ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG X RUMAH SAKIT JIWA X
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56500Keywords:
Skizofrenia, Halusinasi Pendengaran, Terapi Musik Klasik, Keperawatan JiwaAbstract
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang dapat mengganggu fungsi kognitif, emosional, dan sosial, serta meningkatkan risiko terjadinya perilaku maladaptif. Selain terapi farmakologis diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dan mudah diterapkan salah satunya terapi musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi musik klasik terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien skizofrenia. Penelitian menggunakan deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada 6 klien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di Ruang Perkutut Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Terapi musik klasik diberikan selama 15 menit per sesi selama empat hari berturut-turut, disertai penerapan strategi pelaksanaan keperawatan jiwa. Tingkat halusinasi diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi, intensitas, serta respons klien terhadap halusinasi pendengaran setelah pemberian terapi musik klasik. Selain itu, klien menunjukkan kondisi yang lebih tenang, mampu mengalihkan perhatian dari stimulus internal, dan memiliki peningkatan kemampuan dalam mengontrol halusinasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi musik klasik efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien skizofrenia, serta bisa digunakan sebagai terapi pendamping dalam asuhan keperawatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan mental.References
Amelia Sanada, S., & Imam Margatot, D. (2025). Pengaruh Penerapan Terapi Mendengarkan Musik Klasik Terhadap Perubahan Tingkat Gejala Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Di Rsjd Dr. Arif Zainudin Surakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 2964–2434. https://journal-mandiracendikia.com/jikmc
Anggri. (2020). Efektivitas Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.M. Ildrem Medan Tahun 2020. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (JKF), 3(1), 125–131. https://doi.org/10.35451/jkf.v3i1.527
Damayanti. (2014). Efektifitas Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Dengar Di RSJ Tampan Provinsi Riau. 1.
Dewi, J. P., Fani, G., Pradani, A. W., Amala, Q., Sarwani, D., Rejeki, S., Pramatama, S., & Wijayanti, M. (2025). SYSTEMATIC REVIEW : Faktor-Faktor Risiko Yang Memengaruhi Kualitas Hidup Penderita Skizofrenia. 6(2).
Dellazizzo. (2018). Virtual reality therapy for refractory auditory verbal hallucinations in schizophrenia: A pilot clinical trial. Schizophrenia Research, 197, 176–181. https://doi.org/10.1016/j.schres.2018.02.031
Erlanti, S., & Suerni, T. (2024). Penerapan terapi musik untuk mengurangi halusinasi pendengaran pada pasien dengan skizofrenia. Ners Muda, 5(1), 28. https://doi.org/10.26714/nm.v5i1.13163
Fatmawati. (2014). Faktor-Faktor Penyebab Skizofrenia (Studi Kasus Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta).
Hidayah, N., Rahmawati, N., & Nisma, N. (2024). Pengalaman Supportive Environtment Dalam Tiap Tahap Recovery Survivor Skizofrenia di Kalimantan Barat. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 4(2), 678–690. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i2.13175
Keliat. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa. Buku Kedokteran EGC.
Kemenkes. (2022). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2022 (Sk. P. Farida Sibuea, Ed.). Kementrian Kesehatan Indonesia.
Piola, W., & Firmawati, F. (2022). Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhdap Penurunan Gejala Pada Pasien Dengan Gangguan Sensori Persepsi Halusinasi Pendengaran Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan), 10(1), 1093. https://doi.org/10.31314/zijk.v10i1.1670
Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar.
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018 (Tim Riskesdas, Ed.). Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).
SKI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023.
Subotnik, K. L., Nuechterlein, K. H., Ventura, J., Gitlin, M. J., Marder, S., Mintz, J., Hellemann, G. S., Thornton, L. A., & Singh, I. R. (2011). Risperidone Nonadherence and Return of Positive Symptoms in the Early Course of Schizophrenia. In Am J Psychiatry (Vol. 168).
Thedora. (2024). Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Pada Tn. A Di Ruang Walet RSJ Provinsi Kalimantan Barat. Itekesmulkabar, 1–10.
Try Wijayanto, W., & Agustina, M. (2017). Efektivitas Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tanda dan Gejala pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 7.
Umsani, U., Trismiyana, E., & Gunawan, M. R. (2023). Asuhan Keperawatan terhadap Perubahan Perilaku Penderita Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia melalui Terapi Musik di Klinik Aulia Rahma Kota Bandar Lampung. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(2), 843–852. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i2.8368
Wahyuningtyas, D., Mualifah, L., & Aziz, A. (2023). Effectiveness of Classical Music Therapy to Reducing Auditory Hallucinations in Schizophrenic Patients (pp. 508–512). https://doi.org/10.2991/978-2-494069-49-7_84
Waja, N. T., Syafei, A., Putinah, P., & Latifah, L. (2023). Pengaruh Terapi Audio Murottal Al-Qur’an (Surah Ar-Rahman) Terhadap Skor Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Riset Media Keperawatan, 6(1), 7–14. https://doi.org/10.51851/jrmk.v6i1.362
WHO. (2022). World Health Statistics 2022 : Monitoring Health for the SDGs, Sustainable Development Goals. World Health Organization.
Yanti, D. A., Karokaro, T. M., Sitepu, K., . P., & Br Purba, W. N. (2020). Efektivitas Terapi Musik. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (Jkf), 3(1), 125–131.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fauzia Maulana Ferdiansyah, Rhendy Edytia, Agum Dwi Gumelar, Ananta Putra, Egi Asidiqi, Wildan Mawardi, Nia Restiana, Rosy Roswanty, Indra Gunawan, Saryomo Saryomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


