The 2022 Russo-Ukrainian War As Failure Of Conventional Deterrence
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.7856Abstract
Artikel ini bertujuan menganalisa faktor di balik keputusan Rusia untuk menyerang Ukraina dalam Perang Rusia-Ukraina 2022. Rusia dan Ukraina, dua negara dengan relasi yang bercirikan ketegangan dan permusuhan, menghadapi peningkatan ketegangan saat Rusia melaksanakan dua penempatan kekuatan militer di dekat Ukraina antara April 2021 hingga Februari 2022. Meski ada pendapat bahwa Rusia tidak berniat melancarkan aksi militer, Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari 2022. Untuk menganalisa masalah tersebut, artikel ini mengimplementasikan teori Deteren Konvensional Mearsheimer sebagai kerangka analisa. Deteren Konvensional menyatakan eskalasi krisis menjadi perang bergantung keberhasilan atau kehahalan deteren terhadap negara penyerang dari negara bertahan. Deteren kemungkinan gagal jika penyerang memiliki keunggulan militer kuantitatif, persenjataan kedua pihak didominasi senjata ofensif, dan penyerang mempersepsikan bisa berhasil melancarkan perang blitzkrieg. Sesuai dengan teori tersebut, artikel ini menemukan Rusia secara umum memiliki keunggulan personil dan materiil lebih dari tiga-banding-satu dibandingkan dengan Ukraina. Selain itu, militer Rusia dan Ukraina didominasi senjata dengan kapabilitas ofensif yang digunakan secara ofensif, termasuk pesawat udara tanpa awak, rudal jarak jauh, dan artileri berat. Terakhir, kalangan keamanan nasional Rusia mempersepsikan bahwa perang blitzkrieg dapat dilancarkan di Ukraina.Downloads
Published
2022-10-23
How to Cite
Mahendra, D. P. . . (2022). The 2022 Russo-Ukrainian War As Failure Of Conventional Deterrence. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(5), 7105–7117. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.7856
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2022 Damar Putra Mahendra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





.png)









