MYASTHENIA GRAVIS
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56706Keywords:
Myasthenia gravis, Krisis myasthenia, neuromuscular junction, autoantibodiAbstract
Myasthenia gravis (MG) merupakan penyakit autoimun kronis pada neuromuscular junction yang ditandai oleh kelemahan otot yang bersifat fluktuatif dan memburuk dengan aktivitas serta membaik setelah istirahat. Salah satu komplikasi MG yang mengancam jiwa adalah krisis miastenik, yaitu perburukan akut yang melibatkan otot pernapasan dan/atau otot bulbar. Krisis miastenik memerlukan diagnosis dini dan tata laksana yang cepat serta komprehensif untuk mencegah kegagalan napas dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien perempuan berusia 39 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan sesak, kedua mata terasa berat dan sulit menelan. Pasien sebelumnya memiliki riwayat myasthenia gravis dan sedang menjalani pengobatan. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan neurologis, pemeriksaan penunjang laboratorium, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan menunjukkan pasien datang dengan keluhan sesak napas, sulit menelan, suara sengau dan melemah, ptosis bilateral, serta diplopia yang semakin memberat. Pemeriksaan neurologis menunjukkan ptosis bilateral, diplopia, paresis nervus kranialis III, IX, dan X, disartria, disfagia, serta tes Wartenberg dan single breath counting test yang positif. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hipokalemia. Berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis sebagai krisis miastenik grade IVB. Pasien mendapatkan terapi antikolinesterase, kortikosteroid, imunosupresan, namun belum mendapat terapi krisis miastenik berupa intravenous immunoglobulin dan plasmapheresis. Laporan kasus ini menunjukan bahwa myasthenia gravis merupakan penyakit autoimun kronis yang apabila memburuk dapat menjadi krisis myasthenia. Krisis myasthenia merupakan komplikasi berat dari myasthenia gravis yang dapat mengancam jiwa. Diagnosis yang cepat berdasarkan gambaran klinis serta penatalaksanaan yang tepat dan komprehensif sangat penting untuk mencegah kegagalan napas dan memperbaiki luaran klinis pasien.References
Gerischer, L., Doksani, P., Hoffmann, S., & Meisel, A. (2025). New and emerging biological therapies for myasthenia gravis: A focussed review for clinical decision-making. BioDrugs, 39, 185–213. https://doi.org/10.1007/s40259-024-00701-1
Aninditha, T., & Wiratman, W. (2022). Buku ajar neurologi (Buku 2). Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Dresser, L., Wlodarski, R., Rezania, K., & Soliven, B. (2021). Myasthenia Gravis: Epidemiology, Pathophysiology and Clinical Manifestations. Journal of Clinical Medicine, 10(11), 2235. https://doi.org/10.3390/jcm10112235
Estephan, E. P., Baima, J. P. S., & Zambon, A. A. (2022). Myasthenia gravis in clinical practice. Arquivos de neuro-psiquiatria, 80(5 Suppl 1), 257–265. https://doi.org/10.1590/0004-282X-ANP-2022-S105
Beloor Suresh, A., & Asuncion, R. M. D. (2023). Myasthenia gravis. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559331/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sherina Sherina, Irawaty Hawari, Sunaryo Sunaryo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


