UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK BAWANG PUTIH DAN DAUN KEMANGI TERHADAP KEMATIAN JENTIK AEDES AEGYPTI

Authors

  • Kartika Sari Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Alvi Yusri Inayah Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Abdurahman Ridho Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55861

Keywords:

DBD, Aedes aegypti, larvasida alami, bawang putih, daun kemangi

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Penggunaan larvasida kimia dalam pengendalian nyamuk berisiko terhadap kesehatan dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif larvasida alami. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas kombinasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) dan daun kemangi (Occimum sanctum L.) sebagai larvasida alami terhadap jentik nyamuk Aedes aegypti. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian dilakukan pada lima kelompok perlakuan, termasuk kontrol positif (abate 1%) dan kontrol negatif (akuades), serta tiga kelompok kombinasi ekstrak. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak dengan konsentrasi 5% bawang putih dan 2% daun kemangi memberikan tingkat kematian jentik tertinggi yaitu 60% dalam waktu jam ke-3 dan 100% dalam waktu ke-6 sampai dengan ke-9 mendekati dengan efektivitas kontrol positif (abate 1%) menunjukan kematian jentik 100% mulai jam ke-3 hingga jam ke-9. Berdasarkan hasil uji, kombinasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) dan daun kemangi (Occimum sanctum L.) terbukti efektif dalam menyebabkan kematian jentik nyamuk Aedes aegypti secara biologis. Hal ini terlihat dari hasil uji efektivitas, dimana larva mengalami kematian setelah terpapar larutan kombinasi tersebut, khususnya pada konsentrasi yang lebih tinggi. Uji statistik ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05) yang berarti kombinasi ekstrak bawang putih dan daun kemangi berpotensi dikembangkan sebagai larvasida alami alternatif yang aman bagi lingkungan.

References

Agustin, B., Puspawaty, N., & Rukmana, R. M. (2018). Aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanolik daun beluntas (Pluchea indica Less.) dan meniran (Phyllanthus niruri L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Biomedika, 11(2), 79–87.

Agustina, R., Nurcahyani, P., & Hasanah, N. (2023). Kandungan senyawa aktif dan pengaruh ekstrak daun terhadap perkembangan larva nyamuk. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 10(2), 88–95.

Al-Shahrani, M. A., et al. (2022). Phytochemical profile and antimicrobial efficacy of Allium sativum dry extract. Journal of Herbal Medicine, 32, 100567.

Aminu, N. R., Pali, A., & Hartini, S. (2020). Potensi kenikir (Cosmos caudatus) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti instar IV. Jurnal Biologi Tropis, 20(1), 16–21.

Aydin, E., Canbay, H. S., & Yildiz, L. (2021). The role of ethanol in herbal extraction: Efficiency and safety aspects. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 10(2), 322–326.

BPOM RI. (2016). Bawang putih – Allium sativum L. (Serial The Power of Obat Asli Indonesia). Direktorat Obat Asli Indonesia, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen.

Aprilah, I. (2016). Ekstraksi antioksidan likopen dari buah tomat menggunakan pelarut etanol-heksan. Rineka Cipta.

Christella, A., Makimian, R., & Dewi, R. (2020). Efektivitas biolarvasida ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap larva Aedes aegypti. Damianus Journal of Medicine, 19(1), 24–29.

Fadillah, R., Lestari, Y., & Andriani, D. (2023). Evaluasi mutu simplisia dan ekstrak bawang putih berdasarkan parameter fitokimia dan aktivitas antibakteri. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 21(2), 88–95.

Fariza, F. M., & Ferry, F. S. (2018). Kandungan senyawa minyak atsiri pada tanaman pengusir nyamuk. Review Artikel, 16(2).

FHI. (2008). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi I). Departemen Kesehatan RI.

Fitriani, Y., Widyaningsih, S., & Kartikasari, L. R. (2022). Aktivitas larvasida ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum) terhadap larva Aedes aegypti. Jurnal Biologi Tropis, 22(1), 55–62.

Fufa, B. K. (2019). Anti-bacterial and anti-fungal properties of garlic extract (Allium sativum): A review. Microbiology Research Journal International, 28(3), 1–5.

Garba, I., Umar, A., Abdulrahman, A., Tijjani, M., Aliyu, M., Zango, U., & Muhammad, A. (2014). Phytochemical and antibacterial properties of garlic extracts. Bayero Journal of Pure and Applied Sciences, 6(2), 45.

Handayani, T., et al. (2022). Aktivitas larvasida kombinasi ekstrak tumbuhan terhadap Aedes aegypti. Jurnal Biologi Tropis, 22(1), 45–52.

Husna, M., Dewi, R. S., & Mirsiyanto, E. (2020). Efektivitas ekstrak bunga melati (Jasminum sambac L.) terhadap kematian larva Aedes aegypti. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(2), 817–825.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi II). Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Krismayadi, K., et al. (2024). Standarisasi mutu simplisia dan ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum x africanum Lour.). Pharmacy Genius, 3(2), 67–81.

Kumar, P., Verma, N., & Singh, S. (2022). Extraction methods for medicinal and aromatic plants: A comparative overview. Journal of Natural Remedies, 22(3), 145–152.

Leba, M. A. U. (2017). Buku ajar ekstraksi dan real kromatografi. CV Budi Utama.

Medona, M. R., & Nirmala, T. (2016). Larvicidal activity of five different plant extracts against Aedes aegypti (L). International Journal of Research & Review, 3(1), 65–72.

Muhammad, N. A. (2022). Phytochemical screening and larvicidal activity of extracts of Ocimum basilicum (Lamiaceae) leaves against Aedes aegypti. Bayero Journal of Pure and Applied Sciences, 13(1), 360–365.

Mulyani, N. (2022). Efektivitas kombinasi ekstrak kemangi dan bawang putih terhadap kematian larva nyamuk. Jurnal Farmasi Tropika, 10(3), 165–171.

Sari, A. P., & Herlina, T. (2022). Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kemangi (Occimum sanctum L.). Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 13(2), 72–77.

Semnastek. (2024). Optimasi waktu maserasi daun pegagan (Centella asiatica). Dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Sari, F., Hasanah, F. H., Kristianingsih, I., & Sukmana, A. L. (2022). Identifikasi senyawa metabolit ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica) secara kualitatif dengan kromatografi lapis tipis. Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya, 3(1), 1–7.

Safitri, I., Nuria, M. C., & Puspitasari, A. D. (2018). Perbandingan kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak metanol daun beluntas (Pluchea indica L.) pada berbagai metode ekstraksi.

Sumekar, D. W., & Nurmaulina, W. (2016). Upaya pengendalian vektor demam berdarah dengue, Aedes aegypti L. menggunakan bioinsektisida. Jurnal Majority, 5(2), 131–135.

Sutrisno, A., Lestari, Y., & Pratiwi, R. D. (2022). Evaluasi mutu simplisia daun herbal berdasarkan parameter karakterisasi standar. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 9(1), 42–50.

Pratiwi, D. R., Sari, I. P., & Utami, S. (2022). Uji fitokimia dan analisis kandungan metabolit sekunder pada tanaman herbal Indonesia. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 101–108.

Ulfa, H. M. (2018). Analisis unsur manajemen dalam pengolahan rekam medis di Rumah Sakit TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin. Kesmars, 1(1), 20–25.

Octaviantie, P. D., Purwaningsih, S., & Hajat, A. (2017). Pengaruh cara pengolahan bawang putih (Allium sativum) terhadap efek antitrombotik pada mencit. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 17(3), 157–160.

Verma, S. (2019). Chemical constituents and pharmacological action of Occimum sanctum (Indian holy basil–tulsi). India, 5(5), 205–207.

WHO. (2020). Quality control methods for herbal materials. World Health Organization.

Yuliani, E. (2021). Potensi fitokimia ekstrak daun kemangi dan bawang putih sebagai larvasida alami. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 19(3), 201–209.

Zulaikah, S. (2014). Uji potensi aktivitas larvasida larutan ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap larva vektor filariasis Culex sp secara in vitro.

Zein, R., Hevira, L., Zilfa, Rahmayeni, Fauzia, S., & Ighalo, J. O. (2022). The improvement of indigo carmine dye adsorption by Terminalia catappa shell modified with broiler egg white. Biomass Conversion and Biorefinery.

Downloads

Published

2026-03-28

Issue

Section

Articles