Perempuan dalam Konsep Keperawanan: Studi Feminis Tradisi Kain Keperawanan Penukal Abab Kabupaten Muara Enim Sumatera-Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.10833Abstract
Perempuan dalam konsep keperawanan adalah sebuah ketidakadilan gender yang masih membudaya. Konsep ini mengalir terus menerus dari generasi ke generasi, dengan pengharapan sebagai kontrol sosial perempuan yang belum menikah. Dari sisi lain tersebut, justru melahirkan permasalahan dalam psikologis kaum perempuan. Hanya perempuan yang dituntut menjaga kesuciannya, sedangkan kaum lelaki selalu bebas dari konsep keperjakaan. Kajian ini berupa kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi feminis dalam sebuah tradisi tentang konsep keperawanan yang selama ini telah membudaya. Agar antara lelaki dan perempuan dalam hal menjaga integritasnya, memiliki porsi yang sama. Melalui teori feminis radikal, yang membahas tentang tubuh juga hak reproduksi, seksualitas, seksisme, relasi kuasa perempuan dan laki-lakiDownloads
Published
2023-01-02
How to Cite
Andani, M. T. . (2023). Perempuan dalam Konsep Keperawanan: Studi Feminis Tradisi Kain Keperawanan Penukal Abab Kabupaten Muara Enim Sumatera-Selatan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 5(1), 20–27. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.10833
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2023 Mutia Tanseba Andani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





.png)









