POTENSI ANTIDEPRESAN DARI TANAMAN FAMILI LAMIACEAE: TINJAUAN IN VIVO TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA AKTIF DAN MEKANISME FARMAKOLOGIS
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55580Keywords:
antidepresan, Lamiaceae, senyawa aktif, in vivo, depresiAbstract
Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat, serta perubahan fisik dan pikiran yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Menurut DSM-5, depresi diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu depresi mayor, distimia, dan depresi akibat kondisi medis, dengan gejala seperti suasana hati murung, gangguan kognitif, dan penurunan fungsi harian. Pengobatan depresi dapat menggunakan obat antidepresan, seperti MAOI, TCA, SSRI, SNRI, dan antidepresan atipikal. Selain menggunakan obat-obatan, masyarakat juga menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif alami yang lebih aman. Salah satu kelompok tanaman yang berpotensi sebagai antidepresan adalah famili Lamiaceae, yang dikenal sebagai tanaman herbal aromatik. Contohnya yaitu kemangi (Ocimum basilicum), rosemary (Rosmarinus officinalis), lavender (Lavandula angustifolia), dan nilam (Pogostemon cablin). Tanaman-tanaman ini mengandung senyawa aktif yang dapat mempengaruhi sistem saraf dan membantu mengurangi gejala depresi. Tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, eugenol, asam rosmarinat, dan monoterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan modulasi sistem neurotransmiter. Penelitian ini merupakan tinjauan naratif yang bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman dari famili Lamiaceae yang berpotensi sebagai antidepresan, serta mengkaji kandungan aktif, bagian tanaman yang digunakan, dan dosis efektif berdasarkan uji coba pada hewan (in vivo). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman dari famili Lamiaceae berpotensi dikembangkan sebagai agen fitoterapi alternatif dalam pengelolaan depresi, meskipun diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.References
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Analisis situasi dan permasalahan kesehatan mental pada anak muda di Indonesia [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023 [cited 2025 Jun 9]. Available from: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id
Daskalopoulou M, George J, Walters K, Osborn DP, Batty GD, Stogiannis D, et al. Depression as a risk factor for the initial presentation of twelve cardiac, cerebrovascular, and peripheral arterial diseases: data linkage study of 1.9 million women and men. PLoS One. 2016;11(4):e0153838.
Goh W, Tan JN, Luo Y, Ng S, Sulaiman MBM, Wong JM, et al. Risk and protective factors associated with adolescent depression in Singapore: a systematic review. Singapore Med J. 2023;0(0):0.
Hussain H, Ahmad S, Shah SWA, Ullah A, Almehmadi M, Abdulaziz O, et al. Investigation of antistress and antidepressant activities of synthetic curcumin analogues: Behavioral and biomarker approach. Biomedicines. 2022;10(10):2385.
Istrianingsih E, Khoirunnisa, Devi IKS. Efek antidepresan kombinasi infusa biji pala (Myristica fragrans) dan daun kemangi (Ocimum basilicum) pada mencit jantan putih (Mus musculus). J Para Pemikir. 2018;7(2):254–8.
Jiménez Zúñiga MI, Hurtado Mariles AJ, Castrejón Flores JL, Mondragón Herrera JA, Ramírez Sotelo MG, Cerón Montes GI, et al. Antidepressant-like effects of Dracocephalum moldavica L. in mouse models of immobility tests. Pharmacogn J. 2019;11(5):976–83.
Karimi M, Kiasalari Z, Roghani M, Ansari F. Antidepressant effects of Melissa officinalis extract in a chronic stress-induced depression model in rats. [Preprint]. 2025.
Khanifah F, Sari EP, Nugraha G. Stabilitas kompleks asam amino esensial pengangkut serotonin dengan senyawa curcumin dan demethoxycurcumin sebagai kandidat antidepresan berdasarkan uji in silico. J Pharmasci. 2024;9(1):35–41.
Kuzegar Z, Yousefbeyk F, Tehrani BS, Motavallian A. Antidepressant- and anxiolytic-like effects of methanolic extract of Salvia spinosa L. in mice. [Preprint]. 2021.
Malik N, Amber S, Zahid S. Rosmarinus officinalis and methylphenidate exposure improves cognition and depression and regulates anxiety-like behavior in AlCl₃-induced mouse model of Alzheimer's disease. Front Pharmacol. 2022;13:943163.
Ngin C, Pal K, Tuot S, Chhoun P, Yi R, Yi S. Social and behavioural factors associated with depressive symptoms among university students in Cambodia: a cross-sectional study. BMJ Open. 2018;8(9):e019918.
Okurut J, Lubega AM, Odia GE, Bbosa GS. Antidepressant-like effects of Lavandula angustifolia Mill (Lamiaceae) aqueous and total crude extracts in Wistar albino rats. J Exp Pharmacol. 2024;16:427–39.
Pardhe HA, Nagalakshmi NC, Hariprasad MG, Chourasia PK, Nandini S. A review: Medicinal plants with antidepressant properties. IP Indian J Neurosci. 2020;6(1):1–5.
Rahma SP, Suzana D. Uji aktivitas antidepresan minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L) dengan metode open field test (OFT). Risasi dan Farmakoinformatika. 2024;2(1):27–35.
Rahmati B, Kiasalari Z, Roghani M, Khalili M, Ansari F. Antidepressant and anxiolytic activity of Lavandula officinalis aerial parts hydroalcoholic extract in scopolamine-treated rats. Pharm Biol. 2017;55(1):958–65.
Ramadani IR, Fauziyah T, Rozzaq BK. Depresi, penyebab dan gejala depresi. Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika. 2024;2(2):89–99.
Ramadhan MA, Rini GH, Azhahra RD, Zahra N, Raissa TH, Meizora BC, et al. Uji efektivitas antidepresan obat herbal kapsul ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) pada mencit dengan metode forced swimming test. Bio Sains: J Ilm Biol. 2023;3(1):23–30.
Sarkoohi P, Fathalipour M, Ghasemi F, Javidnia K, Emamghoreishi M. Antidepressant effects of the aqueous and hydroalcoholic extracts of Salvia mirzayanii and Salvia macrosiphon in male mice. Shiraz E-Med J. 2019;20(10):e91276.
Sasaki K, Ferdousi F, Fukumitsu S, Kuwata H, Isoda H. Antidepressant and anxiolytic-like activities of Rosmarinus officinalis extract in rodent models: Involvement of oxytocinergic system. Biomed Pharmacother. 2021;144:112291.
Syaharani AW, Sambarana WNU, Ramadhani N, Safitri TN. Analisis obat golongan antidepresan dengan metode gas kromatografi. J Ilm Mahasiswa Farmasi. 2024;5(2):45–52.
Tambelli R, Tosto S, Favieri F. Psychiatric risk factors for postpartum depression: A systematic review. Behav Sci. 2025;15(2):173.
Wulandari R, Nurainas, Syamsuardi, Aadrean, Prihatini R. Inventarisasi tumbuhan yang berpotensi penghasil minyak atsiri dari famili Lamiaceae di Sumatera Barat berbasis spesimen herbarium. J Biol Univ Andalas. 2023;11(2):62–9.
Yang XJ, Zhang LB, Wang LL, Li JJ, Chen SS, Huang Z. Status and risk factors for depression, anxiety, and insomnia symptoms among adolescents in the post-pandemic era. BMC Public Health. 2025;25:471.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lisa Maratun Hapizah, Dhea Syafitri Dwiyanti, Risma Fitriani, Nabila Destia Zaneta, Gyna Dalila Virginia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


