Analisis Penerapan Koordinasi Simpang Bersinyal pada Simpang Bekasi Timur dan Simpang DPRD
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.11082Abstract
Kota Bekasi sebagai pusat kawasan kegiatan ekonomi nasional tentu memberikan pengaruh yang signifikan terutama dalam bidang industri. Perjalanan komuter dalam jumlah besar terjadi pada ruas Jalan Chairil Anwar. Kemacetan lalu lintas terjadi di sepanjang ruas Jalan Chairil Anwar terutama pada Simpang Bekasi Timur dan Simpang DPRD yang keduanya merupakan simpang bersinyal (APILL). Kemacetan semakin meningkat pada jam puncak mengingat kedua simpang ini merupakan rute perjalanan arus lalu lintas dari/ke kawasan industri (MM2100 dan Jababeka) dan juga Simpang Bekasi Timur termasuk rute perjalanan arus lalu lintas dari/ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kinerja lalu lintas eksisting, optimalisasi waktu hijau, dan koordinasi simpang bersinyal Simpang Bekasi Timur dan Simpang DPRD. Metode penelitian dilakukan dengan membuat model yang valid menggunakan simulasi perangkat lunak Vissim. Model akan digunakan untuk mencari kinerja lalu lintas ruas dan simpang kondisi eksisting maupun penanganan. Data yang dibutuhkan adalah data jaringan jalan, data wilayah studi, dan tata guna lahan yang diambil dari data sekunder, sedangkan data inventarisasi jalan dan simpang, data gerakan membelok dan data kecepatan didapatkan dari data primer dengan melakukan survei inventarisasi, survei gerakan membelok (CTMC) dan survei kecepatan sesaat. MKJI digunakan untuk analisis nilai kapasitas ruas, simpang dan juga optimalisasi simpang. Analisis dilakukan dengan menentukan waktu siklus optimal, coupling index, signal offset ideal, kapasitas dan juga efisiensi bandwith. Dari ketiga analisis tersebut akan didapatkan kinerja lalu lintas masing-masing alternatif. Hasil penelitian pada kondisi saat ini Simpang Bekasi Timur pada hari kerja di hari Selasa pagi memiliki nilai tundaan 87 detik (LOS F) dan hari libur Sabtu pagi 87 detik (LOS F). Simpang DPRD pada hari kerja di hari Selasa pagi memiliki nilai tundaan 47 detik (LOS E) dan hari libur di Sabtu pagi memiliki nilai tundaan 105 detik (LOS F). Penerapan optimalisasi simpang kinerja simpang hari kerja Selasa pagi simpang Bekasi Timur membaik menjadi 80 detik (LOS F) dan hari libur Sabtu pagi membaik menjadi 52 detik (LOS E). Hari kerja Selasa pagi nilai tundaan Simpang DPRD sedikit membaik menjadi 22 detik (LOS C) dan hari libur Sabtu pagi nilai tundaan meningkat menjadi 115 detik (LOS F). Penerapan simpang koordinasi kinerja simpang hari kerja Selasa pagi simpang Bekasi Timur membaik menjadi 61 detik (LOS F) dan hari libur Sabtu pagi membaik menjadi 44 detik (LOS E). Hari kerja Selasa pagi nilai tundaan Simpang DPRD sedikit membaik menjadi 25 detik (LOS D) dan hari libur Sabtu pagi nilai tundaan meningkat menjadi 109 detik (LOS F).Downloads
Published
2023-01-06
How to Cite
Aulia, R. . (2023). Analisis Penerapan Koordinasi Simpang Bersinyal pada Simpang Bekasi Timur dan Simpang DPRD. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 5(1), 997–992. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.11082
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2023 Rezka Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





.png)









