ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK, POSISI TUBUH, DAN FAKTOR USIA TERHADAP RISIKO CEDERA MUSKULOSKELETAL PADA PEDAGANG AYAM POTONG DI KABUPATEN MUNA

Authors

  • Syarifail Palenda Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Halu Oleo
  • Syawal Kamiluddin Saptaputra Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Halu Oleo
  • Adius Kusnan Syawal Kamiluddin Saptaputra

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56781

Keywords:

beban kerja fisik, posisi tubuh, usia, musculoskeletal disorders, pekerja sektor informal.

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami oleh pekerja yang melakukan aktivitas fisik berat dan berulang. Pedagang ayam potong merupakan salah satu kelompok pekerja sektor informal yang berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal karena aktivitas kerja yang melibatkan beban fisik tinggi, posisi kerja yang tidak ergonomis, serta faktor usia pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja fisik, posisi tubuh, dan faktor usia terhadap risiko cedera muskuloskeletal pada pedagang ayam potong di Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 67 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko gangguan muskuloskeletal pada responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja fisik dengan risiko cedera muskuloskeletal (p = 0,001), posisi tubuh dengan risiko cedera muskuloskeletal (p = 0,012), serta faktor usia dengan risiko cedera muskuloskeletal (p = 0,012). Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja dengan beban kerja fisik tinggi, posisi kerja yang tidak ergonomis, serta usia yang lebih tua memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan muskuloskeletal. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui penerapan prinsip ergonomi kerja, pengaturan beban kerja, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja.

References

Anderson, V. P. (2011). Ergonomics and musculoskeletal disorders in the workplace. Journal of Occupational Health, 53(6), 423–428.

Bernard, B. P. (1997). Musculoskeletal disorders and workplace factors: A critical review of epidemiologic evidence for work-related musculoskeletal disorders of the neck, upper extremity, and low back. Cincinnati: National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).

Bridger, R. S. (2018). Introduction to ergonomics (4th ed.). Boca Raton: CRC Press.

Choobineh, A., Tabatabaei, S. H., Tozihian, M., & Ghadimi, H. (2007). Musculoskeletal problems among workers of an Iranian rubber factory. Journal of Occupational Health, 49(5), 418–423.

da Costa, B. R., & Vieira, E. R. (2010). Risk factors for work-related musculoskeletal disorders: A systematic review of recent longitudinal studies. American Journal of Industrial Medicine, 53(3), 285–323.

Dahlan, M. S. (2016). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Grandjean, E., & Kroemer, K. H. E. (2009). Fitting the task to the human: A textbook of occupational ergonomics (5th ed.). London: Taylor & Francis.

Hosmer, D. W., Lemeshow, S., & Sturdivant, R. X. (2013). Applied logistic regression (3rd ed.). New York: John Wiley & Sons.

International Labour Organization. (2019). Safety and health at the heart of the future of work: Building on 100 years of experience. Geneva: ILO.

Kuorinka, I., Jonsson, B., Kilbom, A., Vinterberg, H., Biering-Sørensen, F., Andersson, G., & Jørgensen, K. (1987). Standardised Nordic questionnaires for the analysis of musculoskeletal symptoms. Applied Ergonomics, 18(3), 233–237.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Punnett, L., & Wegman, D. H. (2004). Work-related musculoskeletal disorders: The epidemiologic evidence and the debate. Journal of Electromyography and Kinesiology, 14(1), 13–23.

Silverstein, B., Viikari-Juntura, E., & Kalat, J. (2008). Use of a prevention index to identify high-risk jobs for musculoskeletal disorders. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, 34(3), 210–219.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tarwaka. (2020). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja (Edisi revisi). Surakarta: Harapan Press.

World Health Organization. (2021). Musculoskeletal conditions. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-03-23

Issue

Section

Articles