstract
Abstrak Tingginya angka kelahiran di Indonesia menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian khusus. Fokus utama pemerintah dalam menanggulangi tingginya angka kelahiran yaitu dengan mengembangkan dan melaksanakan program Keluarga Berencana (KB) yang komprehensif. Penggunaan alat kontrasepsi dapat dipengaruhi oleh beberapa karakteristik akseptor KB seperti usia dan paritas ibu. Usia sangat berpengaruh dalam mengatur jumlah anak yang dilahirkan. Paritas menjadi salah satu keputusan ibu dalam memilih dan menggunakan alat kontrasepsi yang baik dalam jangka waktu yang panjang. Jumlah anak hidup sangat mempengaruhi pasangan usia subur dalam menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan usia dan paritas dengan penggunaan alat kontrasepsi. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Wanita Usia Subur dengan besar sampel 99 responden dengan menggunakan tekhnik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian diketahui variabel usia ρ value 0.247 dan variabel paritas ρ value 0.137 dimana > α (0.05). Kesimpulan didapatkan bahwa tidak ada hubungan usia dan paritas dengan penggunaan alat kontrasepsi pada Wanita Usia Subur di Desa Waisarisa. Kata Kunci: usia; paritas; penggunaan alat kontrasepsiDownloads
Published
2026-01-27
How to Cite
Mardjuky, M. (2026). HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DI DESA WAISARISA KECAMATAN KAIRATU BARAT. Jurnal Ners, 10(1), 2130–2136. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54141
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






