HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2022-2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55683Keywords:
BBLR, Berat Badan Lahir Rendah, Jawa Timur, StuntingAbstract
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan stunting adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berat badan lahir rendah (BBLR) dengan stunting di Provinsi Jawa Timur pada periode tahun 2022-2024. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan data sekunder yang bersumber dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2022 hingga tahun 2024. Unit analisis pada penelitian ini menggunakan unit analisis kabupaten/kota yang menganalisis 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dengan pendekatan total populasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah persentase balita stunting yang dihitung berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U). Variabel independen adalah persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (<2.500 gram) pada setiap kabupaten/kota. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara BBLR dengan stunting. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara BBLR dan kejadian stunting pada tahun 2022 (r=0,543; p=0,0004), tahun 2023 (r=0,440; p=0,00058), dan tahun 2024 (r=0,513; p=0,001). Hubungan tersebut bersifat positif dan konsisten selama tiga tahun pengamatan, yang menunjukkan bahwa wilayah dengan BBLR yang lebih tinggi cenderung memiliki stunting yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara BBLR dan kejadian stunting di Provinsi Jawa Timur tahun 2022-2024.References
Astuti, E. P., Fuadiyah, M. E. A., Hodijah, D. N., Yuliasih, Y., Pradani, F. Y., Ruliansyah, A., Sulaeman, R. P., & Kusnandar, A. J. (2021). Pahami Dan Cegah Stunting. Loka Litbangkes Pangandaran.
Badjuka, B. Y. M. (2020). The Correlation between Low Birth Weight and Stunting in 24-59 Month Children in Haya- Haya Village, Gorontalo. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 23–32.
Daracantika, A., Ainin, & Besral. (2021). Systematic Literature Review: Pengaruh Negatif Stunting terhadap Perkembangan Kognitif Anak. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 1(2). https://doi.org/10.7454/bikfokes.v1i2.1012
Dinkes Prov. Jatim. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022.
Dinkes Prov. Jatim. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2023.
Dinkes Prov. Jatim. (2025). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2024.
Hanisa, & Ernawati, D. (2024). Hubungan Riwayat Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Giripurno. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, 1(3), 1–6.
Hartantio, F. W., Triagung, B., Prabantoro, R., & Wijono, S. (2023). The Correlation Between Low Birth Weight And Stunting In 2-5 Years OldCHILDREN. Journal of Widya Medika Junior, 5(1), 38–43. https://doi.org/10.33508/jwmj.v5i1.4421
Kemenkes RI. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022.
Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022.
Kemenkes RI. (2025). SSGI 2024 Dalam Angka.
Khairati, S., Siregar, S. M. F., Wahyuni, S., & Nurhasanah. (2024). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting: Tinjauan Literatur. Haga Journal of Public Health (HJPH), 1(3), 105–112. https://doi.org/10.62290/hjph.v1i3.
Laily, L. A., & Indarjo, S. (2023). Dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Higeia, 7(3), 354–364.
Ma’rupah, Rusmilawaty, Laili, F. J., & Suhrawardi. (2025). Determinan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Sebamban II. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1290–1300. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.238
Putri, T. A., Salsabilla, D. A., & Saputra, R. K. (2021). The Effect of Low Birth Weight on Stunting in Children Under Five: A Meta Analysis. Journal of Maternal and Child Health, 6(4), 496–506. https://doi.org/10.26911/thejmch.2021.06.04.11
Sutarto, Sri Agustina, Kinanti Rahmadhita, Susianti, & Roro Rukmi Windi Perdani. (2021). Relationship Between Low Born Weight (Lbw) And Stunting Events In Children (Age 24-59 Months). Indonesian Journal of Medical Anthropology, 2(1), 31–35. https://doi.org/10.32734/ijma.v2i1.4696
Theresya, A. R. (2025). Hubungan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Gebang, Kabupaten Langkat. 24(2), 446–453.
UNICEF, WHO, & World Bank Group. (2023). Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates: Key Findings of the 2023 Edition. UNICEF & WHO.
Wati, R. W. (2021). The Relationship between The History of BBLR, Protein, Calcium, and Zinc Intake with The Incidence of Stunting in Toddlers. Nutrizione: Nutrition Research And Development Journal, 1(2), 1–12.
Wulandari, Y., M. Noer, R., & Somad, A. (2023). Bblr Dan Status Gizi Ibu Selama Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-60 Bulan. Warta Dharmawangsa, 17(1), 169–181. https://doi.org/10.46576/wdw.v17i1.2931
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Farah Rizki Aprilia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


