Studi Komperatif Antara Metode Pijat Oksitosin dengan Daun Katuk Dalam Meningkatkan Produksi Asi Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v9i4.50896Abstract
Latar Belakang: Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis, salah satunya dengan pijat oksitosin dan konsumsi daun katuk. Pijat oksitosin dapat merangsang refleks let down sehingga membantu pengeluaran ASI, sedangkan daun katuk mengandung senyawa laktagogum yang dipercaya meningkatkan sekresi ASI. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan efektivitas pijat oksitosin dan konsumsi daun katuk dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu tahun 2025. Metode: Penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control two group. Sampel berjumlah 120 ibu menyusui dengan produksi ASI rendah, dibagi menjadi dua kelompok: 60 responden pijat oksitosin dan 60 responden konsumsi daun katuk. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil: Pada kelompok daun katuk, produksi ASI meningkat dari kategori cukup (55%) menjadi banyak (83,3%), sedangkan pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari cukup (55%) menjadi banyak (75%). Uji Wilcoxon menunjukkan kedua intervensi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI (p = 0,000 < 0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua metode (p = 0,144 > 0,05). Kesimpulan dan Saran: Pijat oksitosin dan konsumsi daun katuk sama-sama efektif meningkatkan produksi ASI dan dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis bagi ibu menyusui dengan produksi ASI rendah.Downloads
Published
2025-10-31
How to Cite
Wahyuni, N. I., Sari, A. D., Wati, K., Wulandari, O. D., & Aprilia, D. (2025). Studi Komperatif Antara Metode Pijat Oksitosin dengan Daun Katuk Dalam Meningkatkan Produksi Asi Tahun 2025. Jurnal Ners, 9(4), 7768–7773. https://doi.org/10.31004/jn.v9i4.50896
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






