HUBUNGAN PERSEPSI MANFAAT DAN HAMBATAN TIDAK MEROKOK TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN MEROKOK PADA REMAJA : STUDI CROSS-SECTIONAL
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55489Keywords:
Persepsi Manfaat, Persepsi Hambatan, Perilaku Pencegahan Merokok, RemajaAbstract
Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus mengalami peningkatan dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, terutama tekanan teman sebaya dan norma sosial yang menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan. Salah satu pendekatan yang relevan untuk memahami perilaku pencegahan merokok adalah Health Belief Model, yang menekankan peran persepsi manfaat dan persepsi hambatan dalam pembentukan perilaku kesehatan. Menganalisis hubungan antara persepsi manfaat dan hambatan tidak merokok dengan perilaku pencegahan merokok pada remaja di SMP Negeri 4 Martapura. Penelitian korelasional dengan desain cross-sectional melibatkan seluruh siswa laki-laki di SMP Negeri 4 Martapura sebanyak 86 responden menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan di SMP Negeri 4 Martapura pada Desember 2025 selama satu hari menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner persepsi manfaat sebanyak 17 item, persepsi hambatan 17 item, serta perilaku pencegahan merokok 12 item, dengan analisis data uji Spearman’s rho. Didapatkan hasil p value 0.000, dimana p < 0.005 bahwa adanya hubungan persepsi manfaat dan hambatan tidak merokok dengan perilaku pencegahan merokok pada remaja di SMP Negeri 4 Martapura. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin positif persepsi remaja terhadap manfaat tidak merokok serta semakin rendah persepsi hambatan yang dirasakan, maka semakin baik perilaku pencegahan merokok yang ditunjukkan remaja. Ada hubungan persepsi manfaat dan hambatan tidak merokok dengan perilaku pencegahan merokok pada remaja di SMP Negeri 4 Martapura. Sekolah diharapkan meningkatkan edukasi pencegahan merokok melalui puskesmas dan instansi kesehatan lainnya.References
Dewi, S.H. et al. (2023) “Persepsi remaja tentang bahaya merokok ditinjau dari Health Belief Model,” Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(03), pp. 225-231. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.33221/jikm.v12i03.1759.
Hidayat, T. and Ibargel, L.N. (2021) “Persepsi Remaja Tentang Bahaya Merokok; Sebuah Tinjauan Dalam Perspektif Pencegahan Berbasis Model Keyakinan Kesehatan,” Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 9(2), pp. 51-56. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.54004/jikis.v9i2.22.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Purnamasari, V.D. (2023) “Persepsi Hambatan Pada Tindakan Berhenti Merokok Pada Remaja Sekolah Menengah Atas Dengan Menggunakan Teori Health Belief Model,” JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama, 11(1), pp. 77–87. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.31596/jkm.v11i1.1339.
Sari, S.P., Saputri, M.S.K. and Budi, S. (2024) “Social Media Exposure towards Asian Youth Smoking Behaviour,” A Scoping Review., 12(2), pp. 214–221. Available at: https://doi.org/doi: 10.20473/jpk.V12.I2SP.2024.214-221.
Setiawan, A. and Rahmawati, R. (2021) “Dampak kesehatan merokok terhadap remaja: Tinjauan literatur,” Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(3), pp. 102–110.
World Health Organization. (2023). WHO report on the global tobacco epidemic 2023. World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Nashih, Taufik Hidayat, Rusdiana Rusdiana, Filia Sofiani Ikasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


