ASUHAN AKUPUNKTUR PADA PASIEN OBESITAS DI GRIYA SEHAT MUTIARA 28 KABUPATEN BOGOR
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56205Keywords:
akupunktur, obesitas, panas lambung, studi kasus, terapi komplementerAbstract
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik, penyakit tidak menular, serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh pola makan yang tidak seimbang, konsumsi makanan tinggi kalori dan pedas, serta rendahnya aktivitas fisik. Berbagai pendekatan terapi digunakan untuk mengatasi obesitas, salah satunya adalah akupunktur sebagai terapi komplementer yang diketahui mampu membantu mengontrol nafsu makan, memperbaiki fungsi pencernaan, serta menyeimbangkan energi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan akupunktur pada pasien obesitas dengan diagnosis sindrom panas di lambung. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif pada satu pasien perempuan berusia 22 tahun yang menjalani terapi di Griya Sehat Mutiara 28 Kabupaten Bogor. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive sampling. Variabel yang diamati meliputi perubahan berat badan serta tanda dan gejala sindrom akupunktur. Pengumpulan data dilakukan melalui empat metode pemeriksaan akupunktur, yaitu inspeksi, auskultasi dan olfaksi, wawancara, serta palpasi, yang dilengkapi dengan pengukuran indeks massa tubuh dan dokumentasi perkembangan terapi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pemeriksaan antar sesi terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah enam sesi terapi akupunktur terjadi penurunan berat badan sebesar 2,5 kg yang disertai dengan perbaikan kondisi klinis, seperti berkurangnya nafsu makan berlebih, meningkatnya kualitas tidur, serta menurunnya keluhan asam lambung. Temuan ini menunjukkan bahwa asuhan akupunktur dengan prinsip membersihkan panas lambung dan meregulasi Qi berpotensi membantu menurunkan berat badan pada pasien obesitas sebagai terapi komplementer yang relatif aman.References
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Laporan Tematik Survei Kesehatan Indonesia 2023: Potret Kesehatan Indonesia. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/5537/
Carson-DeWitt, R., & Davidson, T. (2020). Obesity. In The Gale Encyclopedia of Medicine (6 ed., hal. 3703–3713).
Flores Cordero, J. A., Pérez Pérez, A., Jiménez Cortegana, C., Alba, G., Flores Barragán, A., & Sánchez Margalet, V. (2022). Obesity as a risk factor for dementia and Alzheimer’s disease: The role of leptin. International Journal of Molecular Sciences, 23(9), 5202. https://doi.org/10.3390/ijms23095202
Ginting, E., & Wiradharma, G. (2022). Live in stigma: Fat shaming of women. Ekspresi dan Persepsi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 1–13. https://doi.org/10.33822/jep.v6i1.4924
Knudsen, S. (2019). Acupuncture for Weight Loss. Books on Demand.
Kutty, P. K., & Kutty, M. K. (2021). Obesity and Skin Problems. Springer.
Li, C., Zhang, H., & Li, X. (2020). The mechanism of traditional Chinese medicine for the treatment of obesity. Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity, 13, 3371–3381. https://doi.org/10.2147/DMSO.S274534
Liu, Y., Zhang, C., & Wang, J. (2021). Mechanism of action of acupuncture in obesity. Frontiers in Endocrinology, 12, 632324. https://doi.org/10.3389/fendo.2021.632324
McGowan, B. (2025). Pharmacological treatments for obesity in adults. Nature Medicine. https://doi.org/10.1038/s41591-025-03978-z
Nugroho, H. A., & Rosyidah, D. U. (2021). Analisis efektivitas orlistat terhadap penurunan berat badan pada penderita obesitas. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Pedersen, S. D., Manjoo, P., Dash, S., Jain, A., Pearce, N., & Poddar, M. (2025). Pharmacotherapy for obesity management in adults: 2025 clinical practice guideline update. CMAJ, 197(27), E797–E809. https://doi.org/10.1503/cmaj.250000
Rajin, M., Masruroh, & Ghofar, A. (2020). Panduan Babon Akupuntur. Indoliterasi.
Saavedra, R., Ramirez, B., & Jay, B. (2025). Strategies to Manage Obesity: Lifestyle. Methodist DeBakey Cardiovascular Journal, 21(2), 53–61. https://doi.org/10.14797/mdcvj.1510
Salim, B. R. K., Wihandani, D. M., & Dewi, N. N. A. (2021). Obesitas sebagai faktor risiko terjadinya peningkatan kadar trigliserida dalam darah: Tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis, 12(2), 519–523. https://doi.org/10.15562/ism.v12i2.1063
Saputra, K. (2017). Akupunktur Dasar (2 ed.). Airlangga University Press.
Tappia, P. S., Ramjiawan, B., & Dhalla, N. S. (2020). Pathophysiology of Obesity Induced Health Complications. Springer.
Tashiro, T. (2018). Efficacy and safety of lipase inhibitor orlistat. Journal of Obesity, 2018, 4196747.
WHO. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
WHO. (2025). Obesity and overweight. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight
Yin, G., & Liu, Z. (2000). Advanced Modern Chinese Acupuncture Therapy. New World Press.
Zhang, C., & Sheng, J. (2021). Mechanism and Basis of Traditional Chinese Medicine Against Obesity. Frontiers in Pharmacology, 12, 615895. https://doi.org/10.3389/fphar.2021.615895
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Rossa Nurmalita, Mayang Wulandari, Amal Prihatono, Leny Candra Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


