HUBUNGAN KEPADATAN PENDUDUK DAN SANITASI AMAN DENGAN KASUS DBD JAWA BARAT 2024

Authors

  • Shoofiyah Nabilah S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56240

Keywords:

analisis spasial, DBD, Jawa Barat, kepadatan penduduk, sanitasi aman

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis vektor yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah kasus yang tinggi dan tersebar di seluruh kabupaten/kota. Faktor lingkungan seperti kepadatan penduduk dan akses sanitasi aman diduga berperan dalam dinamika penularan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sebaran kasus DBD secara spasial serta menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dan akses sanitasi aman berupa kepemilikan jamban sehat dengan kasus DBD di Provinsi Jawa Barat tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan spasial menggunakan data sekunder dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 pada 27 kabupaten/kota. Analisis dilakukan melalui pemetaan menggunakan Quantum Geographic Information System (QGIS) serta uji korelasi Spearman menggunakan software R untuk mengetahui hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus DBD tersebar di seluruh wilayah dengan kecenderungan lebih tinggi di daerah perkotaan. Uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk dengan kasus DBD di Provinsi Jawa Barat tahun 2024 (p-value = 0,093; r = 0,33). Sebaliknya, akses sanitasi aman berupa kepemilikan jamban sehat menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kasus DBD di Provinsi Jawa Barat tahun 2024 (p-value = 0,030; r = 0,42). Faktor sanitasi memiliki keterkaitan yang lebih kuat dibandingkan kepadatan penduduk dalam hubungannya dengan kasus DBD di Provinsi Jawa Barat tahun 2024. Oleh karena itu, pengendalian DBD perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pengelolaan sanitasi dan perilaku masyarakat.

References

Asri Dreamy Pamuncak, F. (2025). Analisis Spasial Kasus Demam Berdarah Dengue dan Hubungannya Dengan Kepadatan Penduduk Di Kabupaten Bogor Tahun 2024. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4 (1). https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj

Ayuningtyas, A. (2023). Analisis Hubungan Kepadatan Penduduk dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(2), 419–426. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i2.772

Bulu, Y., Junias, M., & Ndun, H. (2022). House Sanitation, Larvae Presence and Dengue Hemorrhagic Fever Incidence in Langga Lero Village, Southwest Sumba District. Media Kesehatan Masyarakat, 4(2), 228-234. https://doi.org/10.35508/mkm.v4i2.5404

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2024. Denpasar: Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2023. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2024. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Fuadzy, H., Widawati, M., Astuti, E. P., Prasetyowati, H., Hendri, J., Nurindra, R. W., & Hodijah, D. N. (2020). Risk factors associated with Dengue incidence in Bandung, Indonesia: a household based case-control study. Health Science Journal of Indonesia, 11(1), 45–51. https://doi.org/10.22435/hsji.v11i1.3150

Irennius Girsang, V., Sentosa Harefa, H., Laura Mariati Siregar, L., & Sirait, A. (2024). Kepadatan Penduduk Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kota Medan. Jurnal Keperawatan Cikini, 5 (2). https://doi.org/https://doi.org/10.55644/jkc.v6i02.177

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemkes RI). (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kemkes RI.

Kularatne, S. A., & Dalugama, C. (2022). Dengue infection: Global importance, immunopathology and management. Clinical medicine (London, England), 22(1), 9–13. https://doi.org/10.7861/clinmed.2021-0791

Nanda, M., Sibarani, A. A. R., Rizki, A. A., Natasya, D. A. A., & Syahputri, N. N. (2024). The relationship between sanitation facilities and dengue fever incidents on Jl. Aman, Tanjung Balai City, Simardan Island. Journal of Health Science, 9(2), 38–45. https://doi.org/10.24929/jik.v9i2.3526

Putra, R. G. I. (2023). Geographic Information System on Cases of Dengue Hemorrhagic Fever in Sidoarjo Regency in 2019. Media Gizi Kesmas, 12(1), 367–373. https://doi.org/10.20473/ mgk.v12i1.2023.367-373

Putri, S., Hakim, H., Ernyasih. (2025) “KEPADATAN PENDUDUK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA JAKARTA SELATAN TAHUN 2024” (2025) Medic Nutricia : Journal Ilmu Kesehatan, 17(1), pp. 41–50. Available at: https://cibangsa.com/index.php/medicnutriciajournal/article/view/4261

Salsabila, S. A., & Rahman, F. S. (2025). Hubungan KEK dan preeklampsia dengan kejadian BBLR di Provinsi Bali tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4), 3-4. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.51912

Sintia, N., & Hendrati, L. Y. (2023). Relationship between Dengue Hemorrhagic Fever with Population Density in East Java 2019-2020). Media Gizi Kesmas, 12(2), 583–588. https://doi.org/10.20473/ mgk.v12i2.2023.583-588

World Health Organization. (2025). Dengue and severe dengue [Fact sheet]. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-s

World Health Organization (2024). Dengue-Global situasion. World Health Organization. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2024-DON518

Yuliana, R., Rahmaniati, M., Apriantini, I., & Triarjunet, R. (2022). Pemetaaan Kerawanan dan Penentuan Prioritas Penanganan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Padang. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 5 (5).

Downloads

Published

2026-03-27

Issue

Section

Articles