GAMBARAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI MENURUT WILAYAH DI INDONESIA (ANALISIS DATA SKI TAHUN 2023)
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56197Keywords:
Hipertensi, Perkotaan, Perdesaan, Faktor risikoAbstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama yang berkontribusi besar terhadap beban penyakit tidak menular di Indonesia. Perbedaan karakteristik wilayah perkotaan dan perdesaan berpotensi menimbulkan variasi distribusi faktor risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian hipertensi berdasarkan karakteristik demografis, perilaku, dan sosial ekonomi menurut klasifikasi wilayah tempat tinggal di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Populasi adalah penduduk usia ≥15 tahun dengan data lengkap status hipertensi. Sampel menggunakan total sampling berdasarkan data tersedia dengan desain multistage sampling dan pembobotan survei. Variabel dependen adalah kejadian hipertensi berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan, sedangkan variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, obesitas, aktivitas fisik, pola konsumsi, merokok, status sosial ekonomi, dan wilayah tempat tinggal. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hipertensi lebih banyak ditemukan di wilayah perkotaan, perempuan dengan hipertensi sebanyak 63,9% dan usia ≥40 tahun 89,3%, sedangkan di perdesaan perempuan 67,8% dan usia ≥40 tahun 90,3%. Pendidikan rendah lebih dominan di perdesaan 84,0% dibandingkan perkotaan 57,6%. Konsumsi bumbu penyedap sering lebih tinggi di perkotaan 75,0% dibandingkan perdesaan 72,8%. Status sosial ekonomi teratas lebih banyak di perkotaan 27,8%, sedangkan di perdesaan dominan pada kelompok menengah 23,4%. Distribusi hipertensi menunjukkan perbedaan karakteristik antara wilayah perkotaan dan perdesaan, sehingga pendekatan pencegahan perlu mempertimbangkan konteks wilayah dan karakteristik populasi setempat.References
Agira, A. H., Atmadja, T. F. A. G., & Puspareni, L. D. (2024). Hubungan Kebiasaan Konsumsi Natrium dan Persen Lemak Tubuh dengan Tekanan Darah: The Relationship Of Sodium Consumption Habits And Bodyfat Percent With Blood Pressure. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition), 13(2).
Apriza, A., & Nurman, M. (2022). Analisis Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Hipertensi di Kuok Kabupaten Kampar. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(2), 344–351. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol8.Iss2.1169
Aristi, D. L. A., Rasni, H., Susumaningrum, L. A., Susanto, T., & Siswoyo, S. (2020). Hubungan Konsumsi Makanan Tinggi Natrium dengan Kejadian Hipertensi pada Buruh Tani di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(1), 53–60.
Astuti, V. W., Tasman, T., & Amri, L. F. (2021). Prevalensi dan Analisis Faktor Risiko Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia), 9(1), 1–9. https://doi.org/10.53345/bimiki.v9i1.185
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes). (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018 (Lembaga Penerbit Badan Peneltian dan Pengembangan Kesehatan (LPB), Ed.).
Budiana, T. A., Suhat, & Margaretta, A. (2022). Hubungan Jenis Kelamin dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Hipertensi Pada Pra Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Leuwigajah 2021. Jurnal Kesehatan Kartika, 17(1). https://doi.org/10.26874/jkkes.v17i1.219
Casmuti, C., & Fibriana, A. I. (2023). Kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 7(1), 123–134.
Cheng, H., Gu, Y., Ma, X., Tang, H., & Liu, X. (2022). Urban–rural disparities in hypertension prevalence, awareness, treatment, and control among Chinese middle-aged and older adults from 2011 to 2015: a repeated cross-sectional study. BMC Cardiovascular Disorders, 22(1), 319.
Connelly, P. J., Currie, G., & Delles, C. (2022). Sex differences in the prevalence, outcomes and management of hypertension. Current Hypertension Reports, 24(6), 185–192.
Fitri, F., Ihsan, H., & Ananda, S. H. (2022). Hubungan Konsumsi Natrium dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Pesisir Lingkungan Lemo-Lemo, Kabupaten Bombana. Jurnal Gizi Ilmiah, 9(2), 1–7.
Handayani, R. (2022). Faktor determinan kejadian hipertensi di RS X Bekasi. JCA of Health Science, 2(01).
Insani, A., Rizky, D. Z., Barus, E. K., Wulandari, F., Siagian, L. S., & Ramadhani, S. (2021). Pola Konsumsi Berisiko dan Sosio-Demografi Sebagai Faktor Resiko Penyakit Hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 3(2), 73–85.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Ed.).
Khasanah, D. N. (2022). The risk factors of hypertension in Indonesia (Data study of Indonesian family life survey 5). Journal of Public Health Research and Community Health Development, 5(2), 80.
Luo, T., Lin, S., Zhang, W., Li, X., Wang, Y., Zhou, J., Liu, T., & Wu, G. (2024). Relationship between socioeconomic status and hypertension incidence among adults in southwest China: a population-based cohort study. BMC Public Health, 24(1), 1211.
Mashuri, Y. A., Ng, N., & Santosa, A. (2022). Socioeconomic disparities in the burden of hypertension among Indonesian adults-a multilevel analysis. Global Health Action, 15(1), 2129131.
Mills, K. T., Stefanescu, A., & He, J. (2020). The global epidemiology of hypertension. Nature Reviews Nephrology, 16(4), 223–237. https://doi.org/10.1038/s41581-019-0244-2
Mustofa, Y. A. R., & Bumi, C. (2023). Determinan Hipertensi Masyarakat Pesisir di Kabupaten Jember. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 15(2), 373–384.
Nabila, R. I., Herlinawati, H., Ariyanto, S., & Ronanarasafa, R. (2025). Hubungan Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Wilayah Kerja PUSKESMAS Gunungsari Lombok Barat. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 13(1), 364–373.
Nafi, S. U., & Putriningtyas, N. D. (2023). Faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi masyarakat pesisir (studi pada masyarakat wilayah kerja puskesmas kedung II jepara). Journal of Nutrition College, 12(1), 53–60.
Nazhira, F., Dhari, I. F. W., Mailani, R., Bachtiar, F., Husna, A. N., & Anjani, F. C. S. (2023). Gambaran Faktor Penyebab Penyakit Tidak Menular pada Lansia Masyarakat Urban. FISIO MU: Physiotherapy Evidences, 94–97.
Organization, W. H. (2023). Global report on hypertension: the race against a silent killer. World Health Organization.
Pebriyani, U., Triswanti, N., Prawira, W. F., & Pramesti, W. (2022). Hubungan antara tingkat stres dengan angka kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Medical Profession Journal of Lampung, 12(2), 261–267.
Prihartono, N. A., Fitria, L., Ramdhan, D. H., Fitriyani, F., Fauzia, S., & Woskie, S. (2022). Determinants of hypertension amongst rice farmers in West Java, Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(3), 1152.
Ratna Dila, S. (2023). Faktor Penyebab Hipertensi Pada Pasien Dewasa di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi, 3(2), 19–27. https://doi.org/10.33479/sb.v3i2.217
Rismadi, K., Siagian, A., & Siregar, F. A. (2021). Pengaruh Penghasilan Dan Gaya Hidup Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Nelayan Di Kota Medan. Jurnal Health Sains, 2(3), 328–342.
Rosadi, D. (2021). Analisis faktor risiko kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Simbolon, M. M., Nurcantika, A., Thalita, I., Rizqi, M. A., & Amin, N. L. (2025). Tren Kejadian Hipertensi dan Faktor Yang Mempengaruhi di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Situ Gintung. Medic Nutricia: Journal Ilmu Kesehatan, 20(1), 71–80.
Sirait, R. I., & Ronoatmodjo, S. (2024). Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Instan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Penduduk Berusia≥ 18 Tahun Di Indonesia (Analisis Data Riskesdas 2018). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 91–98.
Sudarmin, H., Fauziah, C., & Hadiwiardjo, Y. H. (2022). Gambaran Hipertensi dan Aktivitas Fisik pada Lansia Masyarakat Urban . Seminar Nasional Riset Kedokteran (SENSORIK) , 3.
Suryaningsih, N. P. E., Wita, I. W., Wiryawan, I. N., & Yudha Dewangga, M. S. (2022). Gambaran Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. E-Jurnal Medika Udayana, 11(1), 87. https://doi.org/10.24843/MU.2022.v11.i01.P14
Susanti, N., Aghniya, S. N., Almira, S. S., & Anisa, N. (2024). Hubungan Usia, Jenis Kelamin dengan Penyakit Hipertensi di Klinik Utama Paru Soeroso. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 3597–3604.
Triandini, R. (2022). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Dua Puluh Tiga Ilir Kota Palembang Tahun 2021. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(1), 308–313.
Yunus, M., Aditya, I. W. C., & Eksa, D. R. (2021). Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi di puskesmas haji pemanggilan kecamatan anak tuha kab. Lampung Tengah. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 8(3), 229–239.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nakhlatul Aisya, Ummi Kalsum, Adelina Fitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


