PERBANDINGAN MASERASI DAN SOKLETASI TERHADAP KADAR FENOLIK EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK KALAMANSI (CITRUS MICROCARPA BUNGE)

Authors

  • Delia Amanda Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Rahmat Hidayat Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Bagas Ardiyantoro Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55465

Keywords:

fenolik, jeruk kalamansi, maserasi, sokletasi, spektrofotometri UV –Vis

Abstract

Kulit buah jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) diketahui mengandung senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antiokisidan alami dan dapat diekstraksi menggunakan pelarut polar seperti etanol 96 %. Jumlah senyawa fenolik yang diperoleh dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode maserasi dan sokletasi terhadap kadar total senyawa fenolik pada ekstrak etanol kulit buah jeruk kalamansi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Kulit buah jeruk kalamansi dibuat menjadi simplisia kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dan sokletasi dengan pelarut etanol 96 %. Penetapan kadar total senyawa fenolik dilakukan menggunakan metode Folin–Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 750 nm dan hasil dinyatakan dalam satuan mg GAE/g ekstrak. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sokletasi menghasilkan kadar total senyawa fenolik lebih tinggi sebesar 75,082±1,827 mg GAE/g, dibandingkan metode maserasi sebesar 62,000±1,111 mg GAE/g. Analisis statistik menggunakan uji independent samples t-test.  menunjukkan nunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar total senyawa fenolik antara ekstrak yang diperoleh dengan metode maserasi dan sokletasi (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa metode sokletasi lebih efektif dalam menghasilkan kadar total senyawa fenolik pada ekstrak etanol kulit buah jeruk kalamansi.

References

Abal, K, E ., Choreasca, Jr, C ., & Fagutoa, F, F. (2024). Nutritional composition and antioxidant properties of calamansi (Citrus microcarpa) peels in different drying processes. Nusantara Bioscience, 16(2), 292–296.

Arini, J., Wijayatri, R., Wahyuningtyas, E. S., & Handayani, E. (2025). Standarisasi Parameter Spesifik Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Kersen ( Muntingia calabura , L ) Asal Daerah Blitar Jawa Timur. 16(2), 206–216.

Aryanti, R. A., Susanti, H. M., & Saputro, H. A. (2025). Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi, Sokletasi, Dan Sonikasi Terhadap Nilai Rendemen Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Longa L.) Annisa. Journal of Chemistry Sciences & Education, 2(1), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.69606/jcse.v2i01.237

Azizah, N. L., Samodra, G., & Fitriana, S. S. A. (2022). Pemeriksaan Kadar Air dan Skrining Fitokimia Simplisia dan Ekstrak Etil Asetat Batang Kecombrang (Etlingera elatior Jack). Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM), 502–507.

Dotulong, V., & Mentang, F. (2023). Kandungan Total Fenol Dan Aktivitas Antioksidan Duah Mangrove (Sonneratia alba) Yang Dikeringkan Dalam Kabinet Dyper. Sinta 3, 64–69.

Emilia, C., Putri, E., Wulandari, D. M., Hasyim, U. H., Hasyim, I., & Ramadhan, M. S. (2024). Optimasi Waktu Maserasi Pada Ekstraksi Daun Pegagan ( Centella Asiatica ) Terhadap Uji Aktivitas Antioksidan. April.

Febriyanti, L., & Haerussana, A. N. E. M. (2023). Penetapan Kadar Fenol Total dengan Spektrofotometer UV-Vis dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Air Daun Lidah Mertua ( Sansevieria masoniana C .). 5(2), 80–85. https://doi.org/10.15408/pbsj.v5i2.30080

Fitriani, Sunardi, & Arfianti. (2018). Kadar Air, Kerapatan, dan Kabar Abu Wood Pellet Serbuk Gergaji Kayu Galam ( Melaleuca cajuputi Roxb) dan Kayu Akasia ( Acacia mangium Wild). 14(1), 77–81.

Kusumawati, V. H. (2023). Uji Antioksidan Ekstrak Dan Formulasi Sediaan Krim Tabir Surya Kulit Delima Putih (Punica Granatum L.) Dengan Metode DPPH Dan Penentuan Nilai SPF. Jurnal Medika Nusantara, 1(4), 228–246.

Maryam, F., Taebe, B., & Toding, P. D. (2020). Pengukuran Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun. 6(1), 1–12.

Pardilawati, C. Y., Afriyani, & Ramdini, D. A. (2024). Uji Aktivitas Antioksidan Etanol Dan Minyak Atsiri Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge). 1(1), 1689–1699.

Priyadi, A., Harun, F. R., Daulay, A. S., & Ridwanto, R. (2025). Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan sokletasi terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) secara spektrofotometri visibel. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 8(1), 550–563. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i1.818

Puspitasari, D. A., & Proyogo, S. L. (2023). Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi dan Sokletasi Terhadap Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura). 1–8.

Puspitasari, & Julianri. (2021). Modifikasi Watherbath dan Soxhlet Pada Analisis Kadar Lemak. 72–75.

Putri, L. A., Cita, A., Maharani, P., & Rohmah, A. N. (2024). Uji Ekstrak Etanol Herba Pegagan ( Centella asiatica ( L . ) Urban ) sebagai Uji Spesifik dan Non Spesifik. 1, 47–55. https://doi.org/10.47575/mb.v1i2.628

Rahmi, N., Salim, R., & Rizki, M. I. (2021). Pengaruh Jenis Pelarut dan Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antibakteri dan Penghambtan Radikal Bebas Ekstrak Kulit Kayu Bangkal (Nauclea subdita). 39(1), 13–26.

Sari M, T. (2020). Pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dan kadar fenolat total dalam ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Pharmaceutical Journal of Indonesia, 17(01), 90–97.

Septian, N., Maryanti, E., Hermansyah, O., & Putri, Mutiara W, J. (2024). Uji Aktivitas Antioksidan Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Kalamansi ( Citrus microcarpa Bunge ). 11(1), 1–8.

Downloads

Published

2026-03-26

Issue

Section

Articles