FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TENAGA MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNA BARAT TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56780Keywords:
keselamatan dan kesehatan kerja, SOP, alat pelindung diri, budaya organisasi, tenaga medis.Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena tenaga medis memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, paparan bahan infeksius, serta penyakit akibat kerja. Lingkungan kerja rumah sakit yang kompleks menuntut adanya sistem keselamatan yang terstruktur untuk melindungi tenaga kesehatan dan menjamin kualitas pelayanan kepada pasien. Penerapan K3 di rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP), kepatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta budaya organisasi yang mendukung perilaku kerja yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan SOP, kepatuhan penggunaan APD, dan budaya organisasi terhadap penerapan K3 pada tenaga medis di RSUD Kabupaten Muna Barat tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 157 responden yang terdiri dari perawat dan bidan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi karakteristik responden, analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SOP (p=0,000), kepatuhan penggunaan APD (p=0,000), dan budaya organisasi (p=0,000) berpengaruh signifikan terhadap penerapan K3 tenaga medis. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi penerapan K3 (p=0,019; Wald=5,503). Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,243 menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 24,3% variasi penerapan K3.References
Achmad, R. (2022). Keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit. Jakarta: Rajawali Pers.
Arnetz, J. E. (2021). Underreporting of workplace violence in healthcare settings: Implications for safety climate and prevention. Journal of Occupational Health, 63(1), 1–9.
Cameron, K. S., & Quinn, R. E. (2011). Diagnosing and changing organizational culture: Based on the competing values framework (3rd ed.). San Francisco, CA: Jossey-Bass.
Dahlan, M. S. (2020). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan (Edisi 6). Jakarta: Epidemiologi Indonesia.
Dergipark. (2024). Trends of needlestick and sharp injuries in tertiary hospital (2018–2023). Journal of Occupational Health Studies, 12(2), 145–152.
Disnaker Sulawesi Tenggara. (2024). Laporan kasus kecelakaan kerja Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2024. Kendari: Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara.
Fazri, M. (2022). Faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat dalam perilaku kesehatan kerja tenaga medis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 98–106.
Frontiers in Public Health. (2024). Occupational exposure and sharp injuries among healthcare workers: A global perspective. Frontiers in Public Health, 12, 1–10.
Gershon, R. R. M., Stone, P. W., Zeltser, M., Faucett, J., MacDavitt, K., & Chou, S. S. (2022). Organizational climate and safety performance in healthcare settings. American Journal of Infection Control, 50(4), 402–408.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.
Halligan, M., & Zecevic, A. (2019). Safety culture in healthcare: A review of concepts, dimensions, measures and progress. BMJ Quality & Safety, 28(3), 1–8.
Hanvold, T. N., Wærsted, M., & Veiersted, K. B. (2019). Protective equipment and occupational health among healthcare workers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(10), 1–12.
Ivancevich, J. M., Konopaske, R., & Matteson, M. T. (2019). Organizational behavior and management (11th ed.). McGraw-Hill Education.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS). Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Standar keselamatan dan kesehatan kerja fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2024). Laporan tahunan kecelakaan kerja nasional tahun 2024. Jakarta: Kemnaker RI.
Komite Nasional Etik Penelitian Kesehatan. (2017). Pedoman nasional etik penelitian kesehatan. Jakarta: KNEPK.
Muthmainnah, S., Yusuf, A., & Hasanuddin. (2024). Evaluasi penerapan standar K3 rumah sakit di RS Ibnu Sina Makassar. Jurnal Manajemen Kesehatan, 12(1), 45–53.
Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Rahman, A., Lestari, D., & Hidayat, R. (2023). Compliance of personal protective equipment use and occupational infection risk among nurses and midwives. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(2), 120–129.
Rahmawati, I., Prasetyo, B., & Sari, M. (2023). Implementasi SOP dan hubungannya dengan keselamatan kerja tenaga kesehatan. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 9(1), 33–42.
Reason, J. (1997). Managing the risks of organizational accidents. Aldershot: Ashgate.
Reason, J. (2020). Safety culture and human error management in healthcare. Quality in Health Care, 29(1), 1–5.
Raveena, D. (2018). Organizational culture and employee safety performance in healthcare institutions. Journal of Health Management, 20(4), 450–460.
Rinawati. (2021). Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan faktor yang memengaruhinya pada tenaga kesehatan. Jurnal Kesehatan Kerja, 14(2), 87–95.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2018). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education.
Schein, E. H. (2017). Organizational culture and leadership (5th ed.). Wiley.
Simamora, R. H. (2020). Pengaruh penerapan SOP terhadap keselamatan kerja tenaga kesehatan di rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 23(3), 145–153.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.
Tarwaka. (2021). Keselamatan dan kesehatan kerja: Manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Surakarta: Harapan Press.
World Health Organization. (2020). Health worker safety: A priority for patient safety. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). Infection prevention and control in health care settings. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2024). Occupational health and safety for health workers: Global report. Geneva: WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Saharudin Saharudin, Syawal Kamiluddin Saptaputra, Asnia Zainuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


