ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PERNIKAHAN USIA DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA TANJUNG GUNUNG TAHUN 2025

Authors

  • Sulistia Sulistia Prodi S1 Ilmu Keperawatan, Institut Citra Internasional
  • Riska Fadilah Prodi S1 Ilmu Keperawatan, Institut Citra Internasional

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55477

Keywords:

balita, pengetahuan ibu, pernikahan usia dini, stunting

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat mendesak di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. stunting tidak hanya  pada pertumbuhan fisik anak tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif,daya tahan tubuh dan produktivitas di masa depan prevelansi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan perhatian dan intervensi yang serius, dua faktor penting yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu serta praktik pernikahan dini dalam pencegahan stunting pada balita usia 0–59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan pengaruh pernikahan usia dini terhadap kejadian stunting di Desa Tanjuang gunung Kecamatan pangkalan baru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional yaitu  penelitian yang mempelajari hubungan  antara variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent) dimana  pengukuran variabel dilakukan dalam waktu yang serentak pada 15 responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pernikahan usia dini, didapatkan nilai p-value pengetahuan ibu sebesar 0,002 <0,05, Ibu dengan pengetahuan baik memiliki anak yang tidak mengalami stunting dan nilai p-value pernikahan usia dini sebesar 0,038<0,05, Ibu yang menikah usia dini, sebagian besar memiliki anak sangat pendek atau pendek. Kesimpulannya bahwasanya dari kedua variabel tersebut terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dan pernikahan usia dini pada balita di Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru.

References

Amala, N., Puspitarini, A., Yudhawati, R. M., Syafa, H., Fauziyah, J., Ramanda, K., ... & Syafa, S. (2023). Upaya Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak pada Ibu di Posyandu Melati 6 Desa Precet. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(4), 3534-3539.

Harokan, A., & Priyatno, A. D. (2024).Analilis Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Seri Tanjung Kabupaten Ogan Ilir . Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Maarif Baturaja, 9(2), 326-336..

Kemenkes RI. (2019). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.

Kemenkes, R. I. (2022). Profil kesehatan indonesia 2021. Pusdatin. Kemenkes. go. id, 63.

Kemenkes. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun menjadi 19,8%. Retrieved July 14, 2025, from Kemenkes BPKP website: https://kemenkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

Notoatmodjo, S. (2012). Metode Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta.

Patimah, S. (2021). Stunting mengancam human capital. Deepublish.

Publik, B. I. dan K. (2023). Targetkan Penurunan 7% Bangka Tengah Cegah Stunting! Retrieved July 14, 2025, from Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah website: https://bangkatengahkab.go.id/berita/detail/kominfo/targetkan-penurunan-7-bangka-tengah-cegah-stunting-#

Puspasari, N., & Andriani, M. (2017). Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dan asupan makan balita dengan status gizi balita (BB/U) usia 12-24 bulan. Amerta Nutrition, 1(4), 369-378

Putri, D. P. E. (2021). Transfer Pengetahuan Stunting, Dampak dan Pencegahannya di Kelurahan Dul dengan Menggunakan Multimedia Presentasi Interaktif. AL QUWWAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 31–39. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.32923/taw.v0i0.0000

Ssentongo, P., Ssentongo, A. E., Ba, D. M., Ericson, J. E., Na, M., Gao, X., ... & Schiff, S. J. (2021). Global, regional and national epidemiology and prevalence of child stunting, wasting and underweight in low-and middle-income countries, 2006–2018. Scientific reports, 11(1), 520 UNICEF. (2023). Child Marriage and the Impact on Health.

Wardani, L., Wiguna, R. I., Pa'ni, D. M. Q., Haerani, B., & Apriani, L. A. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 10(2), 190-195.

WHO. (2019). Child Stunting World Health Statistics Data Visualizations Dashboard. World Health Organization.

Wikipedia. (2025). Stunted Growth. Retrieved July 14, 2025, from WIKIPEDIA website: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Stunted_growth#

Yulius, Y., Abidin, U. W., & Liliandriani, A. (2020). Hubungan Pernikahan Dini Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilaya Kerja Puskesmas Tawalian Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa. Journal Peqguruang, 2(1), 279-28

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles