GAMBARAN PSIKOSOSIAL KECANDUAN BELANJA ONLINE PADA MAHASISWA KEPERAWATAN

Authors

  • Meizatul Umami S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru1S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Rina Herniyanti S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru1
  • Emul Yani S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Yeni Devita S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56112

Keywords:

Kata kunci: Kecanduan belanja online, psikososial

Abstract

Kecanduan belanja daring merupakan salah satu bentuk perilaku adiktif yang berpotensi memengaruhi kondisi psikososial mahasiswa, khususnya pada aspek depresi, kecemasan, dan stres. Fenomena ini menjadi perhatian penting di lingkungan akademik karena dapat mengganggu kesejahteraan emosional mahasiswa dalam menjalani pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran psikososial terkait kecanduan belanja online pada mahasiswa S1 Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Kota Pekanbaru. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian melibatkan 155 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling pada 3–6 Januari 2026. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21) yang telah teruji validitasnya untuk mengukur kondisi emosional negatif. Hasil analisis univariat mengungkapkan bahwa secara umum kondisi psikososial mahasiswa berada dalam kategori adaptif, di mana hampir seluruh responden memiliki tingkat depresi normal sebanyak 143 orang (92,3%) dan tingkat stres normal sebanyak 151 orang (97,4%). Namun, pada aspek kecemasan, ditemukan bahwa lebih dari separuh responden berada pada tingkat kecemasan sedang, yaitu sebanyak 57 orang (36,8%). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun mahasiswa mampu mempertahankan stabilitas emosional pada aspek depresi dan stres, terdapat kerentanan pada tingkat kecemasan yang mungkin berkaitan dengan aktivitas belanja daring mereka. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa secara umum memiliki mekanisme koping yang baik, namun tetap memerlukan perhatian khusus pada aspek kecemasan guna mencegah dampak negatif dari perilaku adiktif belanja daring dalam lingkungan keperawatan.

References

Aulia, R. M., & Hanifah, F. S. (2024). Pembelian impulsif pada pembelanjaan online: Peranan tipe

kepribadian, kontrol diri, dan gender. MEDIAPSI, 10(2), 282–301.

Ayudia, N., Tumbuan, W. J. F. A., & Rogi, M. H. (2025). The influence of fear of missing out, flash sales,

and self-control on impulsive buying behavior in online shopping among students. Jurnal EMBA,

13(3).

Barbera, M., & Rizzo, A. (2025). The relationship between alexithymia and compulsive shopping in young

adults. Academic Journal of Psychology and Counseling, 6(1), 171–202.

Cassidy, T., & Adair, Z. (2021). Psychological aspects of shopping addiction: Initial test of a stress and

coping model. International Journal of Psychological and Brain Sciences, 6(2), 29–35.

Chen, Y., & Lee, J. (2023). Compulsive online shopping, financial stress, and anxiety symptoms among

university students. International Journal of Mental Health and Addiction, 21(2), 1345–1358.

Choiriyah, N. (2025). Analisis faktor perilaku impulsive buying belanja online e-commerce Shopee

(Doctoral dissertation, IKIP PGRI Bojonegoro).

Darrat, A. A., Darrat, M. A., & Amyx, D. (2023). Online shopping addiction, stress, and emotional wellbeing among young adults. Journal of Behavioral Addictions, 12(1), 45–56.

Elhai, J. D., Yang, H., Montag, C., & Rozgonjuk, D. (2022). Fear of missing out, impulsive buying, and

emotional distress in digital environments. Computers in Human Behavior, 128, 107120.

Erzincanlı, Y., Akbulut, G., Çubukcu, B. B., & Taş, H. G. (2024). Role of self-control, financial attitude,

depression, anxiety, and stress in predicting consumers’ online shopping addiction. Frontiers in

Public Health, 12, 1382910.

Hidayat, T., & Mahriani, E. (2020). Analisis hubungan antara tendensi internet addiction disorder dengan

customer behavior. At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi, 11(2), 151–160.

https://doi.org/10.18592/at-taradhi.v11i2.3996

Huang, J. (2024). Reasons for impulsive buying behavior among adolescents in the digital age. Highlights

in Business, Economics and Management, 31, 45–48.

Ilyas, A., Pratiwi, S. A., & Rasyid, E. (2025). The influence of online customer reviews and free shipping

promotions on purchase decisions. Jurnal Wacana Ekonomi, 24(3), 200–205.

Judijanto, L., & Juniansyah, M. A. (2025). Tinjauan bibliometrik tentang social commerce. Sanskara

Manajemen dan Bisnis, 3(02), 77–88.

Lare, H. V. M., & Japar, M. (2025). Hubungan kontrol diri dan stres dengan perilaku impulsive buying

(Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Lutfiyah, Z. (2025). Pengaruh fear of missing out, paylater, dan literasi keuangan terhadap impulsive

buying pada Gen Z. Indonesia Economic Journal, 1(2), 519–530.

Muazam, A. R. (2020). Transaksi e-commerce didominasi Generasi Z dan milenial.

https://www.alinea.id/gaya-hidup/transaksi-e-commerce-didominasi-generasi-z-dan-milenialb1ZRL9woj

Natsya, A. F., Hurriyanti, R., & Widiajanta, B. (2024). Optimizing customer satisfaction on the Shopee ecommerce platform. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 11(1), 151–156.

Nyrhinen, J., Sirola, A., Koskelainen, T., Munnukka, J., & Wilska, T. A. (2024). Online antecedents for

young consumers’ impulse buying behavior. Computers in Human Behavior, 153, 108129.

Rahmadaningsih, S., & Surur, M. (2024). Pengaruh influencer marketing, online customer review, dan

rating terhadap minat beli konsumen. Cakrawala Repositori IMWI, 7(3), 999–1006

Rahmatin, I., Muthmainnah, M., & Pratama, A. (2022). Sistem pakar mendeteksi tingkat kecanduan

belanja online. Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, 6(2), 11–23.

Rinonce, E. M., & Jannah, M. (2024). Kecenderungan online impulsive buying ditinjau dari jenis kelamin.

Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 156–164.

Rohmatunnisa, S., & Triyantoro, D. B. (2025). Hubungan trait mindfulness dengan compulsive buying.

Jurnal Psikologi Jambi, 10(2). https://doi.org/10.22437/jpj.v10i2.47934

Saqina, R. T. (2024). Impact of free shipping promotion on e-commerce application popularity in

Indonesia. International Journal of Education, Information Technology, and Others, 7(1), 209–

217.

Suandy, S., Aulia, N., & Lubis, Y. E. P. (2025). The relationship between compulsive-impulsive behavior

and online shopping. Jurnal Keperawatan Priority, 8(1), 162–169.

Suherman, A., Cangara, H., & Karnay, S. (2024). Media baru dan kreativitas dalam dunia digital. Jurnal

Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 480–497. https://doi.org/10.30596/ji.v8i2.19313

Theisejans, J., Thomas, T. A., Oueslati, F. B., Kessling, A., Wegmann, E., Müller, A., & Brand, M. (2025).

Affective and cognitive functions in compulsive buying-shopping disorder. Current Addiction

Reports, 12(1), 1–13.

Utamanyu, R. A., & Darmastuti, R. (2022). Budaya belanja online generasi Z dan generasi milenial.

Scriptura, 12(1), 58–71.

Wan, X., Zeng, J., & Zhang, L. (2025). Predicting online shopping addiction. Frontiers in Psychology,

15, 1462376.

Zhang, Y., et al. (2023). Student stress and online shopping addiction tendency. International Journal of

Environmental Research and Public Health, 20(1), 176. https://doi.org/10.3390/ijerph20010176

Zhu, J., Jin, R., Jiang, H., Wang, Y., Zhang, X., & Coifman, K. G. (2025). Leveraging large language

models to analyze emotional drivers. arXiv preprint arXiv:2501.14037.

Downloads

Published

2026-03-28

Issue

Section

Articles