PENINGKATAN KEMAMPUAN AKTIFITAS PADA PASIEN PASCA OPERASI ORIF MELALUI LATIHAN ACTIVITIES OF DAILY LIVING (ADL) DAN DUKUNGAN MOTIVASI DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA Dr. CIPTO SEMARANG

Authors

  • Jonaldo Talapessy Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Karya Husada Semarang
  • Shindi Hapsari Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Karya Husada Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55948

Keywords:

Activities Of Daily Living (Adl), pasca operasi orif, ROM

Abstract

Fraktur tulang merupakan sebuah jenis cedera yang sering terjadi dan menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini bisa menjadi ancaman baik yang bersifat nyata maupun berpotensi, terhadap kesehatan seseorang yang dapat menyebabkan masalah fisik atau mental. Fraktur terbagi dua menjadi jenis, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Fraktur tertutup adalah patah tulang yang tidak disertai kerusakan jaringan di sekitarnya, Sementara itu, fraktur terbuka adalah patah tulang yang menyebabkan kerusakan pada jaringan sekitar. Salah satu cara untuk merawat pasien dengan patah tulang adalah dengan prosedur bedah yang biasa, yaitu reduksi terbuka diikuti dengan fiksasi internal atau Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Tujuannya, mampu memberikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Orif. Pendekatannya, penulis menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan studi kasus, dalam penelitia ini subjek terdiri dari 10 pasien post operasi orif yang memiliki masalah keperawatan yang sama, yaitu pasien pasca-operasi orif yang mengalami kesulitan menggerakan ekstremitas. Hasilnya, penerapan ROM pada pasien POST ORIF menunjukan peningkatan kekuatan otot dari 2 ke 3 dan 3 ke 4 pada ekstremitas yang dilakukan dalam waktu 3 hari, ini dinjukan dengan aktifitas yang sebelumnya belum bisa dilakukan, dan setelah dilakukan ROM aktifitas dapat dilakukan menunjukan peningkatan yang diterapkan pada pasien. Kesimpulan dari atihan Range of Motion (ROM) terbukti dapat membantu meningkatakan kekuatan otot pada pasien pertama sampai pasien ke sepuluh yang memiliki peningkatan kekuatan otot

References

Akbar, H., Sibua, S., Astuti, W., Gaib, J. H., Mewengkang, I., Manika, H. S. L., Mokodompit, H. K. N. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga Dan Motivasi Pasien Pasca Stroke Dengan Kepatuhan Melakukan Tindakan Fisioterapi. Jurnal Promotif Preventif, 7(6), 1203–1208.

Firmansyah, F. (2021). Pemberian Terapi Latihan Pada Kasus Post Orif Fracture Femur 1/3 Distal Sinistra Di Rsud Kota Semarang. Research Of Service Administration Health And Sains Healthys Учредители: Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (Lpp) Mandala, 1(1).

Ginting, A. (2025). Penerapan Range Of Motion (Rom) Dalam Pemenuhan Kebutuhan Mobilitas Fisik: Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Post Orif Fraktur Tibia Di Ruang Melati 3 Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Hasyim, P. H., Olivia, N., Syafrinanda, V. (2023). ). Pendidikan Kesehatan Tentang Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Op Orif Fraktur Ekstremitas Bawah Di Rumah Sakit Tk Ii Putri Hijau Medan. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 2(11), 4548–4553.

Putri, B. M. C. (2024). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Orif Fraktur Femur 1/3 Distal Dextra Dengan Cryotherapy Dan Terapi Latihan. Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah, 3(2), 30–42.

Susanti, O.D., Daryani, D. (2025). ). Laporan Studi Kasus Penerapan Range Of Motion (Rom) Untuk Meningkatkan Adl (Activity Of Daily Living) Pada Pasien Post Op Fraktur Di Rsud Pandan Arang Boyolali. . . Cohesin, 4(1), 75–83.

Tanjung, R. S. T. Y. (2025). Analisis Mobilitas Fisik Pada Pasien Post Orif Fraktur Ankle Dengan Intervensi Terapi Autogenik Di Rsu Muhammadiyah Kota Metro Tahun 2025. (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang).

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles