HUBUNGAN SELF-CARE MANAGEMENT DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI POLI JANTUNG RSUD DEPATI HAMZAH KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55173Keywords:
CHF, kekambuhan, Self-Care managementAbstract
Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kronis yang memerlukan self-care management yang baik untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Akan tetapi, sebagian pasien belum mampu menerapkan self-care management secara baik, seperti ketidakpatuhan minum obat, pola makan yang tidak sesuai anjuran, dan kurangnya aktivitas fisik sehingga meningkatkan terjadinya kekambuhan. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan self-care management dengan kekambuhan pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Poli Jantung RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan design Cross Sectional dan Uji Chi-Square dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariat. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Poli Jantung RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 orang. Hasil Penelitian ini diketahui ada hubungan yang bermakna antara Kepatuhan Minum Obat (P Value= 0,008), Pola Makan (P Value= 0,006), Aktivitas Fisik (P Value= 0,013) dengan Kekambuhan pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Poli Jantung RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara self-care management yang meliputi kepatuhan minum obat, pola makan, dan aktivitas fisik dengan kekambuhan pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Poli Jantung RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang Tahun 2025.References
Alvarez, J., Smith, K., & Johnson, R. (2016). Effects of high-intensity cycling, jogging, and strength training on cardiovascular health. Journal of Sports Medicine, 50(4), 345–352.
Anggie, S. A. Z. (2022). Kepatuhan minum obat terhadap kekambuhan pada pasien gagal jantung: Literature review (Doctoral dissertation, STIKes Hang Tuah Surabaya).
Hood, S., Davies, C., Clarke, M., & Peden, A. (2018). Medication adherence among patients with heart failure: Effect on outcomes and approaches to improve it. Journal of Cardiac Failure, 24(5), 374–382.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman umum gizi seimbang. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Martínez-González, M. A., Gea, A., & Ruiz-Canela, M. (2019). The Mediterranean diet and cardiovascular health. Circulation Research, 124(5), 779–798.
Prihatiningsih, D., & Sudyasih, T. (2018). Perawatan diri pada pasien gagal jantung. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 4(2).
Purnama Sari, D., Mustain, M., & Maksum, M. (2023). Gambaran pengelolaan hipervolemia pada gagal jantung kongestif di rumah sakit. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 1(1), 9–15. https://doi.org/10.35473/jkbs.v1i1.2155
Royani, A. (2024). Hubungan kepatuhan minum obat dengan kambuh ulang pasien gagal jantung di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi.
RSUD Depati Hamzah. (2025). Rekam medis pasien gagal jantung. RSUD Depati Hamzah.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2010). Buku ajar keperawatan medikal bedah Brunner & Suddarth (8th ed., Vol. 2). EGC.
Tabatabaee, S., Asadi, N., & Shakibazadeh, E. (2022). Medication adherence among patients with heart failure: A systematic review. Journal of Cardiovascular Nursing, 37(4), 342–350.
World Health Organization. (2022). Cardiovascular diseases (CVDs): Key facts.
Yancy, C. W., Jessup, M., Bozkurt, B., Butler, J., Casey, D. E., Drazner, M. H., … Wilkoff, B. L. (2013). 2013 ACCF/AHA guideline for the management of heart failure: Executive summary. Journal of the American College of Cardiology, 62(16), 1495–1539. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2013.05.020
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Armelia Stefanie, Kgs Muhammad Faizal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


