PENGARUH KONSUMSI SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR VITAMIN C DALAM URIN NORMAL DAN URIN PASIEN SAKIT MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Authors

  • Ersalina Nidianti Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Fakultas Kesehatan-Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Lia Amanda Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Fakultas Kesehatan-Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Lili Susan Rahmawati Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Fakultas Kesehatan-Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55174

Keywords:

Kadar Vitamin C, Spektrofotometri UV-Vis, Urin Normal, Urin Pasien Sakit

Abstract

Vitamin C (asam askorbat) merupakan salah satu vitamin yang larut air yang berperan penting sebagai antioksidan dan berfungsi dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Status kadar vitamin C dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh kondisi fisiologis dan patologis individu. Pada kondisi patologis, metabolisme dan ekskresi vitamin C dapat mengalami perubahan akibat peningkatan stres oksidatif. Namun, belum diketahui apakah konsumsi suplemen vitamin C dapat memberikan respons ekskresi yang berbeda antara individu sehat dan pasien sakit (dengan gangguan metabolik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi suplemen vitamin C terhadap kadar vitamin C dalam specimen urin normal dan urin pasien sakit sebelum dan setelah mengkonsumsi dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental rancang pretest dan posttest. Populasi penelitian adalah responden manusia dengan usia 20-60 tahun yang terdiri atas individu dengan urin normal dan individu dengan urin sakit (penyakit metabolik seperti asam urat, kolesterol, diabetes). Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil Kadar vitamin C pada urin normal sebelum konsumsi suplemen vitamin C sebesar 34,96 µg/mL dan mengalami peningkatan menjadi 42,06 µg/mL setelah konsumsi suplemen vitamin C. Kadar vitamin C pada urin pasien sakit sebelum konsumsi suplemen vitamin C sebesar 35,44 µg/mL dan mengalami penurunan menjadi 30,48 µg/mL setelah konsumsi suplemen vitamin C. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan kadar vitamin C dalam spesimen urin normal dan urin pasien sakit sebelum dan setelah konsumsi suplemen vitamin C.

References

Akbari, A., Chamkouri, N., & Zadabdollah, A. (2016). Determination trace levels of vitamin C and folic acid in urine sample by ultrasound-assisted dispersive liquid-liquid microextraction method coupled HPLC-UV. Oriental Journal of Chemistry, 32(6), 3027–3033. https://doi.org/10.13005/ojc/320623

Ayu Intan Purnama Sari, D., Ayu Parwati, P., Fairuz Abadi, M., Agung Ngurah Subawa, A., & Tiga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali, D. (2023). Perbedaan Hasil Sedimen Urine Dengan Pengawet Formalin Dan Toluena (Vol. 6, Number 2).

Carita, A. C., Eloy, J. O., Chorilli, M., Lee, R. J., & Leonardi, G. R. (2020). Recent advances and perspectives in liposomes for cutaneous drug delivery. Current Medicinal Chemistry, 27(1), 1–28.(Digunakan untuk konsep mekanisme antioksidan melalui transfer elektron).

Dahlan, M. S. (2014). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Epidemiologi Indonesia.

Dewi, A. P. (2018). Penetapan Kadar Vitamin C dengan Spektrofotometri Uv-Vis pada Berbagai. JOPS (Journal Of Pharmacy and Science).

Field, A.P. (2018) Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics. 5th Edition, Sage, Newbury Park.

Guder, W. G., Narayanan, S., Wisser, H., & Zawta, B. (2015). Diagnostic Samples: From the Patient to the Laboratory. Wiley-Blackwell.

Harris, D. C. (2016). Quantitative Chemical Analysis (9th ed.). W.H. Freeman.

Jimm man. 2014. Essential of human nutrition. Jakarta: Buku Kedokteran

Kapur, A. A., Hasković, A., Čopra-Janićijević, & Klepo, L. (2012). Spectrophotometric analysis of total ascorbic acid contetnt in various fruits and vegetables.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Leo, R., & Daulay, A. S. (2022). Penentuan Kadar Vitamin C Pada Minuman Bervitamin Yang Disimpan Pada Berbagai Waktu Dengan Metode Spektrofotometri UV. In Journal of Health and Medical Science (Vol. 1, Number 2). https://pusdikra-publishing.com/index.php/jkes/home

Mitmesser, S. H., Ye, Q., Evans, M., & Combs, M. (2016). Determination of plasma and leukocyte vitamin C concentrations in a randomized, double-blind, placebo-controlled trial with Ester-C®. SpringerPlus, 5(1). https://doi.org/10.1186/s40064-016-2605-7

Narayanan, S., & Guder, W. G. (2001). Preanalytical Variables and Their Influence on the Quality of Laboratory Results Author. http://www.ifcc.org/ejifcc/vol13no1/1301200107.htm

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Novitasari, A. E., Kholifatul, Nisa, K., Masfah, Shofiyyah, R., Medis, T. L., Analis, A., Delima, K., Gresik, H., Gresik, J., Timur, I., & Korespondensi, P. (2025). Perbedaan Kadar Vitamin C (Ascorbic Acid) Pada Urine Pria Dan Wanita Sehat Setelah Mengkonsumsi Tablet Vitamin C Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Duta Pharma Journal, 5(2), 2830–7054. https://doi.org/10.47701/djp.v5i2.4846.

Padayatty, S.J., Katz, A., Wang, Y., Eck, P., Kwon, O., Lee, J.H & Levine, M. (2004). Vitamin C as an antioxidant: Evaluation of its role in disease prevention. Journal of the American College of Nutrition, 23 (1) 18-35. https://doi.org/10.1080/07315724.2004.10719361

Pearce, E. C. (2009). Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta: Gramedia.

Rusiani, A., Lestari, D., & Handayani, R. (2020). Peran vitamin C sebagai antioksidan dalam menjaga kesehatan tubuh. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(2), 85–92.

Safnowandi, S. (2022). Pemanfaatan Vitamin C Alami sebagai Antioksidan pada Tubuh Manusia. Biocaster : Jurnal Kajian Biologi, 2(1), 6–13. https://doi.org/10.36312/bjkb.v2i1.43

Siti, N. (2016). Ilmu Gizi dan Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Suhartati, T. (2018). Dasar-dasar Spektrofotometri UV-Vis dan Spektrofotonetri Massa untuk Penentuan Struktur Senyawa Organik.

Wibawa, J. C., Wati, L. H., & Arifin, M. Z. (2020). Mekanisme Vitamin C Menurunkan Stres Oksidatif Setelah Aktivitas Fisik. JOSSAE : Journal of Sport Science and Education, 5(1), 57. https://doi.org/10.26740/jossae.v5n1.p57-63

Yimcharoen, M., et al. (2019). Effect of Vitamin C supplementation on oxidative stress and lipid peroxidation after exercise. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 16 (1), 1-9

Zecha, R. N., Gunadi, J. W., Manggading Hutapea, A., Kesehatan, M., Kulit, P., Estetika, D., Kedokteran, F., & Maranatha, K. (2024). Literature Review: Pengaruh Pemberian Vitamin C Dan E Terhadap Biomarker Stres Oksidatif Pada Olahraga Renang. In Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan (Vol. 11, Number 6). http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan

Zirlyvera1, A., Raihan Marsha, L., Al, M., Ardabili, M., Fevi, J. M., & Febriana, P. (2024). A Literature Review : Aplikasi Spektrofotometri Dalam Penentuan Kadar Vitamin C. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 2024(16), 79–90. https://doi.org/10.5281/zenodo.13761305

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles