FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FACE TONER EKSTRAK ETANOL OKRA HIJAU (ABELMOSCHUS ESCULENTUS L. MOENCH) DENGAN METODE DPPH
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55695Keywords:
Abelmoschus esculentus L. Moench, antioxidant face toner, 2,2diphenyl-1-picrylhydrazylAbstract
Indonesia sebagai negara tropis memiliki tingkat paparan sinar ultraviolet yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko pembentukan radikal bebas pada kulit yang dapat memicu penuaan dini dan kerusakan sel. Oleh karena itu, diperlukan sediaan kosmetika yang tidak hanya berfungsi menyegarkan kulit, tetapi juga mampu memberikan perlindungan antioksidan. Okra hijau (Abelmoschus esculentus L. Moench) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol buah okra hijau ke dalam sediaan face toner serta mengevaluasi mutu fisik dan aktivitas antioksidannya. Metode penelitian meliputi ekstraksi buah okra hijau menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan ke dalam sediaan face toner dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, dan 3%. Evaluasi mutu fisik dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 520 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol okra hijau berhasil diformulasikan dalam sediaan face toner yang memenuhi persyaratan mutu fisik. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 149,297 ppm (1%), 120,731 ppm (2%), dan 105,523 ppm (3%). Simpulannya, formula dengan konsentrasi 3% merupakan formula terbaik karena memenuhi seluruh parameter uji fisik dan memiliki aktivitas antioksidan tertinggi berdasarkan nilai IC₅₀ terendah.References
Afiyah, A. H. (2025). Formulasi dan uji aktivitas antioksidan face toner kombinasi ekstrak Daun Mint (Mentha Piperita L) dan Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Metode DPPH . Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Azizah, N., Putriana, N. A., & Tugon, T. D. A. (2024). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Dari Ekstrak Biji Hanjeli(Coix Lacryma-Jobi L.) Sebagai Antioksidan. Majalah Farmasetika, 577–595.
Chandra, P. P. B., Laksmitawati, D. R., & Rahmat, D. (2022). Skrining Fitokimia Dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Buah Okra (Abelmoschus esculentus L.). AKFARINDO, 7(2), 80–87.
Draelos, Z. D. (2019). Cosmeceuticals:What’s Real, What’s Not. In Dermatologic Clinics , 3(1), 107–115.
Efrilia, M., Christian, Y. E., Chandra, P. P. B., & Hermawati, E. (2025). Eksplorasi Kandungan Fenolik Total Buah Okra (Abelmoschus esculentus L.) Sebagai Kandidat Produk Herbal. Jurnal Ilmiah Mmanuntung : Sains Farmasi Dan Kesehatan, 11(1).
Fatmawati, I., Haeruddin, & Mulyana, W. O. (2023). Uji Aktivitas Antioksid an Ekstrak Etil Asetat Daun Belimbing Wuluh (AveerrhoabilimbiL.) dengan Metode DPPH. Sains Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia , 12(1), 41–49.
Febriyanti, T., Sukohar, A., Pardilawati, C. Y., & Adjeng, A. N. T. (2024). Review Artikel : Uji Efek Anti Aging Dari Berbagai Ekstrak Tumbuhan Secara In Vivo Dan In Vitro. Medula , 14(3), 593–601.
Kępka, K. J. G., akubik, A. P., Żukowska, R. M., & ocha, K. (2021). The impact of ultraviolet radiation on skin photoaging — review of in vitro studies. Journal of Cosmetic Dermatology , 20(11), 3427–3431.
Kusumasedya, W. P., Listyani, T. A., & Rohmana, V. M. (2025). Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Face Mist Ekstrak Etanol Daun Kemuning (Murraya Paniculata [L.] Jack) Dengan Metode DPPH. Jurnal Kesehatan Tambusai , 6(3), 11962–11976.
Muflihunna, A., & Mu’nisa, A. (2023). Analisis Antioksidan Terhadap Fotoprotektif Kulit Dari Beberapa Jenis Tanaman. Prosiding Seminar Nasional Biologi FMIPA UNM Inovasi Sains Dan Pembelajarannya: Tantangan Dan Peluang, 684–692.
Noor, M., Malahayati, S., & Nastiti, K. (2023). Formulasi Dan Uji Stabilitas Sediaan Toner Wajah ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L) Sebagai Anti Jerawat Dengan Variasi Surfaktan. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesian, 5(1), 133–145.
Osman, A. I. A., & Mohammed, A. E. M. (2024). Determination of phytochemical screening and antioxidant activity of phenolic compounds extracting from Okra (Abelmoschus esculentus) cultivated in North Darfur State. Natural Volatiles & Essential Oils Journal. .
Prayitno, B., Rosyidah, K., & Astuti, M. D. (2016). Uji antioksidan senyawa terpenoid dari fraksi M-17 ekstrak metilena klorida kulit batang tumbuhan kasturi (Mangifera casturi). Jurnal Pharmascience, 3(1), 35.
Rahmiati, N., Bestari, Y., & Sayakti, P. I. (2024). Karakteristik Fisik dan Potensi Antioksidan Face Mist Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Metode DPPH. Jurnal Farmasi Islam Kalimantan, 1, 32–38.
Rajalakshmi, & Sangeetha. (2023). Okra Mucilage - Method Of Extraction And A Novel Strategy For Pharmaceutical Drug Delivery System. Journal of Pharmaceutical Negative Result , 14(2), 2473–2481.
Rambet, G. L., Waworuntu, O., & Gunawan, P. N. (2019). Uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Perasan Murni Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi- UNSRAT, 6(1), 21.
Romdonah, F. S., Kusumo, E., & Supartono. (2017). Identifikasi Betasianin dan Uji Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). Indonesian Journal of Chemical Science, 6(1).
Rukmini, A., Utomo, D. H., & Laily, A. N. (2020). Skrining Fitokimia Familia Piperaceae. Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya , 7(1), 28–32.
Rumondor, E. M., Yudistira, A., Wewengkang, D. S., South, E. J., Rotinsulu, H., Tumundo, B. T., & Kindangen, E. (2024). Penentuan nilai IC 50 Karang Lunak Lobophytum sp. dan Sarcophyton sp. dari Perairan Pantai Parentek Kabupaten Minahasa. Pharmacy Medical Journal, 7(2), 79.
Sari, I. P., Abidin, Z., & Maryam, S. (2020). Analisis Kadar Fenolik Fraksi Etil Asetat Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala)(Lam.) de Wit) Secara Spektrofotometri UV-Vis. As-Syifaa Jurnal Farmasi, 12(2), 136–143.
Sayakti, P. I., Hidayatullah, M., Rakhmatullah, A. N., Muthia, R., & Syawaliyah, S. (2023). Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etil Asetat Buah Okra Hijau (Abelmoschus esculentus L.). Journal of Islamic Pharmacy, 8(2), 56–61.
Sipahi, H., Orak, D., Reis, R., Yalman, K., Senol, O., Palabiyik-Yucelik, S. S., Deniz, I., Algul, D., Guzelmeric, E., Celep, M. E., Argin, S., Ozkan, F., Halici, Z., Aydin, A., & Yesilada, E. (2022). A Comprehensive Study To Evaluate The Wound Healing Potential Of Okra (Abelmoschus esculentus) fruit. Journal of Ethnopharmacology , 287.
Subadra, O. S., Atikah, N., Jannah, F. M., & Khoirunisa. (2023). Formulasi Dan Uji Penangkap Radikal Bebas Metode DPPH Sediaan Toner Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn). Duta Pharma Journal , 3(2), 65–76.
Wu, D.-T., Ning, X.-R., Shen, D.-D., Liu, H.-Y., Zhou, L., & Qian, W. (2020). Phenolic Compounds, Antioxidant Activities, And Inhibitory Effects On Digestive Enzymes Of Different Cultivars Of Okra (Abelmoschus esculentus). Molecules, 25(6).
Yulyana, A. P. (2025). Development and Optimization of Facial Wash Gel with Okra Fruit (Abelmoschus esculentus) Extract: a Study on HPMC Concentration Variations. . Journal of Natural Product for Degenerative Diseases, 71–84.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annisa Paradita, Bagas Ardiyantoro, Septian Maulid Wicahyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


