HUBUNGAN KEPADATAN PENDUDUK DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA SURABAYA TAHUN 2024

Authors

  • Karisma Ningtyas S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55378

Keywords:

analisis spasial, incidence rate, kepadatan penduduk, tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat utama di dunia. Pada tahun 2023, World Health Organization (WHO) melaporkan sebanyak 8,2 juta kasus baru TB secara global, dengan Indonesia menempati peringkat kedua dunia dan menyumbang sekitar 10% dari total kasus global. Kota Surabaya sebagai kota metropolitan dengan kepadatan penduduk tinggi melaporkan sebanyak 12.096 kasus TB pada tahun 2024, tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Kepadatan penduduk yang bervariasi antar kecamatan di Kota Surabaya berpotensi meningkatkan risiko penularan TB melalui meningkatnya intensitas kontak antarindividu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dengan Incidence Rate (IR) kasus TB berdasarkan kecamatan di Kota Surabaya tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi. Populasi dan sampel penelitian ini meliputi seluruh kecamatan di Kota Surabaya. Variabel penelitian terdiri dari kepadatan penduduk dan IR kasus TB. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Profil Kesehatan Surabaya tahun 2024. Analisis data dilakukan secara deskriptif, pemetaan tematik untuk menggambarkan distribusi kasus TB, serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara kepadatan penduduk dengan IR kasus TB. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi spasial IR TB antar kecamatan di Kota Surabaya. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kepadatan penduduk dan IR kasus TB (p-value = 0,003, ρ = 0,510), di mana kecamatan dengan kepadatan penduduk lebih tinggi cenderung memiliki IR TB yang lebih tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kepadatan penduduk berhubungan secara signifikan dengan peningkatan IR kasus TB di Kota Surabaya.

References

Afrina, Y. (2023). FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU. JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, 15(1), 13–21. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v15i1.2105

Agusputri, L. N. D., & Hendrati, L. Y. (2023). CORRELATION BETWEEN POPULATION DENSITY, CURE RATE, MORTALITY RATE WITH TB AFB+ INCIDENCE IN SURABAYA 2018-2020. Jurnal Berkala Epidemiologi, 11(2), 180–188. https://doi.org/10.20473/jbe.v11i22023.180-188

Amelia, A., Agustina, E., Azmiyannoor, M., & Rifaldi, R. (2023). ASOSIASI LINGKUNGAN FISIK RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI INDONESIA. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2314–2322. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.15481

Ardiyanti, M., Sulistyawati, S., & Puratmaja, Y. (2021). SPATIAL ANALYSIS OF TUBERCULOSIS, POPULATION AND HOUSING DENSITY IN YOGYAKARTA CITY 2017-2018. Epidemiology and Society Health Review (ESHR), 3(1), 28–35. https://doi.org/10.26555/ESHR.V3I1.3629

Cahyadi, A. (2018). Tuberkulosis: Status Quo? Journal Of The Indonesian Medical Association, 68(8), 365–366. https://doi.org/10.47830/JINMA-VOL.68.8-2018-43

Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (2025). Profil Kesehatan Kota Surabaya 2024.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2025). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2024.

Hastuti, H., Sutisna, S., Agung, A., Kirti, A., Narendra Putri, E., & Hartini, N. (2025). Correlation Study between Population Density and Tuberculosis Incidence at Selogiri Community Health Center Area in 2023. Smart Medical Journal, 8(3), 148–154. https://doi.org/10.13057/smj.v8i3.107458

Jo, Y., Baik, Y., Shrestha, S., Pennington, J., Gomes, I., Reja, M., Islam, S., Roy, T., Hussain, H., & Dowdy, D. (2021). Sub-district level correlation between tuberculosis notifications and socio-demographic factors in Dhaka City corporation, Bangladesh. Epidemiology & Infection, 149(5), e209. https://doi.org/10.1017/S0950268821001679

Kemenkes RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2024.

Maharani, E. A. (2025). PERSEBARAN KASUS TUBERKULOSIS BERDASARKAN KEPADATAN PENDUDUK DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2021-2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 3069–3076. https://doi.org/10.31004/JKT.V6I1.43114

Nugroho, B. E., & Pradana, G. W. (2021). PERAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT MELALUI PROGAM REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI KOTA SURABAYA. Publika, 9(3), 155–166. https://doi.org/10.26740/publika.v9n3.p155-166

Prihanti, G. S., Sulistiyawati, & Rahmawati, I. (2015). ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU. Saintika Medika, 11(2), 127–132. https://doi.org/10.22219/sm.v11i2.4207

Rahayu, O. N. F. D. A. (2024). Faktor Risiko Mycobacterium Tuberculosis, Kepadatan Hunian dan Kualitas Fisik Rumah Penderita TB Paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(02), 158–165. https://doi.org/10.33221/jikm.v13i02.2742

Rahmah, C. (2020). STUDI LITERATUR PENGARUH KONDISI RUMAH YANG KUMUH TERHADAP KEJADIAN PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) PARU. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 7(4), 593. https://doi.org/10.33024/jikk.v7i4.3064

Rao, M., & Johnson, A. (2021). Impact of Population Density and Elevation on Tuberculosis Spread and Transmission in Maharashtra, India. Journal of Emerging Investigators. https://doi.org/10.59720/21-056

Rosady, D. S., Zulfa, N. R. A., & Pratama, S. B. (2024). Epidemiologic Spatial Analysis of a Tuberculosis Incidence in Bandung City in 2021. Global Medical & Health Communication (GMHC), 12(1), 31–36. https://doi.org/10.29313/gmhc.v12i1.12410

Srisantyorini, T., Nabilla, P., Herdiansyah, D., & Fajrini, F. (2022). Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2017-2019. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 18(2), 131–138. https://doi.org/10.24853/JKK.18.2.131-138

Supit, N. S. G., Ratag, B. T., & Nelwan, J. E. (2025). ANALISIS SPASIAL PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2021-2024. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(2), 5571–5583. https://doi.org/10.31004/PREPOTIF.V9I2.48059

Suryani, F. T., & Ibad, M. (2022). Analisis Faktor Kepadatan Penduduk, Cakupan Rumah Sehat Dan Sanitasi Rumah Tangga Terhadap Kejadian Tuberkulosis Tahun 2018. Jurnal Sosial Dan Sains, 2(10), 1086–1095. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v2i10.468

Usrina, N., Yasni, H., Usman, S., Zakaria, R., & Raisah, P. (2025). Faktor Kepadatan Penduduk dan Pengetahuan terhadap Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ladang Tuha Aceh Selatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 5(4), 1694–1705. https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i4.17062

WHO. (2024). Global tuberculosis report 2024.

Downloads

Published

2026-03-26

Issue

Section

Articles