Studi STUDI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI APOTEK HASANAH
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55188Keywords:
Apotek Hasanah, metode konsumsi, pengadaan obat, perencanaan obatAbstract
Pengelolaan produk farmasi yang baik sangat penting untuk memastikan obat tersedia untuk masyarakat. Namun, di Apotek Hasanah ada masalah terkait stok, yakni adanya obat yang menumpuk mendekati tanggal kedaluwarsa dan beberapa obat yang kosong cukup lama. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif kualitatif melalui observasi, pencatatan dokumen, dan wawancara mendalam dengan Apoteker dan pekerja Tenaga Teknis Kefarmasian untuk menilai sistem perencanaan dan pengadaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa proses perencanaan di Apotek Hasanah dilakukan dengan mengumpulkan data pemakaian dari bulan sebelumnya, frekuensi kunjungan, permintaan pasien, dan pola penyakit dengan memakai kombinasi metode konsumsi dan epidemiologi, sesuai dengan standar Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem manajemen obat di Apotek Hasanah telah berjalan teratur dengan memberikan prioritas pada kategori obat yang cepat laku untuk menghindari kekosongan, meski masih diperlukan pengawasan rutin terhadap distribusi dan administrasi untuk menjaga mutu layanan dan kepercayaan masyarakat.References
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2018). Informatorium obat. Jakarta: BPOM RI.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Hidayati, N. (2019). Prinsip-prinsip perencanaan obat dalam pelayanan kefarmasian di apotek. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 5(2), 45–52.
Mulyono, H., Putri, A., & Nugraheni, R. (2021). Analisis pengadaan obat dan efisiensi anggaran di apotek swasta. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 5(3), 201–210.
Notoatmodjo, S. (2020). Tantangan pengelolaan obat di apotek swasta. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 10(2), 123–131.
Siregar, C. J. P., & Amalia, L. (2017). Farmasi Klinik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Pertiwi, L., Pradana, E. S., & Hendriani, R. (2022). Analisis ABC dalam perencanaan obat antibiotik di apotek. Farmaka, 20(1), 13–21.
Prasasti Dewi, N. M. I. F. P., & Wirasuta, I. M. A. G. (2021). Studi perencanaan pengadaan sediaan farmasi di Apotek X Kabupaten Gianyar. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences, 11(1), 23–32.
Prasetyo, A., & Nirmala, F. (2021). Penggolongan obat keras di apotek: Regulasi dan implementasi. Jurnal Regulasi Farmasi, 8(1), 20–29.
Puspitasari, D. (2021). Analisis sistem pengadaan obat di Apotek K24 Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(1), 45–53.
Putri, L., & Sari, A. (2020). Prosedur pengadaan obat di apotek. Jurnal Manajemen Farmasi Indonesia, 11(3), 150–159.
Rahmawati, D., & Lestari, M. (2020). Hambatan pengadaan obat di apotek. Jurnal Farmasi dan Pelayanan Kesehatan, 5(2), 45–52.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144.
Republik Indonesia. (2009). Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 124.
Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sari, M., & Anjani, T. (2022). Studi evaluatif pengelolaan obat di apotek wilayah Jawa Tengah. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 12(1), 33–42.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Widayanti, D., Lestari, R., & Wahyuni, N. (2019). Evaluasi perencanaan obat berdasarkan data konsumsi di apotek. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 7(1), 45–53.
Yulia, R., Sari, R., & Anggraini, D. (2020). Analisis proses pengadaan obat di apotek X Kota Padang. Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(2), 112–120.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anisa Qurotul Ain, Sari Pradandari, Mulyadi Putra Mahardika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


