PENYUSUNAN REKOMENDASI UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PRIA DALAM KB MOP DI JAWA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56362Keywords:
bkkbn jawa timur, keluarga berencana, mop, partisipasi pria, perilaku kesehatan, vasektomiAbstract
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Timur bertanggung jawab melaksanakan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana, termasuk layanan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi gratis untuk mendorong partisipasi pria. Masalah utama adalah rendahnya partisipasi pria dalam MOP, hanya 20 akseptor dibandingkan 245 akseptor Metode Operasi Wanita (MOW) pada dua kali pelayanan serupa, dipicu norma sosial patriarkal, mitos efek samping, keterbatasan pengetahuan, dan minimnya dukungan pasangan. Tujuan penelitian adalah merumuskan rekomendasi efektif untuk meningkatkan keterlibatan pria dalam program KB MOP di Provinsi Jawa Timur. Penelitian menerapkan desain deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan program KB di BKKBN Jatim, dengan populasi pelayanan KB dan sampel observasi langsung pada dua kegiatan MOP-MOW menggunakan sampling purposif. Variabel utama meliputi partisipasi pria, faktor penghambat, serta solusi; data dikumpul melalui observasi partisipatif dan dokumentasi, dianalisis via reduksi data, narasi terstruktur, diagram fishbone, serta metode MEER (Methodology, Effectiveness, Efficiency, Relevance). Hasil observasi mengungkap disparitas signifikan (20 akseptor MOP vs 245 MOW), disebabkan faktor sosial-budaya seperti norma maskulinitas, akses informasi terbatas, persepsi keliru tentang keamanan vasektomi, dan kurang dukungan keluarga. Analisis prioritas MEER memprioritaskan Program Duta Pria KB MOP Ambassador (skor 320) sebagai solusi utama, didukung modul edukasi dan penyuluhan workplace. Partisipasi pria dalam MOP tetap rendah akibat hambatan multifaset, sehingga Program Duta Pria KB MOP direkomendasikan sebagai intervensi prioritas untuk membentuk role model, mengurangi stigma melalui testimoni autentik, dan meningkatkan partisipasi secara berkelanjutan guna mendukung tujuan penelitian.References
Alma, L. R. (2019). Ilmu kependudukan. Wineka Media.
Anifah, S., & Sari, N. (2022). Faktor penentu partisipasi pria dalam program KB vasektomi di Jawa Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(4), 250–260.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2017). Pedoman pengelolaan pendidikan kependudukan melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMP, SMA dan sederajat. Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Rencana strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tahun 2020–2024. Author.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2023). Laporan kinerja perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Author.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Becker, M. H. (1974). The health belief model and personal health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 324–508.
Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan. (2024). Petunjuk teknis penggunaan Sistem Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Kependudukan (SIMONEV PENDUK) versi 2. Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Hardee, K., Croce-Galis, M., & Gay, J. (2017). Male engagement in family planning: A review. Global Health: Science and Practice, 5(3), 418–433. https://doi.org/10.9745/GHSP-D-17-00072
Hull, T. H., & Hull, V. J. (2007). Changing marriage behaviour in Java. Population Studies, 61(2), 201–218.
Indriani, D. (2023). Sekolah siaga kependudukan. Kementerian Kependudukan.
Janz, N. K., & Becker, M. H. (1984). The health belief model: A decade later. Health Education Quarterly, 11(1), 1–47.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pelayanan KB metode operasi pria. Author.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2020). Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020–2024. Author.
Magnani, R. J., Vishwanath, S., & Karim, M. (1999). Men's reproductive health programs. International Family Planning Perspectives, 25(3), 123–130.
Nugroho, A. (2020). Norma maskulinitas dan penolakan vasektomi. Jurnal Sosiologi Kesehatan, 12(2), 89–102.
Republik Indonesia. (2024). Peraturan Presiden Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Sekretariat Negara.
Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the health belief model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.
Saraswati, D. (2019). Partisipasi pria dalam KB: Studi kualitatif di Surabaya [Tesis]. Universitas Airlangga.
United Nations Population Fund. (2020). Male involvement in family planning. Author.
Wahyuni, S. (2021). Analisis fishbone hambatan KB MOP. Media Kesehatan Masyarakat, 10(1), 45–55.
World Health Organization. (2019). Family planning/contraception methods. Author.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Imeldawati Tambunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


