FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN DERMATITIS KONTAK PADA PETANI PENYEMPROT PESTISIDA DI DESA SUKA BERAS
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55703Keywords:
alat pelindung diri, dermatitis kontak, personal hygiene, pestisida, petaniAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kejadian dermatitis kontak pada petani penyemprot pestisida yang disebabkan oleh paparan bahan kimia serta rendahnya kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum optimalnya penerapan personal hygiene dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kulit pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan dermatitis kontak pada petani di Desa Suka Beras. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 71,1% responden mengalami keluhan dermatitis kontak. Variabel yang memiliki hubungan signifikan adalah tingkat pendidikan (p=0,003), lama paparan pestisida (p=0,000), personal hygiene (p=0,000), dan penggunaan APD (p=0,000). Sementara itu, variabel umur tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dermatitis kontak (p>0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perilaku dan paparan kerja, terutama personal hygiene yang kurang baik, penggunaan APD yang tidak optimal, serta durasi paparan pestisida yang tinggi, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya dermatitis kontak. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan intervensi preventif untuk meningkatkan kesadaran petani dalam menjaga kebersihan diri dan menggunakan APD secara konsisten.References
Aina, N., Rahman, A., & Sari, D. P. (2021). Hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian dermatitis kontak pada petani penyemprot pestisida. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 85–92. https://doi.org/10.20473/jkl.v13i2.2021.85-92
Aisyah Nabila, R., Putri, A. R., & Wahyuni, S. (2024). Pengaruh kepatuhan penggunaan APD terhadap kejadian dermatitis kontak akibat kerja. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 5(1), 33–41.
Anggraini, R., Siregar, A. R., & Lubis, N. (2022). Prevalensi penyakit kulit akibat kerja di Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(3), 201–209. https://doi.org/10.35816/jikm.v14i3.2022
Arianti, D., Pratama, M. Y., & Lestari, E. (2022). Faktor risiko dermatitis kontak pada petani hortikultura. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 55–63. https://doi.org/10.15294/kemas.v18i1.2022
Asrianto, A., Kurniawan, T., & Hidayah, N. (2024). Personal hygiene dan risiko penyakit kulit pada pekerja sektor informal. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(1), 1–9.
Bains, S., Kaur, A., & Kaur, R. (2019). Occupational exposure to pesticides and skin disorders among agricultural workers. Indian Journal of Dermatology, 64(2), 112–118. https://doi.org/10.4103/ijd.IJD_458_18
Goes Rai, I. B., Sudarma, M., & Suardana, I. W. (2022). Perilaku penggunaan APD dan dampaknya terhadap kesehatan petani. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 145–152. https://doi.org/10.14710/jkli.21.2.145-152
Gunawan, H., Rahmadani, F., & Utami, S. P. (2022). Dermatitis kontak: Patogenesis dan faktor risiko. Jurnal Dermatologi Indonesia, 9(1), 12–20. https://doi.org/10.7454/jdi.v9i1.2022
Hadi, A., Mulyani, S., & Fitriani, D. (2021). Epidemiologi penyakit kulit akibat kerja di Indonesia. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(4), 289–297. https://doi.org/10.30597/mkmi.v17i4.2021
Hasanah, U. (2022). Keselamatan dan kesehatan kerja pada sektor pertanian. Jurnal K3 Nasional, 4(2), 67–75.
Jumiati, J., Raharjo, M., & Dewanti, N. A. Y. (2020). Faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak pada petani. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 41–49. https://doi.org/10.20473/jkl.v12i1.2020.41-49
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia. Kemenkes RI.
Manalu, S. M., Heryanto, D., & Meliyanti. (2024). Lama paparan pestisida dan kejadian dermatitis kontak. Jurnal Kesehatan Kerja, 6(1), 22–30.
Nada, A., Hassan, M., & El-Gohary, M. (2022). Occupational contact dermatitis: Epidemiology and prevention. Clinical Dermatology Review, 6(3), 145–151. https://doi.org/10.4103/CDR.CDR_45_22
Nopa, Y. (2019). Penyakit kulit akibat kerja di Amerika Serikat. Jurnal Kesehatan Global, 7(2), 101–108.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri.
Pratiwi, H., Sari, N., & Putra, A. (2022). Hubungan penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(2), 90–98. https://doi.org/10.20473/jkl.v14i2.2022
Pratiwi, P. P., Rahmawati, L., & Yuliani, S. (2023). Faktor langsung dan tidak langsung penyebab dermatitis kontak akibat kerja. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 8(1), 15–23.
Rahmatika, D., Setiani, O., & Budiyono. (2020). Faktor risiko dermatitis kontak pada petani penyemprot pestisida. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 1–8. https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.1-8
Scheinman, P. L., Vocanson, M., & Thyssen, J. P. (2021). Occupational contact dermatitis. Journal of Allergy and Clinical Immunology, 147(6), 1821–1832. https://doi.org/10.1016/j.jaci.2021.03.018
Sholeha, H., Putri, R. A., & Sari, M. (2021). Faktor individu terhadap kejadian dermatitis kontak pada pekerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(3), 211–219.
Susilawati, D., Amalia, R., & Handayani, S. (2023). Proporsi dermatitis kontak iritan dan alergi pada pekerja. Jurnal Dermatologi Klinik, 10(2), 78–85.
Syari, M., Fitriani, E., & Lestari, T. (2022). Personal hygiene sebagai upaya pencegahan penyakit kulit. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(1), 35–42.
Tinungki, Y., & Purnawinadi, I. G. (2023). Kebersihan diri dan gangguan kesehatan kulit pada petani. Jurnal Kesehatan Lingkungan Tropis, 6(2), 60–68.
Wahyuni Taslim, R., Nurhidayat, & Amalia, S. (2020). Dermatitis kontak iritan dan alergi: Tinjauan imunologi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 101–109.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Baldatun Thoibah, Salianto Salianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


