Analisis Kejadian Berulang TB Paru di Kabupaten Merauke, Papua Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54028Abstract
Tuberkulosis (TB) paru merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang mendesak di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Merauke yang mencatat prevalensi tinggi. Kejadian berulang TB Paru di wilayah ini diduga kuat berkaitan erat dengan aspek sosial dan budaya setempat yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh pengobatan tradisional, stigma sosial, dan budaya kumpul keluarga terhadap kejadian berulang TB Paru di Kabupaten Merauke. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study, penelitian ini melibatkan 94 responden penderita TB Paru. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk melihat pengaruh simultan (Uji F) dan parsial (Uji T). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel pengobatan tradisional, stigma sosial, dan budaya kumpul keluarga berpengaruh signifikan terhadap kejadian TB (Sig 0,000). Secara parsial, pengobatan tradisional (p=0,012) dan kebiasaan kumpul keluarga (p=0,000) teridentifikasi sebagai determinan dominan yang meningkatkan risiko kejadian berulang. Sementara itu, stigma sosial ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan (p=0,783). Kesimpulannya, faktor kebiasaan dan budaya masyarakat menjadi pemicu utama masalah ini. Disarankan agar program pengendalian TB di Merauke mengadopsi pendekatan sensitif budaya untuk meminimalkan risiko penularan akibat interaksi sosial yang intens serta menyelaraskan persepsi pengobatan masyarakat.Downloads
Published
2026-01-30
How to Cite
Laga, E. A., Utami, T. F. C. T., & Marpaung , D. D. R. (2026). Analisis Kejadian Berulang TB Paru di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Jurnal Ners, 10(1), 2349–2354. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.54028
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






