PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN RESPIRASI RATE PADA PASIEN ASMA DI RUANG IGD BLUD RSU KOTA BANJAR
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56592Keywords:
Asma, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Pola Nafas Tidak efektif, Saturasi Oksigen, frekuensi nafas, Terapi ButeykoAbstract
Tujuan karya tulis ini melaksanakan asuhan keperawatan serta menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien asma dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di IGD BLUD RSU Kota Banjar. Metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah dua pasien dewasa, Ny. M dan Ny. S, yang datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian terdapat batuk berdahak, suara napas tambahan ( wheezing), dispnea, takipnea, retraksi dinding dada, penggunaan otot bantu napas, serta penurunan saturasi oksigen. Frekuensi napas Ny. M 30 x/menit saturasi oksigen 93% dan Ny. S 28 x/menit saturasi oksigen 94% sebelum intervensi. Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dengan tujuan dan kriteria hasil bersihan jalan napas meningkat diberikan intervensi manajemen jalan napas, dan pola napas tidak efektif dengan tujuan dan kriteria hasil pola napas membaik diberikan intervensi pemantauan respirasi, serta teknik pernapasan Buteyko selama 15 menit. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan frekuensi napas menjadi 22 x/menit saturasi oksigen 97 % pada Ny. M dan 21 x/menit saturaasi oksigen 97 % pada Ny. S, disertai berkurangnya retraksi dinding dada dan keluhan sesak. Kesimpulan bahwa penerapan teknik pernapasan Buteyko pada pasien gawat darurat mampu membantu memperbaiki pola napas secara efektif meskipun dilakukan dalam waktu singkat di Instalasi Gawat Darurat. Intervensi ini dapat dijadikan bagian dari asuhan keperawatan mandiri dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam penanganan pasien dengan gangguan pernapasan di IGD. Saran terapi Buteyko bisa menjadi salah satu terapi non farmakologi.References
Arif, M., Lestari, D., & Handayani, S. (2018). Pengaruh teknik pernapasan Buteyko terhadap penurunan gejala dan keparahan asma. Jurnal Keperawatan Respirasi, 6(1), 45–52.
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2019). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan indikator diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Djamil, M., Hasan, A., & Putri, R. A. (2020). Faktor pencetus dan eksaserbasi pada pasien asma. Jurnal Kesehatan Pernapasan Indonesia, 8(2), 75–83.
Fitriani, E., Suryani, N., & Rahmawati, D. (2018). Pengaruh teknik pernapasan Buteyko terhadap fungsi pernapasan pada pasien asma bronkial. Jurnal Keperawatan Klinis, 5(2), 85–93.
Fitriani, R., Sari, I. P., & Putra, A. R. (2018). Asma sebagai penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 6(2), 85–92.
Fitrina, E., Rahmawati, D., & Suryani, N. (2018). Pengaruh teknik pernapasan Buteyko terhadap kontrol asma pada penderita asma bronkial. Jurnal Keperawatan Klinis, 5(2), 85–92.
Gina Science Committee. (2023). Global burden of asthma and strategies for control. Journal of Allergy and Clinical Immunology, 151(2), 425–434.
Global Initiative for Asthma. (2023). Global strategy for asthma management and prevention. Global Initiative for Asthma (GINA).
Hayes, D. (2020). Genetic and environmental factors in asthma development and exacerbation. Journal of Respiratory Medicine, 114, 101–108.
Hidayat, A. (2022). Analisis Pola Napas pada Pasien dengan Gangguan Sistem Respirasi. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 6(2), 112-120.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pengendalian penyakit asma. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kristian. (2019). Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., & Harding, M. M. (2021). Medical-surgical nursing: Assessment and management of clinical problems (11th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
Maskhanah. (2018). Teknik pernapasan Buteyko terhadap penurunan kekambuhan asma. Jurnal Keperawatan Klinis, 6(1), 30–37.
Melastuti, E., Sari, R., & Hidayat, A. (2015). Asma bronkial: Pencegahan dan penatalaksanaan. Jakarta: EGC.
Mubarak, W. I., Chayatin, N., & Susanto, J. (2015). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Jakarta: Salemba Medika.
National Heart, Lung, and Blood Institute. (2020). Guidelines for the diagnosis and management of asthma. Bethesda, MD: U.S. Department of Health and Human Services.
Padila. (2018). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Yogyakarta: Nuha Medika.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2022). Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan asma di Indonesia. Jakarta: PDPI.
Pirdaus, A., Rahman, H., & Lestari, S. (2017). Pengaruh teknik pernapasan Buteyko terhadap kontrol pernapasan pada pasien asma bronkial. Jurnal Keperawatan Respirasi, 4(2), 65–72.
Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. (2019). Fundamentals of nursing (9th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI): Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Prasetyo, B. (2019). Karakteristik Suara Napas Tambahan pada Penderita Obstruksi Jalan Napas. Jurnal Respirologi Indonesia, 39(1), 45-53.
Rachmawati, D. (2021). Manajemen Bersihan Jalan Napas pada Pasien Asma Bronkial. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(3), 201-210.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2017). Buku ajar keperawatan medikal bedah Brunner & Suddarth (Edisi 13). Jakarta: EGC.
Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2017). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (13th ed.). Wolters Kluwer Health.
Smeltzer, S. C., Hinkle, J. L., Cheever, K. H., & Bare, B. G. (2020). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (14th ed.). Philadelphia, PA: Wolters Kluwer Health.
Sundaru, H., & Wiyono, W. H. (2019). Asma bronkial: Patogenesis, diagnosis, dan penatalaksanaan. Jurnal Respirologi Indonesia, 39(2), 95–108.
Supratti. (2020). Proses keperawatan dan aplikasi praktik keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Suryani, L., dkk. (2020). Studi Kasus Gawat Darurat: Manifestasi Klinis Takipnea pada Pasien Asma Akut. Jurnal Keperawatan Gawat Darurat, 5(4), 88-95.
Tarwoto, & Wartonah. (2019). Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan (Edisi revisi). Jakarta: Salemba Medika.
Wahid, A. (2013). Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.
Yasmara, D., Purnomo, A., & Rahmawati, I. (2016). Keperawatan medikal bedah: Sistem pernapasan. Jakarta: Penerbit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agni Agusti Alasypari, Elsa Lestari, Nabila Aulia Salsabila Elyana, Rika Septiani, Tiara Oktaviani, Vina Mardiana, Ida Rosidawati, Hana Aryani, Neni Nuraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


