PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI MENGGUNAKAN AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55495Keywords:
Hipertensi, Pengobatan, Terapi rendam kaki air hangat.Abstract
Hipertensi merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi apa bila terdapat peningkatan pada hasil tekanan darah yang dimana nilainya di atas 140/90 mmHg. Hipertensi sering dikenal dengan “The Silent Khiller” dan ditandai dengan peningkatan tekanan darah di arteri secara terus-menerus. WHO menjelaskan terkait penyakit kardiovaskular memiliki presentase penyakit pembunuh tertinggi di dunia termasuk Indonesia yaitu sebesar 37%. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian terapi rendam kaki pada air hangat untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, melibatkan 10 pasien, subjek pada penulisan ini adalah pasien yang menderita hipertensi dengan fokus studi penerapan rendam kaki pada air hangat untuk menurunkan tekanan darah dan memberikan rasa rileksasi sehingga dapat menurunkan tekanan darah, tindakan rendam kaki dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi waktu 10-15 menit. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisa dan penyajian data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan tekanan darah pada pasien dari kategori hipertensi derajad 2 >160/100 mmHg menjadi hipertensi derajat 1 <159/90 mmHg. Pengaruh dari rendam kaki dengan menggunakan air hangat bisa membuat pembuluh darah menjadi lebar dan dapat memperlancar peredaran darah dalam tubuh, menenangkan jiwa dan merileksasikan tubuh. Simpulan penelitian ini terapi rendam kaki air hangat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada pasien dengan penderita hipertensi.References
REFERENSI
Ayubbana. (2023). PENDAHULUAN Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering ditemui di masyarakat dan Health Organization ( WHO ) menyatakan bahwa hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia , diperkirakan 1 , 28 miliar orang dewasa berusia 30-7. 3, 23–31.
Ismail. (2024). Pengaruh Foot Hidrotheraphy ( Rendam Kaki Air Hangat ) Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi : Literatur Review. 10(March), 1–11.
Kadri, H. (2024). Hidroterapi Rendam Kaki Air Hangat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi. 3, 305–312.
Nurmaulina, A., & Hadiyanto, H. (2021). Terapi Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat pada Lansia dalam Menurunkan Tekanan Darah Abstrak Pendahuluan Metode Hasil. 4, 2015–2018.
Sari, S. M., & Aisah, S. (2022). Terapi Rendam Kaki Air Hangat Pada Penderita Hipertensi.
Widyaswara, C. D., Mahayanti, A., Maura, T., & Cb, H. (2023). Pengaruh Hidroterapi Rendam Kaki Air Hangat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Dusun Kembangan , Candibinangun , Pakem , Sleman , Yogyakarta Effect of Warm Water Foot Soak Hydrotherapy on Blood Pressure Reduction in Hypertensive El. 6(November), 145–155. https://doi.org/10.22146/jkkk.75264
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Geralda Siahaya, Shindi Hapsari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


