POTENSI SIRIH CINA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL ANTI-HIPERURISEMIA BAGI WISATAWAN DI BALI
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v7i1.55131Keywords:
Hiperurisemia, minuman fungsional, Peperomia pellucida, wellness tourismAbstract
Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang menjadi ancaman kesehatan serius bagi wisatawan kuliner di Bali, mengingat konsumsi hidangan tradisional tinggi purin sering kali tidak terhindarkan selama berlibur. Prevalensi lokal yang mencapai 18,2% di Denpasar semakin menegaskan urgensi risiko ini bagi pengunjung. Meskipun obat konvensional seperti allopurinol efektif menurunkan asam urat, penggunaan jangka panjangnya berisiko menimbulkan efek samping nefrotoksik pada ginjal. Sirih Cina (Peperomia pellucida) berpotensi dikembangkan menjadi minuman fungsional karena mengandung senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, dan tanin yang bekerja sebagai agen anti-hiperurisemia sekaligus anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi tersebut melalui desain systematic review dengan menganalisis publikasi ilmiah eksperimental dari basis data Google Scholar dan PubMed. Pemilihan artikel disusun dengan metode PRISMA terhadap jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris dalam rentang tahun 2015–2025. Dari penelusuran tersebut, terpilih 6 artikel utama yang menunjukkan bahwa ekstrak Sirih Cina efektif menurunkan asam urat melalui penghambatan enzim xantin oksidase dan peredaan radang sendi. Studi literatur juga mengonfirmasi keberhasilan inovasi produk berupa teh herbal fermentasi dan kombinasi jahe, yang terbukti mempertahankan aktivitas antioksidan, aman bagi parameter metabolik, serta meningkatkan penerimaan rasa konsumen. Didukung oleh studi desain industri yang menyatakan kelayakan produksinya, Sirih Cina berpotensi besar sebagai terapi alternatif alami dalam bentuk minuman fungsional. Produk ini tidak hanya memberikan manfaat farmakologis yang teruji, tetapi juga mendukung upaya promosi wellness tourism berbasis kearifan lokal yang sehat di Bali.References
Dewi, L. P., & Musmini, L. S. (2023). Pengalaman dan kepuasan terhadap niat wisatawan berkunjung kembali ke desa wisata. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 6(2), 700-703.
Du, L., Zong, Y., Li, H., Wang, Q., Xie, L., Yang, B., et al. (2024). Hyperuricemia and its related diseases: Mechanisms and advances in therapy. Signal Transduction and Targeted Therapy, 9(1), 212.
Fakayode, A. E., Imaghodor, F. I., Fajobi, A. O., Emma-Okon, B. O., & Oyedapo, O. O. (2019). Phytonutrients, antioxidants and anti-inflammatory analysis of Peperomia pellucida. Journal of Medical Pharmaceutical and Allied Sciences, 10(5), 3517.
Farida, Y., & Firmansyah, R. A. (2016). Aktivitas penghambatan xanthine oxidase ekstrak etanol dan air dari herba suruhan. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3, 482-487.
Febriyanti, S., Puspasari, E., Rifqi, M., & Jumiono, A. (2024). Karakteristik ekstrak gulma suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) dan jahe emprit sebagai minuman fungsional. Jurnal Inovasi Pangan dan Hasil Pertanian (JIPH), 6(2), 51-60.
Gozan, M., Rodiman, N. M. A., Dellyana, S. P., Sitanggang, M. N., Sari, M. P., Barnas, N. C., et al. (2022). Conceptual design development of a Peperomia pellucida-based herbal for gout remedy. AIP Conference Proceedings, 2537(1), 040012.
Hevira, L., Putra, R. Y., & Suciati, R. A. (2023). The ethanol extract fractionation (Peperomia pellucida (L.) Kunth) on uric acid levels blood serum of male white mice. Jurnal Farmasi Galenika, 10(3), 163-177.
Himawan, H. C., Effendi, F., & Gunawan, W. (2017). Efek pemberian ekstrak etanol 70% tanaman suruhan (Peperomia pellucida (L). Hbk) terhadap kadar asam urat darah tikus. Fitofarmaka: Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(2), 7-14.
Imbar, A. C., de Queljoe, E., & Rotinsulu, H. (2019). Uji aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) terhadap tikus putih jantan. Pharmacon, 8(4), 953-960.
Indrawan, I. G. N. B., Wibawa, A. A., & Widiana, I. G. R. (2018). Hubungan konsumsi purin tinggi dengan hiperurisemia: Suatu penelitian potong lintang pada penduduk suku Bali di Kota Denpasar. Jurnal Penyakit Dalam Udayana, 2(1), 1-9.
Kartika, I. G. A. A., Insanu, M., Safitri, D., Putri, C. A., & Adnyana, I. K. (2016). New update: Traditional uses, phytochemical, pharmacological and toxicity review of Peperomia pellucida (L.) Kunth. Pharmacologyonline, 2, 30-43.
Kiskenda, D., Trimandala, A., & Wiradinata, W. (2024). Wellness tourism: Profil dan karakteristik spa di kawasan wisata Ubud, Gianyar. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 7(2), 88-95.
Li, Q., Li, X., Wang, J., Liu, H., Kwong, J. S., Chen, H., et al. (2019). Diagnosis and treatment for hyperuricemia and gout: A systematic review of clinical practice guidelines and consensus statements. BMJ Open, 9(8), e026677.
Marlina, A., Salsabilla, F., & Mariska, R. P. (2022). Upaya pencegahan dan pengobatan penyakit asam urat menggunakan tanaman sirih cina (Peperomia pellucida L Kunth) di Jambi. Jurnal Abdimas Indonesia, 3(1), 97-102.
Muderawan, I. M., Budiawan, I. M., Giri, M. K., & Atmaja, I. N. (2020). Usada: The ethnomedicine of Balinese society. International Journal of Ayurvedic and Herbal Medicine, 10(6), 3893-3905.
Muderawan, I. W., Widiastuti Giri, M., & Budiawan, I. (2021). The potential of ayurvedic medicinal plants for prevention and therapeutic treatment of Covid-19: A review article. International Journal of Ayurvedic and Herbal Medicine, 11(2), 3954-3996.
Nasution, P. R. (2022). Uji efektivitas ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida) sebagai antiinflamasi. Sains Medisina, 1(1), 56-61.
Ng, Z. X., Than, M. J. Y., & Yong, P. H. (2021). Peperomia pellucida (L.) Kunth herbal tea: Effect of fermentation and drying methods on the consumer acceptance, antioxidant and anti-inflammatory activities. Food Chemistry, 344, 128738.
Nugraha, Y. R., Sujana, D., & Faizatun, Y. F. (2022). Evaluation of antihyperuricemic activity of ethanol extracts suruhan herb (Peperomia pellucida L.), celery herb and extract combinations. Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 13(1).
Puspasari, Y. D., Dewi, R. M., & Arnyana, I. B. (2020). Kajian etnobotani loloh dan teh herbal lokal sebagai penunjang ekonomi kreatif masyarakat desa tradisional Penglipuran. Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 7(2), 54-65.
Raghavendra, H. L., & Kekuda, T. R. P. (2018). Ethnobotanical uses, phytochemistry and pharmacological activities of Peperomia pellucida (L.) Kunth (Piperaceae): A review. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 10(2), 1-8.
Soma Antara, I. B. K., & Trimandala, N. A. (2023). Potensi kuliner tradisional Bali sebagai daya tarik wisata kuliner di Sanur. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 6(1), 15-22.
Sukerti, N. W., Marsiti, C. I. R., & Suriani, N. M. (2016). Reinventarisasi makanan tradisional Buleleng sebagai upaya pelestarian seni kuliner Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(1), 1-10.
Susanti, P. H., Suputra, G. A., Premayani, W., & Indriani, I. A. (2023). Health and spirituality dalam pengembangan wellness tourism berbasis kepada masyarakat di desa wisata Kenderan. Journal of Tourism Destination and Attraction, 11(1), 21-30.
Tinungki, Y. L., Hinonaung, J. S., & Balansa, W. (2025). Peperomia pellucida herbal tea: An initial assessment of cardiovascular and metabolic parameters, with in silico insights. Tropical Journal of Natural Product Research, 9(10).
Wardhani, M. K., & Idrus, M. F. (2025). Dampak terapeutik Peperomia pellucida terhadap kerusakan histologis ginjal akibat paparan asap rokok pada tikus. Borobudur Nursing Review, 5(1), 64-73.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Ketut Tirta Buana, Irma Rahmayani, Ni Nyoman Anandia Vidya Paramita, Ida Bagus Gde Ari Janar Dana, Agastya Cahya Ariadi, Ni Made Widya Pradnya Dewani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


