KLASTERISASI KERAWANAN STUNTING PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN K-MEANS
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55269Keywords:
K-Means, Stunting, Kerawanan, KlasterisasiAbstract
Stunting merupakan kondisi terhambatnya tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh gizi buruk jangka panjang, infeksi berulang, dan minimnya stimulasi. Kondisi ini sangat rentan dialami oleh balita. Prevalensi stunting di Sumatera Utara mencapai 18,9% pada tahun 2023, angka ini menunjukkan target penurunan stunting secara nasional belum tercapai secara optimal, sehingga diperlukan pemetaan wilayah yang lebih akurat untuk menentukan prioritas penanganan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Populasi dan sampel mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder mencakup 16 indikator kerawanan stunting berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Indeks Ketahanan Pangan tahun 2023. Metode analisis data menggunakan analisis cluster non-hierarki metode k- means yang selanjutnya diinterpretasikan dalam bentuk peta spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara terbagi ke dalam tiga kelompok tingkat kerawanan. Cluster 1 dengan kategori tingkat kerawanan tinggi (merah) mencakup 7 kabupaten/kota. Cluster 2 dengan kategori tingkat kerawanan rendah (hijau) mencakup sebanyak 12 kabupaten/kota. Cluster 3 dengan kategori tingkat kerawanan sedang (oranye) terdiri dari 14 kabupaten/kota. Penerapan metode k-means berhasil memetakan wilayah prioritas stunting di Sumatera Utara yang dapat memberikan landasan strategis bagi pemerintah untuk merumuskan intervensi kebijakan yang lebih spesifik dan tepat sasaran demi mempercepat pencapaian target penurunan prevalensi stunting secara nasional.References
Asian Development Bank. 2023. Prevalence of stunting among children under 5 years of age. Diakses 17 September 2024 dari https://kidb.adb.org/
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. 2020. “Stunting.” https://ayosehat.kemkes.go.id/topik- penyakit/covid-19/stunting (Mei 14, 2024).
Fatmawati, Lady Farah, dan Kemal Nazaruddin Siregar. 2025. “Autokorelasi spasial, kerawananan dan prioritas penanganan stunting pada balita.” PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT 9(April): 342–49.https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/41055.
Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2021. “Penanganan stunting tentukan masa depan bangsa.”2021. https://setneg.go.id/baca/index/penanganan_stunting_tentukan_masa_depan_bang sa (Juli 7, 2024).
United Nations Children’s Fund. 2020. Global nutrition report 2020. https://resourcecentre.savethechild ren.net/pdf/2020_global_nutrition_report.pdf/ (Mei 14, 2024).
Wahyu, Anggun. 2022. “19 K/L siap dukung program percepatan penurunan stunting.” 2022. https://www.kemenkopmk.go.id/19-kl-siap-dukung-program-percepatan-penurunan-stunting (Juli 7, 2024).
World Health Organization. 2015. “Stunting in a nutshell.” 19 november 2015. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell (Juli 4, 2024).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zsazsa Callista Prayetno Putri, Erna Mutiara, Etti Sudaryati, Arifa Masyitah Panjaitan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


