PENERAPAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN PASCA TORAKOTOMI ATAS INDIKASI ASPERGILOMA PARU

Authors

  • Salma Febriska Marciano Profesi NERS Keperawatan, STIK Sint Carolus
  • Yovita Dwi Setyowati Profesi NERS Keperawatan, STIK Sint Carolus

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55410

Keywords:

aspergiloma paru, torakotomi, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, batuk efektif

Abstract

Aspergiloma paru merupakan salah satu bentuk aspergillosis paru kronis yang sering terjadi pada pasien dengan riwayat penyakit paru struktural dan memerlukan tindakan torakotomi sebagai terapi definitif. Pascaoperasi torakotomi, nyeri pada luka operasi dapat menghambat refleks batuk sehingga menyebabkan retensi sekret dan menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik batuk efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien pasca torakotomi atas indikasi aspergiloma paru. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan holistik melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi keperawatan berupa teknik batuk efektif dikombinasikan dengan latihan napas dalam, pengaturan posisi semi-Fowler, hidrasi, serta kolaborasi terapi medis diberikan selama dua hari perawatan. Evaluasi dilakukan berdasarkan peningkatan kemampuan batuk, peningkatan jumlah sputum yang dapat dikeluarkan, serta penurunan suara napas tambahan berupa ronki pada auskultasi paru. Hasil menunjukkan adanya perbaikan kemampuan batuk, sputum lebih mudah dikeluarkan, dan berkurangnya suara ronki. Hal ini menunjukkan bahwa teknik batuk efektif efektif digunakan dalam memperbaiki bersihan jalan napas pada pasien pasca torakotomi dengan aspergiloma paru.

References

Azzahra, N. Z. (2025). Studi kasus: Efektivitas teknik batuk efektif pada pasien dengan gangguan pernapasan. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(6).

Denning, D. W., Cadranel, J., Beigelman-Aubry, C., Ader, F., Chakrabarti, A., Blot, S., … Lange, C. (2015). Chronic pulmonary aspergillosis: Rationale and clinical guidelines for diagnosis and management. European Respiratory Journal, 47(1), 45–68.

Eny, N. A., Ayubbana, S., & Hasanah, U. (2025). Implementasi batuk efektif terhadap ketidakefektifan bersihan jalan napas pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Jurnal Cendikia Muda, 5(3), 462–468.

Garner, M., & Brunswicker, A. (2023). Surgical management of pulmonary aspergilloma. Shanghai Chest, 7.

Hidayah, N. (2023). Manajemen asuhan keperawatan pada pasien dengan aspergiloma paru pasca-reseksi [Laporan kasus/karya ilmiah].

Jurnal UMSU. (2025). Aspergilosis invasif: Diagnosis dan tatalaksana. AMJ (Aceh Medical Journal), 8(1).

Kodea, F. F., & Pakaya, R. E. (2025). Implementasi fisioterapi dada dan batuk efektif untuk mengatasi bersihan jalan napas pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(2), 1358–1366.

Kozlowska, M., et al. (2020). Pain management and respiratory function after thoracotomy. Journal of Clinical Medicine.

Lestari, A. D., et al. (2024). Aspergilloma pada tuberkulosis paru: Literature review. Jurnal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 34(1).

Mawar, S., & Minardo, J. (2025). Penerapan teknik batuk efektif untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru (studi kasus). Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 3(2), 78–83.

Papeo, D. R. P., Putra, A. E. J., Gubali, J. A., Gilalom, A. S., Latif, N. N. A. A., Mohamad, M. I., & Ngani, A. (2026). Laporan kasus: Tatalaksana pneumonia komunitas di Rumah Sakit Toto Kabila. Lontara Journal of Health Science and Technology, 7(1), 121–133.

PPNI. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan indikator diagnostik. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Sari, R., et al. (2023). Analisis asuhan keperawatan pasien post-operasi torakotomi dengan masalah bersihan jalan napas. Publikasi Ilmiah.

Senja, M., Medison, I., & Russilawati. (2020). Aspergilloma paru: Sebuah laporan kasus. Jurnal Kedokteran YARSI, 28(2).

Vieira, A. L., Fernandes, P., Lareiro, S., Guerra, M., Miranda, J., & Vouga, L. (2018). Pulmonary aspergillomas management: A 26-years case series of surgical therapy. Pulmonology, 24(4), 264–266.

Wahyuni. (2022). Manajemen keperawatan pada pasien aspergiloma paru dengan hemoptisis post-surgical [Publikasi ilmiah].

Downloads

Published

2026-03-26

Issue

Section

Articles