PROFIL KARAKTERISTIK MATERNAL DAN KLINIS IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI : STUDI DESKRIPTIF BERBASIS DATA REKAM MEDIS DI RSUD SUMBAWA TAHUN 2025

Authors

  • Shintya Eka Aulia Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Noveri Aisyaroh Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Alfiah Rahmawati Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55902

Keywords:

medical characteristics, reproductive characteristics, premature rupture of membranes, non-communicable diseases, sociodemographics, nutritional status

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu maupun perinatal, serta masih sering dijumpai di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, dengan prevalensi di Kabupaten Sumbawa yang cenderung tinggi dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu bersalin dengan Ketuban Pecah Dini di RSUD Sumbawa tahun 2025. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis seluruh ibu bersalin dengan KPD di RSUD Sumbawa periode Januari–Desember 2025 sebanyak 209 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik sosiodemografi, karakteristik reproduksi, riwayat penyakit tidak menular, karakteristik medis, dan status gizi. Data diolah melalui tahapan editing, coding, transfer, dan tabulasi, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi dan persentase. Pada karakteristik sosiodemografi menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin dengan KPD berada pada kelompok usia reproduksi sehat 20–35 tahun, berpendidikan menengah atas, bekerja, dan beragama Islam. Karakteristik reproduksi, sebagian besar multigravida, multipara, tidak memiliki riwayat KPD maupun IMS. Berdasarkan riwayat penyakit tidak menular, sebagian besar responden tidak memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung. Berdasarkan karakteristik medis, sebagian besar responden melakukan kunjungan ANC rutin namun tidak mengikuti senam hamil. Berdasarkan status gizi, sebagian besar responden obesitas dan tidak mengalami anemia.

References

Aisyiah, Rosmawaty Lubis, dan S.K. (2018) ‘Hubungan Paritas, Anemia dan Ketuban Pecah

Dini dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum pada Bayi Baru Lahir’, pp. 41–46.

Alisa, P., Maralin, D., Melisya, M., & Juliyana, J. (2024). Ketuban pecah dini. Stetoskop: The

Journal Of Health Science, 1(1), 1-5.  usia, paritas, pekerjaan, riwayat ketuban pecah dini, dan status gizi merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Brigjend H. Hasan Basry.

Anggraini, T.A. and Lutfiyati, A. (2023) ‘A literature review : Determinans factors associated

with maternity emergency of premature rupture membranes Literature reviewe : Determinan faktor yang berhubungan dengan kegawatdaruratan maternitas ketuban pecah dini’, 28.

Anggraheni, U. T. P. (2025). Hubungan Status Gizi Ibu dan Perilaku Merokok Keluarga

dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini: Analisis Data SKI 2023 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).

Aprirosita, Wira Ekdeni Aifa, Fajar Sari Tan Berikan, R.Y. (2025) ‘Faktor – faktor yang

berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini (kpd) pada ibu bersalin di rsud bangkinang’, 6(September), pp. 10318–10329.

Batubara, A.R. and Fatmarah, Y. (2023) ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya

KPD (Ketuban Pecah Dini) Pada Ibu Bersalin Di Pmb Desita , S . Sit Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Factors Relating To The Occurrence Of Kpd ( Premium Rupture Of Ammunits ) In Particular Women In Pmb Desita , S . Sit , Kota Juang Bireuen District’, 9(2), pp. 1249–1257.

Camilla, B. et al. (2023) ‘Aalborg Universitet First-trimester prediction of preterm prelabour

rupture of membranes incorporating cervical length measurement Publication date ’:

Chen, Y., Kim, E. S., & VanderWeele, T. J. (2021). Religious-service attendance and

subsequent health and well-being throughout adulthood: evidence from three prospective cohorts. International journal of epidemiology, 49(6), 2030–2040. https://doi.org/10.1093/ije/dyaa120.

Fajarsari, D., & Suryandari, A. E. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ketuban

pecah dini di Rumah Sakit Aghisna Kroya tahun 2022. Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan Dan Science, 20(1), 115-124.  adalah faktor usia kehamilan (p: 0,003) dan faktor Penyulit kehamilan (p: 0,001), sedangkang faktor risiko yang tidak berpengaruh adalah faktor usia ibu (p: 0,407) dan faktor paritas ibu (p: 0,619).

Gallup. Religion.2024. https://news.gallup.com/poll/1690/religion.aspx.

Harahap, N. et al. (2025) ‘Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Diabetes Gestasional di

Puskesmas Sipiongot Tahun 2024’, Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 10. Available at: https://doi.org/10.51933/health.v10i1.1661.

Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Sekretariat Jenderal. Profil Kesehatan Indonesia 2023.

Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2024

Kemenkes (2021) Profil kesehatan indonesia. Edited by Ms.P. Farida Sibuea, SKM, M. Boga

Hardhana, S.Si, and M. Winne Widiantini, SKM. Available at: http://www.kemkes/go.id.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/91/2017 tentang

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Komplikasi Kehamilan.

Kurnia, S., Puteri, S. and Nuryana, R. (2024) ‘Determinan yang Berhubungan dengan Ketuban

Pecah Dini di RSUD H . Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten’, 04(01), pp. 9–19. Available at: https://doi.org/10.31603/bnur.11087.

Lestari, M., & Musa, S. M. (2023). Hubungan umur dan paritas dengan kejadian ketuban pecah

dini di RSUD Tangerang. IMJ (Indonesian Midwifery Journal), 5(1), 5-10.

Lin, D., Hu, B., Xiu, Y., Ji, R., Zeng, H., Chen, H., & Wu, Y. (2024). Risk factors for premature

rupture of membranes in pregnant women: a systematic review and meta-analysis. BMJ open, 14(3), e077727. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2023-077727.

Muzianah, A. (2022). Hubungan Ketuban Pecah Dini Dengan Kejadian Persalinan

Prematur (Doctoral dissertation, ITSKes Insan Cendekia Medika).

Norbaiti N, Nuriaty RS, Ariady D, Anisa N. Hubungan Paritas dan Usia Ibu dengan

Kejadian Sectio Caesarea di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2023. NAJ Nurs Appl J. 2024;2(1):105–12.

Ngo, N.F., Mulyani, L. and Yudia, R.C.P. (2021) ‘Hubungan Obesitas dengan Komplikasi

Maternal dan Luaran Perinatal’, J. Sains Kes., 3(Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.). Available at: https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/244.

Putra, I. K. W. K., Ishartadiati, K., & Narottama, H. (2024, January). Hubungan Antara

Trikomoniasis pada Ibu Hamil dengan Kejadian Ketuban Pecah Prematur. In Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran (Vol. 2, pp. 19-27).

Putri, V. W., Sari, D. P., & Novia, R. (2025). Hubungan Kelainan Letak dan Paritas dengan

Kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Harapan Bunda Kota Batam Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Amanah, 9(2), 271-280.

Purwoko. (2021). Komplikasi Ibu Hamil dengan Penyakit Jantung. Jurnal Anestesi Obstetri

Indonesia. JAOI 2021;4(2): 134–39.

Pratama, A. G., Sammakh, A. A., & Mahayani, I. A. M. (2025). HUBUNGAN PENDIDIKAN,

ANEMIA, DAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PRAYA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2023. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 2(1), 20-28.

Prastina, R. P. (2023). Hubungan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin

di UPT Puskesmas Jenggawah. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan, 10(1), 91-97.

Rohmawati, N., & Wijayanti, Y. (2018). Ketuban pecah dini di rumah sakit umum daerah

ungaran. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(1), 23-32. Available at: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia%0AKETUBAN.

Salam, A., & Helvian, F. A. (2021). Hubungan Antara Kenaikan Berat Badan Selama

Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini di Kab Wajo. IJCNP, 4(1), 74–81.

Salim, C. N., Budiarta, I. N., Shariff, F. O., & Fitriani, D. (2024). Hubungan Antara Anemia

Terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Artha Bunda Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(10), 1908-1913.

Sari, I. M. (2022). Hubungan Antara Leucorrhea, Pola Seksual, Dan Personal Hygiene Dengan

Kejadian Ketuban Pecah Dini: The Relationship Between Leucorrhea, Sexual Pattern, and Personal Hygiene with Premature Rupture of Membranes. Indonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery Science, 2(01), 480-487.

Sudarto, T. (2023) ‘Hubungan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini’. Available at:

https://www.studocu.id/id/u/54989829?sid=01769951899&page=1.

Sun, H. et al. (2023) ‘Heliyon Impact of pre-pregnancy weight on the risk of premature rupture

of membranes in Chinese women’, Heliyon, 9(11), p. e21971. Available at: https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e21971.

Sunarto, A., Fadlina, F., Agusfar, A. Z., & Wahyuni, T. (2024). Hubungan kepatuhan kunjungan

antenatal care dengan cara persalinan di Puskesmas Sukaindah Kabupaten Bekasi. Muhammadiyah Journal of Midwifery, 5(1), 77-86.

Sevadani, S., Lestarini, A., & Budayasa, A. A. G. R. (2023). Hubungan antara Anemia dengan

Kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Sanjiwani Tahun 2020. Aesculapius Medical Journal, 3(1), 132-137.

Shropshire, S., & Williams, A. (2024). Association between maternal religious service

attendance and pregnancy loss in the United States: a secondary analysis of the Future Families & Child Wellbeing Study. Research square, rs.3.rs-4913369. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-4913369/v1.

Surahman, N. (2023) ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY ’’N’’ G1P0000

USIA KEHAMILAN 33 MINGGU DENGAN MASALAH KEK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARU TENGAH KOTA BALIKPAPAN.

Tuti, K. (2025). DETERMINAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN KETUBAN

PECAH DINI DI RUMAH SAKIT DR. SOETARTO YOGYAKARTA TAHUN 2024 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

VanderWeele, T. J., Balboni, T. A., & Koh, H. K. (2022). Invited Commentary: Religious

Service Attendance and Implications for Clinical Care, Community Participation, and Public Health. American journal of epidemiology, 191(1), 31–35. https://doi.org/10.1093/aje/kwab134.

Wati, D. F., & Fatimah, O. Z. S. (2023). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu

tentang Ketuban Pecah Dini di PMB R Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(1), 117-129.

Wulandari, D.I. et al. (2024) ‘Karakteristik Ibu Bersalin dengan Ketuban Pecah Dini ( KPD )

di Puskesmas Manisrenggo Klaten’, 3(2), pp. 9–13. Available at: https://doi.org/10.20961/jaht.v3i2.2161.

World Health Organization (WHO), 2015. The Global Strategy for Women’s, Children’s and

Adolescents’ Health (2016–2030). Geneva: World Health Organization.

Yasinta, R. L., Yulinawati, C., & Putri, Y. D. (2024). Hubungan Usia dan Paritas dengan

Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit Harapan Bunda Kota Batam. Detect. J. Inov. Ris. Ilmu Kesehat, 2(3), 189-199.

Downloads

Published

2026-03-28

Issue

Section

Articles