GAMBARAN JENIS DAN LOKASI TEMPAT PERINDUKAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI WILAYAH PUSKESMAS KENJERAN

Authors

  • Nadiyah Salma Mufidah Department of Epidemiology, Biostatistic, Population Studies, and Health Promotion, Faculty of Public Health, Airlangga University
  • Firman Suryadi Rahman Department of Epidemiology, Biostatistic, Population Studies, and Health Promotion, Faculty of Public Health, Airlangga University

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55336

Keywords:

Demam Berdarah, jentik nyamuk, tempat penampungan air

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dalam 4 tahun terakhir angka DBD di Surabaya cenderung meningkat hingga tahun 2023 tercatat 191 kasus DBD. Puskesmas Kenjeran juga mengalami tantangan serupa dalam 5 tahun terakhir masih didapatkan kasus DBD tahun 2022 sebesar 2 kasus. Beragam jenis dan lokasi TPA yang tidak dikelola secara optimal berpotensi meningkatkan keberadaan jentik nyamuk di lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis dan lokasi tempat perindukan jentik nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain survei potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah seluruh rumah di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran, dengan sampel sebanyak 64 rumah dan 208 tempat penampungan air yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel penelitian meliputi jenis tempat penampungan air, lokasi tempat penampungan air, dan status keberadaan jentik nyamuk. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung secara door-to-door menggunakan lembar observasi serta alat bantu senter dan kamera. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan penyajian distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tempat penampungan air yang paling berpotensi sebagai tempat perindukan jentik nyamuk Aedes aegypti di dalam bangunan adalah bak mandi (66,67%). Sementara itu, tempat penampungan air di luar bangunan yang paling banyak ditemukan berpotensi sebagai tempat perindukan jentik nyamuk Aedes aegypti adalah ember (75%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis tempat penampungan air yang paling sering menjadi tempat perindukan jentik nyamuk Aedes aegypti adalah bak mandi yang berlokasi di dalam bangunan dan ember yang berlokasi di luar bangunan.

References

Amirus, K., Andriani, L., & Nuryani, D. D. (2021). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAY HALIM KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020. 10(3).

Anjani, S. J., & Puspaningtyas, A. (2024). Dampak Kondisi Lingkungan Pesisir Terhadap Sosial Ekonomi Penduduk Kenjeran Surabaya. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 2(1), 01-14. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i1.725

Aulia, S., Djamahar, R., & Rahmayanti, R. (2014). Deskripsi Tempat Penampungan Air Positif Larva Aedes aegypti di Kelurahan Cakung Timur. BIOMA, 10(1), 25. https://doi.org/10.21009/Bioma10(1).4

Budiono, W. T. B., & Sulisno, M. (2025). PENGGUNAAN DEHUMIDIFIER DALAM UPAYA PENGENDALIAN NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG. JURNAL PROACTIVE 2025, 4(1), 16–22.

Daulay, B. Rb. D., Perimsa, M., Bukit, D. S., Arde, L. D., Lestari, A. R., & Latha, M. J. (2024). Analisis Jumlah dan Perilaku Membersihkan Tempat Penampungan Air (TPA) dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti di Kelurahan Persiakan Tebing Tinggi. Haga Journal of Public Health (HJPH), 1(2), 26–32. https://doi.org/10.62290/hjph.v1i2.21

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2024), Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2023.Jawa Timur: Penerbit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (2023), Profil Kesehatan Kota Surabaya 2022. Surabaya: Penerbit Dinas Kesehatan Kota Surabaya

Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (2024), Profil Kesehatan Kota Surabaya 2023. Surabaya: Penerbit Dinas Kesehatan Kota Surabaya

Dissa Nur Olivia, Suherman, & Sekarputri, A. L. (2025). Pengaruh Faktor Cuaca (Curah Hujan, Kelembapan, dan Suhu) Terhadap Kejadian DBD. Health & Medical Sciences, 2(3), 16. https://doi.org/10.47134/phms.v2i3.412

Ernawati, & Musdalifa. (2024). Pemodelan Statistik Spasial dalam Prediksi Pola Sebaran Penyakit Tropis di Asia Tenggara. Journal of New Trends in Sciences, 2(3), 22–30. https://doi.org/10.59031/jnts.v2i3.753

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Sejumlah Penyakit Tropis Ini Harus Diwaspadai. Dipublikasikan pada tanggal 30 Januari 2023. (Internet) https://kemkes.go.id/eng/%20sejumlah-penyakit-tropis-ini-harus-diwaspadai. Di akses 28 Januari 2026

Khairunisa, U., Endah Wahyuningsih, N., Kesehatan Lingkungan, B., & Kesehatan Masyarakat, F. (2017). Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes sp. (House Index) sebagai Indikator Surveilans Vektor Demam Berdarah Denguedi Kota Semarang. JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 5(5), 906–910.

http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Kurniawan, A., Widjaja, J., & Udin, Y. (2020). Kepadatan Jentik dan Tempat Perkembangbiakan Potensial Jentik Aedes aegypti di Tolitoli.

Lema, Y. N. P., Almet, J., & Wuri, D. A. (2021). GAMBARAN SIKLUS HIDUP NYAMUK

Aedes sp. DI KOTA KUPANG. Jurnal Veteran Nusantara, 4(1), 1–13. http://ejurnal.undana.ac.id/jvnVol.4No.1

Lim, A., Shearer, F. M., Sewalk, K., Pigott, D. M., Clarke, J., Ghouse, A., Judge, C., Kang, H., Messina, J. P., Kraemer, M. U. G., Gaythorpe, K. A. M., de Souza, W. M., Nsoesie, E. O., Celone, M., Faria, N., Ryan, S. J., Rabe, I. B., Rojas, D. P., Hay, S. I., … Brady, O.

J. (2025). The overlapping global distribution of dengue, chikungunya, Zika and yellow fever. Nature Communications , 16(1). https://doi.org/10.1038/s41467-025-58609-5

Luter, E., Manoppo, J. E., & Pongoh, L. L. (2025). SURVEI KEPADATAN JENTIK NYAMUK AEDES SP PADA TEMPAT PENAMPUNGAN AIR (TPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KECAMATAN TONDANO SELATAN.

Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3), 11704–11712.

Nasri, M. H., Wibisana, B., & Widyawati, L. (2025). Pengembangan Sistem Diagnosis Mandiri Penyakit Tropis berbasis Kecerdasan Buatan. 14.

Onasis, A., Darwel, D., Hidayanti, R., & Katiandagho, D. (2022). Tempat penampungan air (TPA) dengan kepadatan jentik Aedes aegypti di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 120-125. https://doi.org/10.47718/jkl.v10i2.1181

Rasjid, A., Khaer, A., & Febrianti, R. (2023). HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN KEBIASAAN MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI DI KECAMATAN MAJAULENG KABUPATEN WAJO. Jurnal

Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 23(1), 30–38.

Ragah Perdaha, Fera Meliyanti, Elwa Candra, & Fera Novitry. (2023). Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di RT 03 Kelurahan Air Lintang Wilayah Kerja Puskesmas Muara Enim Tahun 2023. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, 2(1), 245–260. https://doi.org/10.55606/jikg.v2i1.2174

Scabra, A. R., Abdurrahman, M. I., Az Zuhud, U., & Widodo, A. S. (2021). INTRODUKSI TEKNOLOGI BUDIKDAMBER DI DESA GONDANG KABUPATEN LOMBOK UTARA. Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment, 1(2), 171–178. https://doi.org/10.29303/jppi.v1i2.187

Siregar, S., Mulyani, S., Rizky, V. A., Akmal, D., & Sutriyawan, A. (2023). Pengaruh Keberadaan Jentik dan Perilaku 3M Plus terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue. Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health), 9(3), 456–463. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol9.Iss3.1392

Suryaningtyas, A. (2017). Perilaku bertelur nyamuk Aedes aegypti dan faktor lingkungan. Jurnal Entomologi Indonesia, 12(3), 45-53.

Susilowati, I., & Cahyati, W. H. (2021). Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD): Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Wonokarto. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(2), 244-254.

Triani, E., Rusjdi, S. R., Sanggul, A. R., Yana, R. T., Wardiyah, H., Djati, R. A. P., ... & Susana,Y. (2025). Epidemiologi Penyakit Tropis Terabaikan. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles