Analisis Hubungan Faktor Sosiodemografis dengan Gangguan Mental Emosional pada Pekerja Kantor di Industri Hulu Migas dalam Implementasi Sistem Manajemen K3l
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.53112Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan factor sosiodemografis yang berhubungan dengan gangguan mental emosional (GME) pada pekerja kantor di salah satu perusahaan hulu minyak dan gas di Indonesia. Studi menggunakan desain potong lintang dengan 176 responden yang dipilih melalui metode total sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Self Reporting Questionnaire (SRQ-20) yang telah tervalidasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi GME termasuk kategori sedang. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, status pernikahan, dan jabatan berhubungan signifikan dengan GME. Namun, hasil analisis multivariat menemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin dan usia. Pekerja perempuan memiliki risiko empat kali lipat lebih tinggi mengalami GME dibandingkan pria, sedangkan kelompok usia muda lebih rentan dibandingkan kelompok usia lebih tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi promotif dan preventif diperlukan, terutama bagi kelompok berisiko seperti pekerja perempuan dan usia muda. Rekomendasi meliputi skrining rutin, program dukungan psikososial, pelatihan manajemen stres, dan penguatan budaya kerja yang mendukung kesehatan mental.Downloads
Published
2026-01-31
How to Cite
Arief, R., Setiawan, E., Rahmawati, R., & Ariyani, N. (2026). Analisis Hubungan Faktor Sosiodemografis dengan Gangguan Mental Emosional pada Pekerja Kantor di Industri Hulu Migas dalam Implementasi Sistem Manajemen K3l. Jurnal Ners, 10(1), 2435–2443. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.53112
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






