GAMBARAN FAKTOR GIZI SENSITIF DAN SPESIFIK PADA DAERAH DENGAN KEJADIAN STUNTING TERTINGGI DI PULAU SULAWESI

Authors

  • nazihah mukhtar Program Studi S1 Gizi, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Megarezky, Makassar
  • Yessy Kurniati Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negri, Makassar
  • Nurhaedar Jafar Program Studi, Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.56012

Keywords:

stunting, gizi spesifik, gizi sensitif, SSGI 2024, Sulawesi

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Pulau Sulawesi. Ketimpangan prevalensi antar daerah menunjukkan bahwa determinan stunting tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor gizi spesifik dan gizi sensitif yang berbeda di setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran indikator gizi spesifik dan gizi sensitif pada enam kabupaten/kota dengan prevalensi stunting tertinggi di Pulau Sulawesi berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan analisis perbandingan antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting di enam daerah masih berada di atas rata-rata nasional (19,8%), dengan angka tertinggi di Kabupaten Buton Selatan (35,2%), diikuti Mamuju (34,6%) dan Jeneponto (33,8%). Terdapat variasi pola faktor risiko antarwilayah, baik pada indikator gizi spesifik seperti riwayat penyakit infeksi, cakupan imunisasi, dan konsumsi suplementasi selama kehamilan, maupun pada indikator gizi sensitif seperti akses air bersih, sanitasi layak, dan kepemilikan jaminan kesehatan. Perbedaan karakteristik ini menunjukkan bahwa stunting merupakan permasalahan multidimensional yang memerlukan intervensi terintegrasi dan berbasis kondisi lokal agar program penurunan stunting lebih efektif dan tepat sasaran.

References

Abufhele, A., Allel, K., Narea, M., & Waldfogel, J. (2021). Maternal education gradients in early life height: A comparative study of eight Latin American countries. SSM - Population Health, 16, 100842. https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2021.100842

Alba, A. D., et al. (2021). Hubungan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam Tahun 2019. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(12), 2663–2670.

Bagu, F. R. A., Lihawa, F., & Baderan, D. W. K. (2024). Pengaruh sumber air tidak layak terhadap tingkat risiko stunting di Provinsi Gorontalo. Quantum Well: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(4), 214–223.

Gomes, F., et al. (2025). Effect of prenatal multiple micronutrient supplementation compared with iron and folic acid supplementation on size at birth and subsequent growth through 24 months of age: A systematic review and meta-analysis. The American Journal of Clinical Nutrition, 122(1), 185–195. https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2025.04.012

Hermawan, D., et al. (2025). Adequate iron consumption during pregnancy to prevent babies born with stunting. Amerta Nutrition, 9(3), 312–320. https://doi.org/10.20473/amnt.v9i3.2025

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita. Direktorat Jenderal Pelayananan Kesehatan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1529/faktor-faktorpenyebab-kejadian-stunting-pada-balita

Laporan TPPS Provinsi Sulawesi Selatan. (2024). Laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Lestari, T. (2025). Evaluasi kebijakan dan strategi penurunan angka stunting pada tahun 2024. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 16(1). http://jurnal.dpr.go.id/index.php/aspirasi/index

Masse, S. N. F. (2025). Determinan kejadian stunting berdasarkan faktor lingkungan dan sosial ekonomi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, 5(1), 45–58.

Mulyani, A. T., & Khai, U. (2023). Understanding stunting: Impact, causes, and strategy to accelerate stunting reduction—A narrative review. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 11(F), 120–130. https://doi.org/10.3889/oamjms.2023.XXXXX

Nisa, S. K., et al. (2021). Sanitasi penyediaan air bersih dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKM), 2(1), 17–25. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v2i1.47510

Nyirenda, N., Muturi, H., & Muyuni, C. (2025). Higher maternal education is associated with reduced childhood stunting in Zambia: Findings from the 2018 DHS. medRxiv. https://doi.org/10.1101/2025.06.10.25329376

Ollo, A. (2024). Analisis faktor risiko stunting pada balita di wilayah dengan prevalensi tinggi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 1113–1126.

Purwanti, E. D., et al. (2025). Association between basic immunization status and stunting in toddlers aged 12–59 months in Indonesia. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 58(2), 145–153. https://doi.org/10.3961/jpmph.2025.XXX

Rusdi, D., Syah, N., & Yuniarti, E. (2024). The relationship between maternal education level and stunting: Literature review. JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA), 10(10), 7421–7428. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i10.6280

Supadmi, S. (2024). Factor related to stunting of children under two years with working mothers in Indonesia. Clinical Epidemiology and Global Health, 26, 101538. https://doi.org/10.1016/j.cegh.2024.101538

Suratri, M., et al. (2023). Risk factors for stunting among children under five years in the Province of East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(2), 1640. https://doi.org/10.3390/ijerph20021640

Suwarni, L., et al. (2023). Risk factors for severe stunted among children aged 2–5 years with stunting in Pontianak City, Indonesia. Global Health Management Journal, 6(2), 95–103.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). (2024). Survei status gizi Indonesia dalam angka 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Vilcins, D., et al. (2018). Environmental risk factors associated with child stunting: A systematic review of the literature. Annals of Global Health, 84(4), 551–562. https://doi.org/10.29024/aogh.2361

Wlandary, W., et al. (2021). Nutrition intake and stunting of under-five children in Bogor West Java, Indonesia. HSOA Journal of Food Science and Nutrition, 7, 104. https://doi.org/10.24966/FSN-1076/100104

World Health Organization. (2024). Child nutrition: Stunting among children under 5 years of age. https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/72

Downloads

Published

2026-03-28

Issue

Section

Articles