Potensi Food Bar Berbahan Daun Kelor, Mocaf, dan Ikan Kembung Sebagai Sumber Zat Besi, Vitamin C, dan Vitamin A Untuk Pencegahan Anemia Remaja Putri
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.52419Abstract
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang cukup tinggi. Kekurangan zat besi, vitamin A, dan vitamin C merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi food bar berbasis tepung daun kelor, tepung mocaf, dan tepung ikan kembung sebagai pangan fungsional pencegahan anemia. Penelitian dilakukan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga formulasi (F1, F2, dan F3) dan dua kali ulangan. Analisis kandungan zat gizi dilakukan dengan metode ICP-OES untuk zat besi serta HPLC untuk vitamin A dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F3 memiliki kandungan zat besi tertinggi yaitu 3,62 ± 0,04 mg/g, sedangkan formula F2 memiliki kandungan vitamin A tertinggi sebesar 171,87 ± 2,35 mg/g. Kandungan vitamin C tidak terdeteksi pada semua formula, diduga akibat degradasi selama proses pengolahan termal. Secara keseluruhan, food bar berbahan dasar daun kelor, mocaf, dan ikan kembung memiliki potensi sebagai sumber zat besi dan vitamin A yang dapat mendukung pencegahan anemia pada remaja putri meskipun diperlukan strategi pengolahan lebih lanjut untuk mempertahankan vitamin C.Downloads
Published
2026-01-16
How to Cite
Kineisha, P., Ilmi, I. M. B., & Octaria, Y. C. (2026). Potensi Food Bar Berbahan Daun Kelor, Mocaf, dan Ikan Kembung Sebagai Sumber Zat Besi, Vitamin C, dan Vitamin A Untuk Pencegahan Anemia Remaja Putri. Jurnal Ners, 10(1), 1658–1664. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.52419
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






