PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI BERBASIS AI (ARTIFICIAL INTELLIGEN) TERHADAP PENGETAHUAN SANTRI DALAM PENCEGAHAN SKABIES DI PONDOK TAHFIDZ HIDAYATUL QUR'AN PUDING BESAR TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55331Keywords:
edukasi ai, Pengetahuan, skabiesAbstract
Skabies merupakan penyakit kulit menular yang sering terjadi di lingkungan padat penduduk, seperti pondok pesantren, yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Kurangnya pengetahuan santri mengenai pencegahan skabies dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan santri adalah melalui pemberian edukasi kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang bersifat interaktif dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi berbasis Al terhadap pengetahuan santri dalam pencegahan skabies di Pondok Tahfidz Hidayatul Qur'an Puding Besar. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group Pretest-Posttest. Variabel Independen Edukasi berbasis Al sedangkan variabel Dependen Pengetauan Santri, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 80 orang degan menggunakan uji Paired Test dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa Bivariat. Hasil uji statistik korelasi paired T-Test menunjukkan nilai p value 0,009<0,05 dengan ini dapat di simpulkan ada pengaruh pengetahuan tentang skabies di Pondok Tahfidz Hidayatul Qur'an Puding Besar Tahun 2025. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan santri dalam pencegahan skabies anatara sebelum dan sesudah dilakukan edukasi berbasis Al. Kesimpulan penelitian ini yaitu Pemberian Edukasi Berbasis Artificial Intelligence (Al) terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan santri dalam pencegahan skabies di Pondok Tahfidz Hidayatul Qur'an Puding Besar. Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan santri sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis Al, sehingga edukasi berbasis Al dapat dijadikan sebagai salah satu metode edukasi kesehatan yang efektif dalam upaya pencegahan skabies.References
Agustina, D., Nada, S. L., & Madani, N. E. (2023). Strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(3).
Alga, N. (2023). Hubungan personal hygene dan kondisi lingkungan fisik dengan gejala skabies di Pondok Pesantren Al-Mubarak. Jambi: Universitas Jambi.
Aliffiani, S., & Mustakim, M. (2020). Pengetahuan, sikap, personal hygene dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Ar-Rofi'i. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 7(1), 41.
https://doi.org/10.20527/jpkm.v71.8792
Arly, A., Dwi, N., & Andini, R. (2023). Implementasi penggunaan artificial intelligence dalam proses pembelajaran mahasiswa Ilmu Komunikasi di Kelas A. Prosiding Seminar Nasional, 362–374.
Baron, R. A., Branscombe, N. R., & Byrne, D. (2008). Social psychology (12th ed.). Pearson/Allyn & Bacon.
Bear, U. R., Thayer, Z. M., Croy, C. D., Caroil, E., Manson, S. M., Health, N., ... Building, H. (2020). The impact of individual and parental American Indian boarding school attendance on chronic physical health of Northern Plains Tribes. Family & Community Health, 42(1), 1–7.
Celik, I., Gedrmene, E., Siklander, S., & Muukkonen, H. (2024). The affordances of artificial intelligence-based tools for supporting 21st century skills: A systematic review of empirical research in higher education. Australasian Journal of Educational Technology, 40(3), 19–38.
Imaniar, M. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda. 8(5), 2017–2005.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Balitbang Kemenkes RI, 110–119.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 nesa Claudia, Kgs Muhammad Faizal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


