HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56357Keywords:
Kecemasan, kualitas tidur, tuberkulosis paruAbstract
Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat menimbulkan keluhan fisik maupun psikologis. Salah satu dampak psikologis yang sering muncul adalah kecemasan yang berpotensi memengaruhi kualitas tidur pasien. Gangguan tidur pada pasien tuberkulosis dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menghambat proses pemulihan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada responden tuberkulosis paru dewasa diwilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional ini Penelitian ini diikuti oleh sebanyak 87 responden yang telah ditentukan sesuai kriteria penelitian. menggunakan Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi penelitian.Variabel independen adalah tingkat kecemasan dan Kualitas tidur ditetapkan sebagai variabel dependen dalam penelitian ini. Tingkat kecemasan diukur dengan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), Sementara itu, kualitas tidur dievaluasi dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis dengan menggunakan uji Spearman rank. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden memiliki kualitas tidur buruk dan tingkat kecemasan ringan hingga sedang. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur dengan nilai p sebesar 0,060 (p > 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur, sehingga dapat dikatakan bahwa kemungkinan terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas tidur pasien tuberkulosis paru.References
Abner Eleazar Castro Olivas, T. M. L. S. (2022). Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien tuberkulosis paru di RS Advent Medan. International Journal of Machine Tools and Manufacture, 5(1), 86–96. https://doi.org/10.1016/j.mfglet.2017.12.003
Amalia, W., Abdilah, H., & Tarwati, K. (2023). Gambaran tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir program studi pendidikan profesi ners. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 3(10), 3326–3337. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i10.11298
Banyumas, Profil Kesehatan. (2024). Profil Kesehatan Banyumas 2024.
Dewi, B. A. S., Sari, I. R. P., Agustin, D., & Sari, S. A. (2022). Kecemasan pada penderita tuberculosis. Jurnal Kesehatan, 11(2), 174–177. https://doi.org/10.46815/jk.v11i2.108
Dinkes Jateng. (2023). Profil kesehatan Jawa Tengah 2023.
Hanisa, N. (2022). Gambaran kualitas tidur pada penderita tuberkulosis. http://repository.upi.edu/id/eprint/75957
Kementrian Kesehatan. (2022). Profil kesehatan.
Khoerunisa, E. F., Setiawan, A., Tarjuman, T., & Fathudin, Y. (2023). Lama pengobatan terhadap tingkat kecemasan pasien TB paru di Poli Paru RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat. Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale, 3(1), 44–51. https://doi.org/10.34011/jkifn.v3i1.1362
Making, M. A., Banhae, Y. K., Aty, M. Y. V. B., Mau, Y., Abanit, P., & Israfil. (2023). Analisa faktor pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan TB paru pada kontak serumah selama era new normal COVID-19. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 43–50.
Manoppo, M. W., Pitoy, F. F., & Abigael, T. (2023). Kualitas tidur pada mahasiswa profesi ners Universitas Klabat. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 3(7), 2098–2107. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i7.10717
Marisa, D. E., Syaripudin, A., & Program Studi Ilmu Keperawatan. (2020). The correlation between anxiety and sleep quality in tuberculosis patients in the work area of public health center Sitopeng. Jurnal Kesehatan Mahardika, 7(2), 1–5.
Nasution, F., Ramadhani, S. A., & Zein, N. H. (2025). Mengenali kebutuhan serta pemenuhannya dan batasan usia dewasa madya serta ciri-ciri. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 1882–828.
Nisa, C. (2020). Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas tidur pasien TBC di Puskesmas Kecamatan Tebet. Perpustakaan Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ, 1(1), 22–31.
Rasyid, A., & Heryawan, L. (2023). Klasifikasi penyakit tuberculosis (TB) organ paru manusia berdasarkan citra rontgen thorax menggunakan metode convolutional neural network (CNN). Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 11(1), 35–44. https://doi.org/10.33560/jmiki.v11i1.484
Salsabila, D. S., & R. Azizah. (2022). Faktor risiko kejadian tuberkulosis paru di Indonesia. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(9), 1054–1062.
SaThierbach, K., et al. (2020). Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi ketidakpatuhan berobat penderita TBC paru di Kabupaten Jember. Proceedings of the National Academy of Sciences, 3, 1–15.
Silalahi, K. L., Zalukhu, W. P., Ndruru, E. K., & Aritonang, F. A. N. (2020). Pengaruh terapi foot massage terhadap kualitas tidur pasien TB paru. British Medical Journal, 2(5474), 1333–1336.
Sulana, I., Sekeon, S., & Mantjoro, E. (2020). Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Samratulangi. Jurnal KESMAS, 9(7), 37–45.
Tamunu, M. S., Pareta, D. N., Hariyadi, H., & Karauwan, F. A. (2022). Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak daun benalu pada kersen Dendrophtoe pentandra (L.) dengan metode DPPH. Biofarmasetikal Tropis, 5(1), 79–82. https://doi.org/10.55724/jbiofartrop.v5i1.378
Wirakhmi, I. N., Ningrum, E. W., & Kristianto, G. B. (2025). Pemberdayaan Kader Dalam Penatalaksanaan Tuberculosis Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Kebocoran. 4(4), 2335–2341.
World Health Organization, & Regional Office for South-East Asia. (2023). The platinum decade: Accelerating health for billions.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Risma Yuliani, Ikit Netra Wirakhmi, Suci Khasanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


