HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MILLITUS TIPE 2

Authors

  • Widya Nardia Putri S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • M. Zul’Irfan S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Dendy Kharisna S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Afrida Sriyani S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56358

Keywords:

Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus Tipe 2, Kadar Gula Darah

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan kerja insulin. Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar utama dalam pengelolaan Diabetes Mellitus, namun tingkat aktivitas fisik pada pasien masih sering belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 144 orang. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data kadar gula darah diperoleh melalui pemeriksaan gula darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik kategori sedang, serta lebih dari setengah responden memiliki kadar gula darah kategori tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan p value 0,000 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Namun demikian, aktivitas fisik tetap berperan penting dalam pengelolaan Diabetes Mellitus apabila rekomendasi dengan pengaturan pola makan dan kepatuhan terhadap pengobatan.

References

Al, Balyan., et al. (2023). Hubungan Aktifitas Fisik Terhadap Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru. Jurnal Ners, 9, 1302–1308.

AryatikaHad, K., & Amin, R. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kontrol Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Ensiklopedia of Journal, 7(1), 76–82.

American Diabetes Association. (2024). Standards of Care in Diabetes—2024. Diabetes Care, 47(Suppl. 1), S1–S350.

Azzahra, R., Asnindari, L. N., & Ruhyana. (2025). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM tipe 2. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–53.

Collins, S. P., et al. (2024). Primary care challenges in glycemic control among type 2 diabetes patients. Journal of Diabetes Research, 1–9.

Dinas Kesehatan Pekanbaru. (2024). Profil Dinas Kesehatan Pekanbaru. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Saatnya Mengatur Simanis. Sehat Negriku Sehatlah Bangsaku.https://sehatnegeriku

Komariah, K., & Sri, R. (2020). Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Pratama Rawat Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 41–50. https://doi.org/10.34035/Jk.V11i1.412

Lemone, P., & Burke, M. (2020). Buku Ajaran Keperawatan Medikal Bedah. (5th ed.). Jakarta: EGC.

Masruroh, Eny. (2020). Hubungan Umur Dan Status Gizi Dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan

Muthmainnah, A., Said, M. F. M., Nulanda, M., Millaty, A., Dirgahayu, H., & Safei, I. (2025). pISSN:2355-7583 | eISSN:2549-4864 http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan. 12(8), 1617–1628.

Notoadmodjo S (2020). Ilmu Perilaku Kesehatan . Jakarta: Rineka cipta.

PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI.

Suiraoka, I. (2022). Penyakit Degeneratif: Mengenal, Mencegah dan Mengurangi Faktor Risiko 9 Penyakit Degeneratif (Pertama). Yogyakarta: NuhaMedika.

Supardi, S., Ayubbana, S., Inayati, A., & Dewi, N. R. (2025). Factors That Influence the Event Diabetes Millitus at Sumbersari Bantul Hospital Metro City. Malahayati Nursing Journal, 7(2), 908–921. https://doi.org/10.33024/mnj.v7i2.18006

Trisnawati, S. K. &Setyorogo, S. (2022). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Jurnal Ilmu Kesehatan, 5 (1).

Utami, M. (2021). Pengaruh Aktivitas, Leverage, dan Pertumbuhan Perusahaan dalam memprediksi Financial Distress Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur.

Von Lanthen, G., & Marques-Vidal, P. (2024). Physical activity and glycemic control in type 2 diabetes. BMC Endocrine Disorders, 24(1), 1–10.

Wahyu, W. D., & Sayekti, S. P. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi.

Wisnawa., et al. (2021). Aktivitas fisik dan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Jurnal Keperawatan, 9(2), 112–119.

World Health Organization. (2024). Diabetes World Health Organization. World HealthOrganization.https://www.who.int/news-room/fact sheets/detail/diabetes

World Health Organization. (2022). Guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2023). Diabetes Fact Sheet. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-03-27

Issue

Section

Articles