HUBUNGAN PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR (SITUATION, BACKGROUND, ASSESSMENT, RECOMMENDATION) DENGAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56117Keywords:
Komunikasi SBAR, Budaya Keselamatan Pasien, Penerapan KomunikasiAbstract
Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan menjadi prioritas global dalam sistem pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden keselamatan pasien adalah komunikasi yang tidak efektif antar tenaga kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan metode komunikasi yang terstruktur untuk memastikan penyampaian informasi klinis yang jelas, akurat, dan sistematis. Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan salah satu pendekatan yang direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi klinis dan mendukung terciptanya budaya keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien pada perawat di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 138 perawat yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner komunikasi SBAR dan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rho dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien dengan nilai koefisien korelasi r = 0,469 dan p < 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan komunikasi SBAR, semakin kuat pula budaya keselamatan pasien yang terbentuk di lingkungan rumah sakit. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi klinis yang terstruktur melalui pendekatan SBAR memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya keselamatan pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara berkelanjutan.References
Endra, F. (2017). Pedoman metodelogi penelitian (statistika praktis).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mohebi, F., Dehghan, M., & Kazemian, A. (2024). Impact of SBAR Communication Training on Nurses’ Patient Safety Culture and Self-Confidence: A Quasi-Experimental Study. BMC Nursing, 23(1), 102.
Mohebi, S., Parham, M., Sharifirad, G., & Gharlipour, Z. (2024). Social Support and Self-Care Behavior Study. Journal of Education and Health Promotion, 1–6. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp
Pertiwi, D., Rahmawati, F., & Lestari, S. (2024). Analisis Tren Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Indonesia. Jurnal Keselamatan Pasien Indonesia, 6(1), 45–53.
Pertiwi, R. A., Sjaaf, A. C., Andriani, H., & O., P. (2024). Peningkatan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dengan Digitalisasi di Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta. Syntax Literate: Ilmiah Indonesia, 9(9).
Rahmatulloh, A. (2022). Komunikasi Efektif sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Pasien. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(3), 198–205.
Rahmatulloh, G., Yetti, K., Wulandari, D. F., & A., A. (2022). Manajemen Handover Metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) dalam Meningkatkan Komunikasi Efektif. Journal of Telenursing (JOTING), 4, 153–159.
Sari, D. W., Rosyidah, R., & Rulyandari, R. (2024). Penerapan Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit, Implementation of Patient Safety Culture in Hospitals. Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 527–539. https://doi.org/10.31943/afiasi.v8i3.316
Shafira, N., & Dhamanti, I. (2023). Effectiveness of SBAR Communication in Improving Patient Safety Implementation among Nurses. Journal of Nursing Care Quality, 38(2), 120–126.
Silalahi, V., & Sulistyowati, E. S. (2025). Faktor Kontributor Maturitas Budaya Keselamatan Pasien di RS Kariadi Semarang. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 13(3), 281–293. https://doi.org/10.14710/jmki.13.3.2025.281-293
Situmeang, K., Harahap, R., & Siregar, M. (2023). Barriers and Facilitators in SBAR Communication Implementation among Nurses. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 16, 1559–1567.
Situmeang, Y. W., Handiy, H., Pujasari, H., Afriani, T., & N., K. (2023). Optimalisasi Komunikasi Metode Situation, Background, Assessment, and Recommendation (SBAR) dalam Serah Terima Perawat. Journal of Telenursing (JOTING), 5, 3017–3025. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.7878
World Health Organization. (2021). Global Patient Safety Action Plan 2021--2030: Towards Eliminating Avoidable Harm in Health Care. WHO.
Yang, P., & Zhang, S. (2025a). Employee experience: conceptualization, scale development, and validation. Humanities and Social Sciences Communications, 12(1). https://doi.org/10.1057/s41599-025-04926-5
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Redha Kurniati, Emul Yani, Yurea Nita, Gita Adelia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


