HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH DAN NADI PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSD IDAMAN KOTA BANJARBARU

Authors

  • Nor Risda Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia
  • Muhlisoh Muhlisoh Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia
  • Raziansyah Raziansyah Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia
  • Insana Maria Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura, Banjar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55583

Keywords:

Hemodialysis, Anxiety Level, Blood Pressure, Pulse Rate, Chronic Kidney Disease

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan insidensi meningkat. Hemodialisis pada pasien ESKD dapat menimbulkan kecemasan yang memengaruhi tekanan darah dan frekuensi nadi serta berdampak pada stabilitas kardiovaskular dan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan terhadap tekanan darah dan nadi pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di RSD Idaman Banjarbaru pada Desember 2025, dengan populasi 80 pasien dan sampel 71 responden menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner GAD-7, sphygmomanometer, dan oksimeter, serta analisis data menggunakan uji Spearman rho. Didapatkan hasil p value = 0.011 (p < 0.05) dan r = -0.0301 adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan frekuensi nadi, pada pasien hemodialisis di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Dengan adanya pengukuran tingkat kecemasan pasien hemodialisis disarankan untuk mengelola kecemasan melalui edukasi, konseling, atau teknik relaksasi agar repons fisiologis tubuh tetap terkontrol Mayoritas pasien tidak cemas dan mengalami hipertensi dengan nadi umumnya normal. Kecemasan tidak berhubungan dengan tekanan darah, tetapi berhubungan sangat lemah dengan nadi, sehingga perubahan hemodinamik lebih dipengaruhi faktor fisiologis.

References

Aisara, S., Nurachmah, E., & Budi, E. (2018). Gambaran klinis pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(2), 97–105.

Alshraifeen, A., et al. (2023). Anxiety and depression in maintenance hemodialysis patients: Prevalence and their effects on health-related quality of life.

Andhika, F., Rahman, H., & Sari, N. (2025). Survival rate satu tahun pada pasien ESKD yang menjalani hemodialisis di Indonesia. Jurnal Ners dan Kebidanan, 12(1), 45–52.

Astudillo, C., Ramirez, M., & Ortega, J. (2024). The relationship between anxiety and blood pressure through neuroendocrine mechanisms: A systematic review. Journal of Psychosomatic Research, 176, 112–119.

Berman, A. (2009). Skills in Clinical Nursing (7th ed.). Pearson Education.

Chilcot, J., Spencer, B. W., & Farrington, K. (2025). Anxiety and quality of life in hemodialysis patients: A multinational cross-sectional study. Nephrology Nursing Journal, 52(1), 12–20.

Dalami, E. (2009). Instrumen Penilaian Kesehatan Mental. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2025). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025. Dinkes Kalsel.

Flythe, J. E., Xue, H., Lynch, K. E., Curhan, G. C., & Brunelli, S. M. (2012). Association of mortality risk with various definitions of intradialytic hypotension. Journal of the American Society of Nephrology, 26(3), 724–734.

Gebrie, A., Worku, E., & Degu, T. (2022). Quality of life and psychological distress among hemodialysis patients: A cross-sectional study. BMC Nephrology, 23(7), 301–309.

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2014). Textbook of Medical Physiology (13th ed.). Elsevier.

Heryyanoor, R., Sulastri, D., & Wulandari, I. (2025). Metodologi Penelitian Kesehatan. Penerbit Deepublish.

Huang et al. (2023). Autonomic dysfunction and heart rate variability in hemodialysis patients

Indonesian Renal Registry. (2021). 10th Report of Indonesian Renal Registry (IRR). Pernefri.

Ishak, M., Lestari, N., & Firdaus, R. (2023). Panduan Praktis Penelitian Kesehatan. Penerbit Andi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Teknis Penelitian Kesehatan dan Etika Penelitian. Kemenkes RI.

Knechtle, S., Bhandari, S., & Visser, M. (2020). Indications for hemodialysis initiation in acute and chronic renal failure: A review. Clinical Nephrology Journal, 94(5), 255–261.

Kose, E., Ozkan, G., & Yildiz, B. (2024). Prevalence of anxiety and depression among chronic hemodialysis patients in Turkey. Turkish Journal of Nephrology, 33(1), 18–25.

Lianasari, E., & Purwati, N. (2021). Dampak kecemasan terhadap kesehatan fisik dan mental pada pasien penyakit kronik. Jurnal Psikologi Kesehatan, 12(3), 112–120.

Manalu, R. (2020). Konsep Dasar Hemodialisis dalam Keperawatan. Pustaka Medika.

Moniaga, J. (2012). Fisiologi Sistem Kardiovaskuler. Universitas Sam Ratulangi Press.

Muyasaroh, S., Widyastuti, E., & Yuliana, R. (2020). Kecemasan dan penanganannya pada pasien dengan penyakit kronik. Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman, 5(2), 68–75.

Murdeshwar, H., & Fatima, S. (2022). Hemodialysis in acute kidney injury: Indications and outcomes. Journal of Nephrology & Renal Therapy, 18(2), 87–93.

Nugraha, D., Wahyudi, E., & Wulandari, R. (2021). Faktor yang mempengaruhi tekanan darah dan nadi selama hemodialisis. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 14(2), 65–72.

Nurlinawati, S., Dewi, R., & Hapsari, N. (2019). Hubungan tingkat kecemasan dengan perubahan tekanan darah pada pasien hemodialisis di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 4(1), 22–29.

Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (5th ed.). Salemba Medika.

RSD Idaman Banjarbaru. (2025). Laporan Tahunan Pelayanan Hemodialisa RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2025. Banjarbaru: RSD Idaman.

Sari, D. (2020). Kecemasan dan mekanisme koping pasien penyakit kronik di ruang hemodialisa. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(2), 105–114.

Sipayung, R. (2021). Manajemen Asuhan Keperawatan pada Pasien Hemodialisis. CV Budi Utama.

Spitzer, R. L., Kroenke, K., Williams, J. B. W., & Löwe, B. (2006). A brief measure for assessing generalized anxiety disorder: The GAD-7. Archives of Internal Medicine, 166(10), 1092–1097.

Utami, D., Sholimin, & Wiyani, D. (2021). Komplikasi fisik dan psikologis pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 45–53.

Wahyuni, S., Hidayat, F., & Putri, A. (2020). Kualitas hidup pasien hemodialisis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 4(3), 112–119.

Wayunah, A., & Saefulloh, M. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tekanan darah pada pasien hemodialisa. Jurnal Medika Nusantara, 6(2), 78–84.

Yanti Budiyanti, L., & Prasetyo, A. (2022). Hubungan tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada pasien penyakit ginjal kronik di RSUD Kota Bandung. Jurnal Ilmu Keperawatan Komprehensif, 8(1), 50–57.

Zhang et al. (2024). Psychological stress and cardiovascular outcomes in chronic kidney disease

Downloads

Published

2026-03-19

Issue

Section

Articles