GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAGUSIBU OBAT PADA SISWA DAN SISWI SMA AL-IRSYAD KOTA TEGAL

Authors

  • Suci Trimulyani Program Studi Diploma III Farmasi, Sekolah Vokasi, Universitas Harkat Negeri
  • Meliyana Perwita Sari Program Studi Diploma III Farmasi, Sekolah Vokasi, Universitas Harkat Negeri
  • Tya Muldiyana Program Studi Diploma III Farmasi, Sekolah Vokasi, Universitas Harkat Negeri

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55509

Keywords:

DAGUSIBU, pengetahuan, siswa, swamedikasi

Abstract

Swamedikasi merupakan tindakan pengobatan mandiri yang umum dilakukan oleh siswa untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan. Namun, praktik ini sering kali tidak disertai dengan pemahaman yang memadai mengenai prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar). Kurangnya pengetahuan tentang DAGUSIBU dapat berisiko menimbulkan kesalahan penggunaan obat yang berdampak pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMA Al-Irsyad Kota Tegal mengenai DAGUSIBU serta menganalisis pengaruh karakteristik sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, sehingga pengambilan data dilakukan pada satu waktu tertentu untuk memberikan gambaran kondisi yang aktual. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling, yaitu seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden penelitian, sehingga diperoleh sebanyak 370 siswa. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui proses uji kelayakan instrumen. Instrumen penelitian dinyatakan valid berdasarkan uji face validity oleh para ahli di bidang terkait, sehingga layak digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan responden secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kategori baik dalam cara memperoleh obat (89,5%), cara menggunakan obat (80,0%), cara menyimpan obat (86,2%), dan tingkat pengetahuan total DAGUSIBU (87,8%). Namun, pada cara membuang obat, sebagian besar siswa masih masuk kategori kurang (65,7%).

References

Agustina, S. L. (2017). Korelasi Terapan Media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Penanggulangan HIV/AIDS dengan Tingkat Pengetahuan Pekerja Seks Perempuan. Jurnal Nomosleca, 3, 551–567.

Akay, C. S., Tuda, J. S. B., & Pijoh, V. D. (2015). Gambaran Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Malaria di Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal e-Biomedik, 3, 435–441.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Damayanti, T., Sari, Y., & Amrullah, H. (2019). Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Antibiotik di Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Farmacy, 6, 191–196.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1979). Farmakope Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Farmakope Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Klasifikasi Umur Menurut Kategori. Jakarta: Ditjen Yankes.

Desten, P., Febrina, L., & Rusli, R. (2015). Profil Pengetahuan Antibiotik Amoksisilin Masyarakat Desa Batu-Batu, Kutai Kartanegara. Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1, Fakultas Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.

Fajriyah, N. N., & Fitriyanto, M. L. H. (2016). Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1).

Fatmawati, M. L. (2013). Analisis Pendapatan Petani Padi di Desa Teep Kecamatan Langowan Timur. Jurnal EMBA, 1, 991–998.

Fitriah, R., & Mardiat, N. (2019). Pengaruh Faktor Sosiodemografi terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Penggunaan Antibiotik di Kalangan Masyarakat Perkotaan. Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan, 5(2).

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Notoatmodjo, S. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Padu, F., Lampus, B. S., & Wowor, V. N. S. (2014). Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Pemakaian Gigi Tiruan di Kecamatan Tondano Barat. Jurnal e-GIGI, 2(2).

Prima, D., Febrina, L., & Rusli, R. (2015). Profil Pengetahuan Antibiotik Amoksisilin Masyarakat Desa Batu-Batu, Kutai Kartanegara. Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1, Fakultas Universitas Mulawarman.

Pujiastuti, A., & Kristiani, M. (2019). Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Benar pada Guru dan Karyawan SMA Theresiana 1 Semarang. Indonesian Journal of Community Service, 1(1).

Purwidyaningrum, I., Peranginangin, J. M., Mardiyono, & Sarimanah, J. (2019). DAGUSIBU, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Rumah dan Penggunaan Antibiotik secara Rasional di Kelurahan Nusukan.

Puspasari, H., Harida, S., & Fitriyani, D. (2018). Tingkat Pengetahuan tentang DAGUSIBU Obat Antibiotik pada Masyarakat Desa Sungai Awan Kiri Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang Tahun 2017. Medical Sains, 3, 11–18.

Riyanto, A. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: EGC.

Sibagarian, E. E., Julianie, R., & Nurzannah, S. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta: Trans Info Media.

Suliyanto. (2018). Metode Penelitian Bisnis (A. Cristian, Ed.). ANDI OFFSET.

Syamsuni. (2006). Ilmu Resep. Jakarta: EGC.

Tarukbua, Y. K., Panda, L., & Kawengian, V. (2013). Hubungan Antar Golongan Darah dan Penyakit Jantung Koroner. Jurnal eBiomedik, 1, 656–661.

Wahana. (2016). Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Diamond.

Wardani, R., & Prianggajati, Y. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu dalam Memilih Makanan Sehari-Hari dalam Keluarga di RT 25 RW 09 Lingkungan Tirtoudan Kelurahan Tosaren. Jurnal EduHealth, 3, 97–102.

Yumni. (2023). Buku Ajar Farmakologi. Pangkalpinang: Buku Ajar Farmakologi.

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles